
JAKARTA, [TANGGAL] – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., secara resmi memberikan pembekalan dan amanah strategis kepada rombongan calon Atase Kepolisian serta staf teknis Polri yang akan menjalankan tugas di berbagai negara luar negeri. Acara yang digelar di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) ini juga diwarnai dengan penyerahan buku strategi pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perdagangan Orang untuk Tujuan Pelacuran (TPPA–PPO), sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam memerangi kejahatan internasional yang secara khusus menyasar kelompok perempuan dan anak.
Dalam sambutannya pada acara pembekalan tersebut, Wakapolri menekankan bahwa tugas yang akan diemban oleh para calon atase dan staf teknis bukan hanya sebatas menjalankan fungsi kepolisian secara konvensional, melainkan juga menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan kepentingan nasional serta menangkal ancaman kejahatan yang bersifat global. “Para atase kepolisian yang akan bertugas di luar negeri adalah perwakilan langsung Polri dan bangsa Indonesia di kancah internasional. Peran kalian bukan hanya sebagai pelaksana tugas teknis, melainkan juga sebagai agen diplomasi kepolisian yang harus mampu membangun kerja sama strategis dengan institusi kepolisian negara tuan rumah,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Penyerahan buku strategi pemberantasan TPPA–PPO menjadi salah satu poin penting dalam acara ini. Wakapolri menjelaskan bahwa permasalahan perdagangan orang serta eksploitasi perempuan dan anak merupakan ancaman serius yang tidak mengenal batas negara, sehingga membutuhkan kerjasama lintas negara yang kuat dan terstruktur. “Buku strategi ini merupakan hasil kerja keras tim ahli Polri yang telah mengkaji berbagai kasus dan pengalaman baik dari dalam maupun luar negeri. Melalui buku ini, kami berharap para atase dapat memiliki panduan yang jelas dalam menangani permasalahan TPPA–PPO, serta mampu menggerakkan kerja sama internasional untuk memberantas kejahatan yang sangat merusak martabat kemanusiaan ini,” tegasnya.
Acara pembekalan yang diikuti oleh puluhan calon atase dan staf teknis yang akan ditempatkan di berbagai kedutaan besar serta perwakilan Indonesia di luar negeri ini juga menjadi momentum peneguhan peran atase sebagai garda terdepan diplomasi kepolisian. Wakapolri menekankan bahwa dalam menghadapi dinamika kejahatan global yang semakin kompleks – mulai dari kejahatan Siber, terorisme, hingga perdagangan barang ilegal – peran atase kepolisian menjadi semakin krusial dalam mengumpulkan informasi, membangun jaringan kerja sama, serta menyinkronkan langkah-langkah penegakan hukum antar negara.
Selain materi terkait pemberantasan kejahatan internasional, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai protokol diplomatik, kebijakan luar negeri terkait keamanan, serta strategi komunikasi dalam lingkup internasional. Materi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap calon atase dan staf teknis memiliki kompetensi yang komprehensif dalam menjalankan tugasnya, baik dari sisi teknis kepolisian maupun aspek diplomasi.
Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan zaman. “Kita menyadari bahwa tantangan kejahatan global semakin kompleks dan canggih. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan yang matang bagi setiap personel yang akan bertugas di luar negeri, sehingga mereka dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mendukung misi Polri dan negara,” ujarnya.
Wakapolri juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, akan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap lini penugasan internasional yang dilakukan oleh Polri. “Kita tidak akan pernah kompromi dalam hal melindungi hak dan martabat perempuan serta anak. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri, setiap upaya yang bertujuan untuk melindungi mereka harus menjadi fokus utama dalam kerja kita,” jelas Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Acara ditutup dengan penandatanganan surat perintah tugas bagi para calon atase dan staf teknis, serta doa bersama untuk keberhasilan pelaksanaan tugas mereka. Para peserta menyampaikan komitmen mereka untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh dedikasi, integritas, dan profesionalisme, serta menjadi duta bangsa yang dapat membanggakan nama baik Polri dan Indonesia di kancah internasional.
(red)
