
BATANG, 14 Desember 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar mengambil langkah tegas untuk memperkuat pengamanan aset negara di Daerah Latihan Pantai Jodo, Kecamatan Gringsing, Jawa Tengah, pada Sabtu (13/12/2025). Peninjauan ini bukan hanya sekadar kunjungan rutin, melainkan wujud komitmen Akmil untuk memastikan kepastian hukum dan mendukung efektivitas latihan militer, demi menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
Didampingi oleh Pejabat Distribusi Akmil dan Forkopimda Kabupaten Batang, Mayjen TNI Rano Tilaar melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi Daerah Latihan Pantai Jodo. Beliau menekankan pentingnya penegakan hukum dan tertib administrasi dalam pengelolaan aset negara, demi mencegah potensi sengketa dan penyalahgunaan lahan.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengamankan aset negara yang dipercayakan kepada kami. Oleh karena itu, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kepastian hukum dan mencegah segala bentuk pelanggaran,” ujar Mayjen TNI Rano Tilaar dengan nada tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akmil juga berdialog dengan masyarakat sekitar, menjelaskan mengenai pentingnya Daerah Latihan Pantai Jodo bagi pendidikan dan latihan calon perwira TNI AD. Beliau menekankan bahwa latihan militer yang efektif dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat dari segala ancaman.

“Kami menyadari bahwa keberadaan Daerah Latihan Pantai Jodo ini memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami akan berupaya meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat positif bagi masyarakat,” jelas Mayjen TNI Rano Tilaar.
Beliau juga menegaskan bahwa Akmil akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menertibkan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, beliau juga menjamin bahwa Akmil akan melakukan pendekatan yang humanis dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Kami tidak ingin menimbulkan konflik dengan masyarakat. Kami ingin membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati. Namun, kami juga tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dapat merugikan negara dan masyarakat,” tegas Mayjen TNI Rano Tilaar.
Dengan penegasan status aset negara dan penegakan hukum yang tegas, Akmil berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi pelaksanaan latihan militer. Daerah Latihan Pantai Jodo diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan dan latihan yang berkualitas, menghasilkan perwira-perwira TNI AD yang profesional, tangguh, dan berintegritas.
Kunjungan Gubernur Akmil ke Pantai Jodo ini menjadi sinyal kuat bagi semua pihak bahwa TNI akan selalu hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta melindungi aset negara dari segala bentuk ancaman. Dengan kepastian hukum dan efektivitas latihan militer, diharapkan stabilitas wilayah dapat terjaga dan masyarakat dapat hidup dengan aman dan sejahtera.
Akmil berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam mengelola Daerah Latihan Pantai Jodo secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan kerjasama dan sinergi, diharapkan Pantai Jodo dapat menjadi wilayah yang aman, sejahtera, dan berdaya saing.
(red)
