Polsek Long Ikis Edukasi Pelajar SMPN 8 Tiwei Lewat Program Police Goes to School, Bangun Generasi Muda Sadar Hukum

TNI-Polri nasional

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Paser – Polsek Long Ikis terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang memiliki kesadaran hukum tinggi dan berkarakter positif melalui pelaksanaan kegiatan Police Goes to School. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Desa Tiwei, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, dengan menyasar langsung siswa-siswi sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai permasalahan yang kerap muncul di kalangan remaja.

Acara yang berlangsung di Aula Utama SMP Negeri 8 Tiwei diikuti oleh lebih dari 100 siswa dan siswi dari kelas VII hingga IX, serta dihadiri oleh para guru dan tenaga pendidik sekolah tersebut. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah yang menyatakan bahwa edukasi dari kepolisian sangat penting untuk memberikan wawasan yang tepat kepada pelajar terkait isu-isu yang mereka hadapi di era modern saat ini. Sebelum memasuki sesi materi utama, acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Tiwei yang menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Polsek Long Ikis atas kesediaan datang memberikan pembinaan kepada para siswa.

Dalam kegiatan ini, personel Polsek Long Ikis yang terdiri dari anggota Binmas dan Humas memberikan serangkaian sosialisasi dan edukasi yang sangat relevan dengan kondisi terkini di kalangan pelajar. Materi yang disampaikan mencakup beberapa topik utama, antara lain tertib berlalu lintas, kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pencegahan perundungan (bullying). Edukasi ini dinilai sangat penting mengingat meningkatnya tantangan dan pengaruh negatif dari berbagai sisi yang dapat berdampak signifikan pada perilaku dan perkembangan pelajar di usia sekolah.

Untuk materi tertib berlalu lintas, para siswa diajak memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, terutama bagi mereka yang sudah mulai menggunakan kendaraan seperti sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Personel kepolisian menjelaskan tentang risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat tidak mematuhi aturan, serta konsekuensi hukum yang mungkin diterima jika melanggar peraturan lalu lintas.

Dalam sesi bahaya narkoba, para siswa diberikan pemahaman tentang jenis-jenis narkoba yang sering menyasar remaja, cara kerja zat tersebut dalam tubuh, serta dampak jangka pendek dan panjang bagi kesehatan fisik dan mental. Selain itu, mereka juga diajak memahami konsekuensi hukum yang akan diterima jika terlibat dalam penyalahgunaan atau perdagangan narkoba.

Untuk materi pencegahan bullying, kegiatan diisi dengan penjelasan tentang bentuk-bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, baik secara langsung maupun melalui media sosial (cyberbullying). Para siswa diajak untuk memahami bahwa setiap bentuk kekerasan dan penghinaan terhadap orang lain adalah tidak benar dan dapat memberikan dampak buruk bagi korban. Mereka juga didorong untuk menjadi agen perubahan yang aktif mencegah tindakan bullying di lingkungan sekitar.

Kapolsek Long Ikis, IPTU Slamet Hafidin, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, S.I.K., M.H., secara langsung menyampaikan materi utama dan memberikan pesan penting kepada para pelajar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan Police Goes to School ini memiliki tujuan yang sangat jelas, yaitu untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini, serta meminimalisir tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

“Kami menyadari bahwa generasi muda adalah masa depan bangsa, oleh karena itu penting bagi kita untuk memberikan pembinaan dan edukasi yang tepat agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas, bertanggung jawab, dan menghargai hukum. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kerja sama antara Polri dan sekolah dalam menjaga keamanan dan membangun lingkungan belajar yang kondusif,” ujar IPTU Slamet Hafidin.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif guru dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing perilaku anak, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. “Polri tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerja sama yang erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membentuk karakter anak-anak kita. Guru dan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi dini jika ada tanda-tanda perilaku menyimpang pada anak-anak,” tambahnya.

Dalam penyampaian materi secara lebih rinci, Kapolsek Long Ikis memberikan sejumlah pesan penting yang disesuaikan dengan kondisi para pelajar. Terkait tertib berlalu lintas, ia khususnya mengingatkan siswa yang sudah menggunakan sepeda motor untuk selalu memakai helm standar SNI, tidak menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu ketertiban dan kesehatan, serta memastikan bahwa kendaraan yang digunakan dalam kondisi laik jalan. Ia juga menekankan bahwa mengemudi atau menjadi pengendara sepeda motor di bawah umur adalah pelanggaran hukum yang dapat berakibat fatal.

“Banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya keselamatan. Kita tidak ingin melihat anak-anak kita menjadi korban kecelakaan yang bisa dihindari. Oleh karena itu, mulai dari sekarang, mari kita jadikan kebiasaan yang baik untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas,” ujarnya dengan tegas.

Selain itu, siswa juga diminta untuk menjauhi segala bentuk narkoba yang kini semakin canggih dalam cara penyebarannya dan sering menyasar remaja usia sekolah. IPTU Slamet Hafidin menjelaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan dan merusak hubungan dengan keluarga serta teman-teman. “Jangan sekali-kali mencoba atau dekat dengan barang haram ini. Jika ada orang yang menawarkan atau mencoba mempengaruhi Anda untuk menggunakan narkoba, segera laporkan kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian,” pesannya.

Dalam bagian pencegahan bullying, Kapolsek mengajak para siswa untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membantu teman-teman yang sedang mengalami kesulitan. Ia menyampaikan bahwa setiap orang memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah, dan tidak ada alasan bagi siapapun untuk melakukan tindakan perundungan terhadap orang lain.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat antusias diikuti oleh para siswa. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan terkait dengan permasalahan yang mereka temui di lingkungan sekitar, seperti cara menghadapi teman yang menyalahgunakan narkoba, bagaimana cara menangani jika menjadi korban bullying, serta aturan lalu lintas yang harus dipatuhi oleh pelajar. Personel Polsek Long Ikis memberikan jawaban yang jelas dan mudah dipahami oleh para siswa.

Untuk memberikan contoh yang lebih nyata, pihak kepolisian juga menampilkan beberapa alat pendidikan seperti contoh helm standar dan tidak standar, serta materi edukatif berupa poster dan brosur tentang bahaya narkoba dan pentingnya tertib berlalu lintas yang kemudian diberikan kepada sekolah sebagai bahan pembelajaran tambahan.

Kegiatan Police Goes to School di SMP Negeri 8 Tiwei ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara personel Polsek Long Ikis dengan para siswa dan guru. Pihak sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para siswa dan berharap bahwa program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala. Sementara itu, Polsek Long Ikis menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan kunjungan ke berbagai sekolah di wilayah hukumnya untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar, sebagai bagian dari komitmen Polri dalam membangun masyarakat yang aman, tertib, dan sadar hukum.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!