
Denpasar, 12 Desember 2025 – Segenap keluarga besar BNN Provinsi Bali mengucapkan Selamat & Sukses atas pelantikan Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si. sebagai Kepala BNN Provinsi Bali. Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si. berkomitmen untuk memimpin BNN Provinsi Bali dengan mengedepankan kearifan lokal “Tri Hita Karana” dalam program pencegahan narkoba berbasis komunitas, serta mengoptimalkan program “Desa/Adat Bersinar” sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Bali yang Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si. menjelaskan bahwa “Tri Hita Karana” adalah filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan pada harmoni antara tiga elemen penting, yaitu:
1. Parahyangan (Hubungan Manusia dengan Tuhan): Memperkuat nilai-nilai spiritualitas dan keagamaan dalam kehidupan masyarakat, sehingga mereka memiliki landasan moral yang kuat untuk menolak narkoba. BNN Provinsi Bali akan bekerjasama dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan agama dan pembinaan mental.
2. Pawongan (Hubungan Manusia dengan Manusia): Membangun hubungan sosial yang harmonis dan saling mendukung di masyarakat, sehingga tidak ada ruang bagi peredaran narkoba. BNN Provinsi Bali akan memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok diskusi, kegiatan olahraga, dan kegiatan seni budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
3. Palemahan (Hubungan Manusia dengan Alam): Menjaga kelestarian lingkungan alam, sehingga masyarakat memiliki lingkungan yang sehat dan nyaman untuk hidup. BNN Provinsi Bali akan menggalakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, dan pengelolaan sampah terpadu.
“Kami percaya bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai ‘Tri Hita Karana’ dalam program pencegahan narkoba, kita dapat menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap pengaruh narkoba. Masyarakat akan memiliki kesadaran yang tinggi tentang bahaya narkoba, serta memiliki kemampuan untuk melindungi diri dan keluarga mereka dari narkoba,” ujar Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si.
Selain itu, Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si. juga akan mengoptimalkan program “Desa/Adat Bersinar” sebagai garda terdepan dalam pencegahan narkoba di tingkat desa/adat. Program ini melibatkan seluruh komponen masyarakat desa/adat, termasuk kepala desa/adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan relawan.
Program “Desa/Adat Bersinar” meliputi:
1. Pembentukan Satgas Anti Narkoba: Membentuk Satgas Anti Narkoba di setiap desa/adat yang bertugas untuk melakukan pengawasan, penyuluhan, dan penindakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
2. Penyusunan Peraturan Desa/Adat: Menyusun peraturan desa/adat yang mengatur tentang pencegahan dan penanggulangan narkoba, serta memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
3. Pengawasan Ketat: Melakukan pengawasan ketat terhadap tempat-tempat yang rawan dijadikan lokasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, seperti tempat hiburan malam, kos-kosan, dan tempat-tempat wisata.
4. Rehabilitasi Berbasis Masyarakat: Menyediakan layanan rehabilitasi berbasis masyarakat bagi pecandu narkoba, dengan melibatkan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si. mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersama-sama memperkuat komitmen dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika di Provinsi Bali.
“Mari kita jadikan Bali sebagai pulau yang bersih dari narkoba, pulau yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” ajak Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si.
Dengan semangat “Tri Hita Karana” dan program “Desa/Adat Bersinar”, BNN Provinsi Bali bertekad untuk mewujudkan Bali yang Bersih dari Narkoba (Bersinar), serta menciptakan lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Tri Hita Karana” Lawan Narkoba: Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin pimpin BNN Bali dengan kearifan lokal, “Desa/Adat Bersinar” jadi garda terdepan, harmoni manusia, alam, dan spiritualitas ciptakan Bali bebas narkoba. Bali Bersinar, Masyarakat Sejahtera, Narkoba Musnah!
(red
