Gagal Jambret Ponsel, Dua Pemuda di Surabaya Dimassa Warga, Motor Tercebur ke Sungai Kalimas

Ungkap kasus hukum Nasional

SURABAYA – Aksi perampasan atau jambret yang dilakukan dua pemuda di kawasan Kota Lama Surabaya berakhir tragis bagi pelaku. Kedua pelaku berinisial MU (20) dan ME (20) tidak hanya gagal membawa kabur barang hasil kejahatan, tetapi juga menjadi bulan-bulanan massa. Bahkan, motor yang mereka kendarai pun tercebur ke Sungai Kalimas di bawah Jembatan Merah, Rabu (22/4/2026) sore.

Kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Rajawali, Kecamatan Bubutan. Saat itu, kedua pelaku berboncengan menggunakan motor Suzuki Satria FU berwarna hitam tanpa plat nomor. Mereka memepet korban, NE (37), yang sedang mengendarai motor dari sisi kiri. Dalam hitungan detik, ponsel yang dipegang korban langsung dirampas secara paksa.

Namun, nasib buruk menimpa kedua pelaku. Ponsel yang baru saja dirampas justru terlepas dari tangan dan jatuh ke jalan aspal. Akibat aksi tersebut, korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dari motor dan langsung berteriak meminta tolong dengan keras, “Jambret! Jambret!”.

Teriakan korban langsung menarik perhatian petugas Satpol PP yang sedang berjaga di kawasan Taman Sejarah Surabaya serta warga sekitar yang berada di lokasi. Tanpa pikir panjang, petugas dan warga langsung mengejar kedua pelaku yang mencoba melarikan diri dengan kecepatan tinggi.

Pengejaran berlangsung singkat. Kedua pelaku berhasil dikejar dan ditangkap. Emosi warga yang memuncak membuat kedua pemuda tersebut sempat dimassa dan mendapat perlakuan keras dari massa. Sementara itu, motor yang mereka kendarai hilang kendali, menabrak pagar pembatas jalan, dan akhirnya terjun ke Sungai Kalimas di bawah Jembatan Merah.

Kondisi motor yang terendam air sungai menjadi tontonan warga yang melintas di kawasan tersebut. Petugas Damkar kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi motor dari dasar sungai sekitar pukul 17.30 WIB. Proses evakuasi ini sempat memicu kemacetan panjang di sekitar Jembatan Merah karena banyak warga yang berhenti untuk melihat kejadian tersebut.

Untuk menghindari amukan massa yang semakin parah, petugas segera mengamankan kedua pelaku ke pos keamanan terdekat sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian di Polsek Bubutan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, korban mengalami luka akibat terjatuh dari motor. Korban didiagnosis mengalami dislokasi pada bagian tangan dan sudah mendapatkan penanganan medis di lokasi sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku untuk mengetahui motif dan apakah mereka memiliki rekam jejak kriminalitas lainnya. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindak kriminalitas, terutama di jalan raya, serta pentingnya peran serta warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!