
Surabaya – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPP APTRINDO) menggelar audiensi penting dengan PT Pertamina Patra Niaga pada Senin, 17 November 2025, di Surabaya. Agenda utama: evaluasi komprehensif implementasi QR Code MyPertamina dalam penyaluran BBM subsidi Bio Solar untuk kendaraan angkutan barang. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan yang meningkat dari pengusaha dan pengemudi truk terkait kendala teknis yang menghambat operasional mereka.
APTRINDO: Sistem QR Code Perlu Penyempurnaan, Jangan Korbankan Efisiensi!
APTRINDO menyampaikan bahwa meskipun mendukung penuh upaya pemerintah untuk memastikan subsidi BBM tepat sasaran, implementasi QR Code MyPertamina masih perlu penyempurnaan. Beberapa kendala yang menjadi perhatian utama:
Kendala Teknis: Sering terjadi gangguan pada sistem QR Code, seperti kesulitan scan, koneksi internet yang tidak stabil, dan antrian panjang di SPBU. Sosialisasi yang Kurang Merata: Masih banyak pengusaha dan pengemudi truk yang belum memahami sepenuhnya cara penggunaan QR Code MyPertamina. Verifikasi Data yang Rumit: Proses verifikasi data kendaraan dan pengemudi dinilai terlalu rumit dan memakan waktu. Dampak pada Biaya Operasional: Kendala-kendala tersebut menyebabkan peningkatan biaya operasional angkutan barang karena waktu yang terbuang dan potensi keterlambatan pengiriman.
“Kami mendukung upaya pemerintah untuk memastikan subsidi BBM tepat sasaran, tetapi implementasi QR Code MyPertamina harus dievaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai tujuan baik ini justru mengorbankan efisiensi dan kelancaran operasional angkutan barang,” ujar Bapak Gemilang Tarigan, Ketua Umum DPP APTRINDO.
Pertamina Patra Niaga: Komitmen Perbaiki Sistem, Angkutan Barang Tetap Jadi Prioritas
PT Pertamina Patra Niaga menyambut baik masukan dari APTRINDO dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem QR Code MyPertamina. Beberapa langkah yang akan diambil:
Peningkatan Infrastruktur: Memperkuat infrastruktur teknologi informasi untuk memastikan sistem QR Code berjalan stabil dan lancar. Sosialisasi Intensif: Meningkatkan sosialisasi kepada pengusaha dan pengemudi truk melalui berbagai kanal, seperti pelatihan, workshop, dan media sosial. Penyederhanaan Proses Verifikasi: Menyederhanakan proses verifikasi data kendaraan dan pengemudi agar lebih cepat dan mudah. Layanan Pengaduan yang Responsif: Membuka layanan pengaduan yang responsif untuk menampung keluhan dan memberikan solusi bagi pengusaha dan pengemudi truk.
“Kami berterima kasih atas masukan dari APTRINDO. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem QR Code MyPertamina agar lebih efektif dan efisien. Angkutan barang tetap menjadi prioritas kami,” ujar Ibu Tria, Direktur Pemasaran PT Pertamina Patra Niaga.
Solusi Kolaboratif: APTRINDO dan Pertamina Patra Niaga Bentuk Tim Evaluasi Bersama
Sebagai langkah konkret, APTRINDO dan Pertamina Patra Niaga sepakat untuk membentuk tim evaluasi bersama. Tim ini akan bertugas untuk:
Menganalisis Data: Menganalisis data penggunaan QR Code MyPertamina untuk mengidentifikasi masalah dan potensi perbaikan. Menguji Coba Solusi: Menguji coba berbagai solusi untuk mengatasi kendala teknis dan administratif. Memberikan Rekomendasi: Memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan Pertamina Patra Niaga untuk penyempurnaan sistem QR Code MyPertamina.
Harapan ke Depan: Subsidi Tepat Sasaran, Angkutan Barang Lancar, Ekonomi Kota Jaya!
APTRINDO dan Pertamina Patra Niaga berharap agar kolaborasi ini dapat menghasilkan solusi yang tepat sasaran, sehingga subsidi BBM dapat dinikmati oleh yang berhak dan operasional angkutan barang tetap lancar. Dengan demikian, ekonomi Surabaya dan Indonesia secara keseluruhan dapat terus tumbuh dan berkembang.
“Kami berharap agar kolaborasi ini dapat menghasilkan solusi yang terbaik bagi semua pihak. Subsidi tepat sasaran, angkutan barang lancar, ekonomi kota jaya!” pungkas Bapak Gemilang Tarigan.
(red)
