Status Meningkat Drastis! Madura Tak Lagi Zona Merah, Kini Resmi Jadi Zona Hitam Narkoba

Nasional

SUMENEP – Alarm bahaya peredaran gelap narkotika di Pulau Madura kini benar-benar berbunyi nyaring dan berada pada level paling kritis. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep secara tegas menyatakan bahwa wilayah Madura tidak lagi cukup digambarkan sebagai “zona merah”, melainkan telah naik status menjadi zona hitam.

Status serius ini disampaikan langsung oleh Kepala Sub Bagian Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo. Menurutnya, perubahan status tersebut bukan sekadar isu atau peringatan biasa, melainkan fakta yang didasarkan pada rentetan kasus besar yang berhasil diungkap aparat dalam beberapa bulan terakhir.Temuan Jumlah Besar Jadi Alasan Utama

Wahyu menjelaskan, keputusan menetapkan Madura sebagai zona hitam diambil lantaran maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang masuk dan beredar dalam jumlah yang sangat masif.

Salah satu bukti nyata yang menjadi sorotan adalah penemuan puluhan kilogram sabu di perairan Pulau Masalembu. Selain itu, aparat juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 7 kilogram sabu yang hendak masuk ke wilayah Madura melalui jalur strategis Jembatan Suramadu.

“Dengan temuan sebesar itu, kita tidak bisa lagi menganggap Madura hanya zona merah. Ini sudah zona hitam, karena peredarannya sangat masif dan jumlahnya tidak main-main,” tegas Wahyu tegas, dikutip Senin (4/5/2026). Modus Sindikat Makin Lihai, Manfaatkan Wilayah Kepulauan

Kondisi geografis Madura yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki garis pantai yang panjang ternyata dimanfaatkan sebaik mungkin oleh jaringan sindikat narkoba. Wilayah yang luas dan beberapa titik yang sulit dijangkau dijadikan celah utama untuk memuluskan aksi penyelundupan.

Yang lebih mengkhawatirkan, pola pergerakan sindikat ini diduga sudah sangat terorganisir dan diduga kuat melibatkan jaringan internasional. Mereka semakin lihai dalam mencari celah untuk memasukkan barang haram tersebut ke daratan Madura.

“Jaringannya sudah sangat rapi. Mereka memanfaatkan kondisi wilayah kita yang kepulauan untuk bergerak bebas,” tambahnya.Perang Melawan Narkoba Bukan Tugas Aparat Saja

Meskipun aparat terus bergerak agresif dan berhasil mengungkap sejumlah kasus besar, Wahyu menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada penegak hukum. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama kemenangan dalam memerangi musuh bersama ini.

“Tokoh desa, tokoh agama, hingga masyarakat luas harus ikut bergerak dan bersatu. Tidak ada wilayah yang benar-benar aman dari narkoba jika kita lengah,” ujarnya.

BNNK Sumenep juga mendorong pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain penindakan, upaya edukasi dan pencegahan dini harus terus diperkuat agar generasi muda tidak terjerumus.

Sebab, tanpa kesadaran dan peran aktif dari semua pihak, ancaman narkoba dikhawatirkan akan semakin merusak tatanan sosial dan menghancurkan masa depan generasi muda di Madura.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!