
Kabupaten Cianjur Fakta yang mengkhawatirkan terungkap dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Kawasan Cianjur secara resmi dinyatakan berada dalam status zona merah peredaran narkoba jaringan internasional, dengan area pesisir pantai selatan menjadi fokus utama karena digunakan sebagai jalur tikus untuk menyeludupkan barang haram tersebut. Selain itu, wilayah utara kabupaten juga masuk dalam zona peredaran berbagai jenis narkoba karena menjadi jalur perlintasan dengan kabupaten/kota lain bahkan hingga wilayah Jabodetabek.
⚠️ SUBJUDUL — LUAS WILAYAH JADI TANTANGAN UTAMA DALAM PENYELIDIKAN
Kepala BNNK Cianjur, M Affan Eko, menyampaikan bahwa cakupan wilayah yang menjadi zona merah sangat luas, mulai dari bagian utara hingga selatan Kabupaten Cianjur, sehingga menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang dalam mengungkap seluruh jaringan sindikat narkoba yang beroperasi. “Cianjur masuk dalam zona merah peredaran dan penyelundupan narkoba jaringan internasional mulai dari utara hingga selatan yang sangat luas sehingga cukup sulit untuk diungkap, karena para pelaku sering menggunakan jalur tikus atau jalur ilegal,” ucapnya dalam keterangan yang dikutip pada hari Jumat (30/1).
Wilayah utara Cianjur yang berbatasan dengan beberapa kabupaten dan kota di sekitarnya serta memiliki akses langsung ke wilayah Jabodetabek membuatnya menjadi jalur penting bagi peredaran berbagai jenis narkoba. Sementara itu, pesisir pantai selatan dengan panjang garis pantai yang cukup luas dan banyaknya titik akses tersembunyi menjadi sarana utama untuk penyelundupan narkoba dari luar negeri atau wilayah lain melalui jalur laut.
PARAGRAF PERKERASAN MODUS OPERANDI PELAKU DAN RENTANG JARINGAN
Berdasarkan data yang terkumpul, sindikat narkoba yang beroperasi di kawasan Cianjur bekerja dengan pola jaringan yang terorganisir dan memiliki koneksi lintas negara. Para pelaku menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan aktivitas mereka, mulai dari memanfaatkan jalur jalan kecil yang tidak terawat dan tidak banyak dilalui di wilayah pedalaman, hingga menggunakan perahu kecil yang beroperasi di malam hari atau saat kondisi cuaca tidak mendukung aktivitas pelayaran umum di pesisir pantai selatan.
Narkoba yang diseludupkan dan diperedarkan meliputi berbagai jenis, mulai dari sabu-sabu, ganja, hingga jenis narkoba baru yang semakin marak beredar di kalangan muda mudi. Selain digunakan untuk konsumsi lokal, sebagian besar narkoba yang masuk melalui Cianjur juga dialirkan ke wilayah lain di Jawa Barat bahkan Jabodetabek untuk kemudian diperjualbelikan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
KERJASAMA MULTI INSTITUSI — UPAYA MEMPERSEMPIT RUANG GERAK SINDIKAT
Untuk mengatasi tantangan yang ada dan mempersempit ruang gerak sindikat narkoba internasional, pihak BNNK Cianjur mengaku secara rutin melakukan patroli bersama dengan berbagai institusi terkait, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Patroli ini difokuskan terutama di wilayah perairan dan pesisir pantai selatan untuk mencegah upaya penyelundupan melalui jalur laut.
“Keterbatasan personel dengan luasnya wilayah yang menjadi perhatian, membuat kami melakukan koordinasi dengan institusi kepolisian, TNI AL dan Badan Keamanan Laut (Bakamla),” jelas M Affan Eko. Kerjasama ini meliputi pembagian wilayah patroli, pertukaran informasi terkait aktivitas mencurigakan, hingga tindakan bersama dalam menangkap pelaku dan menyita barang bukti berupa narkoba serta alat transportasi yang digunakan untuk penyelundupan dan peredaran.
Selain itu, pihak BNNK Cianjur juga bekerja sama dengan BNN Kabupaten/Kota sekitar dan BNN Provinsi Jawa Barat untuk mengantisipasi peredaran narkoba melalui jalur perlintasan wilayah utara.
⚠️ PERAN MASYARAKAT — KUNCI KEBERHASILAN PENINDAKAN
Menurut Kepala BNNK Cianjur, penindakan peredaran dan penyelundupan narkoba tidak dapat hanya bergantung pada kekuatan aparatur penegak hukum semata. Dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengungkap setiap bentuk aktivitas terkait narkoba di wilayah Cianjur.
“Penindakan peredaran narkoba juga membutuhkan peran banyak pihak termasuk masyarakat dengan cara melapor jika menemukan gelagat mencurigakan di perairan atau pantai selatan,” tegasnya. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang dianggap mencurigakan, seperti kedatangan perahu tidak dikenal di pantai pada malam hari, orang yang membawa bungkusan atau wadah tidak jelas di area pesisir atau jalur pedalaman yang jarang dilalui, maupun adanya penjualan barang yang tidak jelas di lingkungan sekitar.
Untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan, BNNK Cianjur telah menyediakan berbagai saluran komunikasi, termasuk nomor hotline khusus yang dapat dihubungi kapan saja, serta kotak saran yang ditempatkan di beberapa titik strategis di Kabupaten Cianjur. Selain itu, masyarakat juga dapat melapor secara langsung ke kantor BNNK Cianjur atau melalui pihak kepolisian setempat.
UPAYA PENCEGAHAN DAN REHABILITASI PROGRAM UNTUK MELINDUNGI MASYARAKAT
Selain penindakan terhadap pelaku, pihak BNNK Cianjur juga menjalankan berbagai program pencegahan dan rehabilitasi untuk melindungi masyarakat, terutama kaum muda, dari bahaya narkoba. Program ini meliputi sosialisasi ke sekolah-sekolah, kampus, serta masyarakat desa untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dan cara menghindarinya.
Untuk para pengguna narkoba yang bersedia untuk berubah, BNNK Cianjur bekerja sama dengan rumah sakit dan lembaga rehabilitasi untuk memberikan perawatan dan bimbingan agar mereka dapat kembali berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat. “Kita tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya menyelamatkan korban narkoba dan mencegah munculnya korban baru. Ini adalah tugas bersama yang membutuhkan dukungan dari semua pihak,” ujar M Affan Eko.
PENUTUP — PERJUANGAN YANG BELUM SELESAI UNTUK BEBASKAN CIANJUR DARI NARKOBA
Status zona merah yang diberikan kepada Kabupaten Cianjur menjadi panggilan untuk semua pihak untuk lebih meningkatkan perhatian dan kerja sama dalam memerangi peredaran narkoba. Pihak BNNK Cianjur berkomitmen untuk terus melakukan upaya terbaik dalam mengungkap jaringan sindikat narkoba, baik yang beroperasi secara lokal maupun internasional.
Namun, perjuangan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari masyarakat. “Kita berharap seluruh masyarakat Cianjur dapat bergandengan tangan dengan aparatur penegak hukum untuk membersihkan wilayah kita dari ancaman narkoba. Hanya dengan kerja sama yang erat, kita dapat menjadikan Cianjur sebagai daerah yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh barang haram yang merusak masa depan generasi muda,” pungkas Kepala BNNK Cianjur, M Affan Eko.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan godaan menggunakan atau memperjualbelikan narkoba, serta selalu mengingat bahwa bahaya narkoba tidak hanya berdampak pada diri sendiri tetapi juga pada keluarga dan masyarakat secara luas.
(*)
