
CHIANG MAI – Sebuah rumah di Chiang Mai, Thailand, mendadak menjadi sorotan publik dan viral di media sosial setelah pemandangan luarnya terlihat sangat tak biasa. Seluruh permukaan dinding pagar rumah tersebut dipenuhi oleh ratusan bahkan ribuan unit ponsel pintar merek Apple iPhone yang ditempel rapat satu sama lain, membentuk sebuah instalasi seni yang ekstrem dan memikat mata.
Dari kejauhan, dinding tersebut tampak seperti mosaik mewah dengan tekstur berkilau yang tersusun rapi. Namun, ketika dilihat lebih dekat, terlihat jelas bahwa material yang digunakan bukanlah keramik atau batu alam, melainkan bodi-bodi perangkat iPhone bekas yang sudah tidak terpakai.
Berdasarkan pantauan, jenis iPhone yang dijadikan hiasan ini sangat beragam, mulai dari seri lawas seperti iPhone X, hingga seri terbaru seperti iPhone 15. Semuanya disusun sedemikian rupa hingga menutupi area pagar secara menyeluruh, menciptakan tampilan futuristik sekaligus kontroversial.
Fenomena “Gonta-ganti” Gadget
Di balik kemewahan visual tersebut, muncul berbagai spekulasi mengenai alasan di balik pembuatan pagar unik ini. Salah satu anggapan yang berkembang adalah bahwa hal ini merefleksikan kebiasaan konsumtif masyarakat modern, khususnya kecenderungan untuk terlalu sering mengganti perangkat elektronik.
Disebutkan bahwa rasa bosan yang cepat terhadap teknologi lama membuat sang pemilik terus menerus membeli gadget terbaru. Akibatnya, tumpukan iPhone lama yang masih utuh namun dianggap usang pun menumpuk, dan akhirnya dimanfaatkan menjadi dekorasi rumah yang tak biasa ini.
Menuai Pro dan Kontra
Keunikan ini langsung memicu perdebatan hangat di dunia maya. Banyak netizen yang menyebut aksi ini sebagai bentuk “pamer kemewahan yang nyeleneh”. Mereka menyoroti ironi yang terjadi: di satu sisi, masih banyak orang yang bekerja keras dan bermimpi hanya untuk memiliki satu unit iPhone, namun di tempat ini ribuan unit justru diperlakukan layaknya bahan bangunan biasa yang “tak bernilai”.
“Di sini orang nabung berbulan-bulan bisa dapat satu, di sana dijadiin tembok,” tulis salah satu warganet. Komentar lain menyindir, “Mungkin buat mereka iPhone itu sudah seperti batu bata saja.”
Namun, di sisi lain, ada pula yang menilai instalasi ini memiliki makna mendalam sebagai sebuah sindiran sosial. Pagar penuh iPhone ini dipandang sebagai kritik tajam terhadap gaya hidup konsumtif dan siklus teknologi yang berputar sangat cepat. Barang yang dulunya dianggap sangat mahal dan bergengsi, bisa dengan cepat dianggap ketinggalan zaman dan tidak berharga hanya karena muncul model baru.
Menjadi Spot Wisata Baru
Terlepas dari berbagai pro dan kontra yang muncul, satu hal yang pasti: pagar unik ini telah sukses mencuri perhatian publik. Lokasi tersebut kini berubah menjadi spot foto baru yang ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung tumpukan ribuan iPhone yang disusun menjadi dinding.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa pemilik rumah dan berapa total nilai dari seluruh iPhone yang ditempel tersebut. Namun, fenomena ini sukses menjadi bahan perbincangan hangat, mempertanyakan kembali nilai sebuah barang di mata manusia di tengah derasnya arus tren dan teknologi.
(*)
