
Lumajang, Jawa Timur – Di tengah kepiluan dan perjuangan panjang pasca-erupsi Gunung Semeru, secercah harapan datang dari Organisasi Masyarakat Gerakan Pemuda Jawa Madura Bersatu, atau yang akrab disapa Jawara Bersatu. Organisasi yang berpusat di Jalan Asem Bagus 4 No. 1 Surabaya ini melancarkan misi kemanusiaan skala besar, menyalurkan bantuan logistik esensial kepada ribuan pengungsi di Kabupaten Lumajang.
Misi ini bukan sekadar penyaluran bantuan biasa, melainkan sebuah konvoi solidaritas yang menunjukkan kekuatan persatuan. Sebanyak 85 anggota Jawara Bersatu, terdiri dari perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC), bergerak serentak dari Surabaya. Mereka mengarungi perjalanan menuju Lumajang dengan armada yang tak main-main: 20 unit mobil pribadi dan 1 truk pengangkut logistik utama. Tak hanya itu, dukungan tambahan berupa 25 unit mobil lain, 1 ambulans, dan 1 truk logistik semakin memperkuat barisan kepedulian ini.
Fokus pada Kebutuhan Mendesak: Meringankan Beban Pengungsi
Bantuan yang disalurkan Jawara Bersatu difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak para pengungsi, terutama di Desa Pronojiwo dan Supit Urang yang menjadi salah satu titik pengungsian utama. Sebanyak 500 kantong bantuan telah disiapkan, masing-masing berisi paket komprehensif yang sangat dibutuhkan: beras sebagai bahan makanan pokok, mi instan untuk asupan cepat, minyak tanah untuk penerangan dan memasak, serta perlengkapan tidur berupa kasur lipat, bantal, dan guling. Item-item ini dipilih secara cermat untuk memastikan pengungsi mendapatkan kenyamanan dasar di tengah kondisi serba terbatas.
H. Hasan, Ketua Pembina DPP Jawara Bersatu, menegaskan komitmen organisasinya. “Ini adalah panggilan hati kami untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujarnya.
Kehadiran Langsung, Sentuhan Personal
Misi kemanusiaan ini juga melibatkan kehadiran langsung para petinggi Jawara Bersatu di lapangan. Suhaili, Ketua DPC Surabaya, Eko, Ketua DPC Sidoarjo, dan H. Riborn, Ketua Jawara Community, turut serta membagikan bantuan secara langsung kepada para pengungsi. Pendekatan personal ini menciptakan ikatan emosional dan memberikan semangat baru bagi para penyintas erupsi.
Sambutan hangat dan rasa syukur tak henti-hentinya diungkapkan oleh warga di lokasi pengungsian. Senyum tulus dan ucapan terima kasih menjadi energi bagi para relawan Jawara Bersatu. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Ini sangat meringankan beban kami di sini,” ucap salah seorang pengungsi dengan mata berkaca-kaca.
Aksi Jawara Bersatu ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih membara di tengah masyarakat. Harapannya, bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan materiil, tetapi juga memberikan kekuatan moral bagi para pengungsi untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka. Solidaritas seperti inilah yang menjadi pilar utama dalam menghadapi setiap cobaan bencana.
(red)
