
Semarang, Kamis, 18 Desember 2025 | 21.00 WIB – Lebih dari sekadar audiensi rutin, pertemuan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., dan Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., di Makodam IV/Diponegoro hari ini, adalah babak baru kolaborasi strategis. Bukan hanya menyukseskan program pemerintah, sinergi ini mengukir prestasi di berbagai bidang, dari ketahanan pangan hingga pengembangan wisata sejarah, menjadikan Semarang model kemitraan ideal TNI-Pemda!
Bupati Ngesti Nugraha hadir bukan dengan proposal proyek, melainkan membawa laporan keberhasilan program kolaborasi yang sudah berjalan, sekaligus gagasan inovatif untuk memperluas cakupan kerja sama.
Pangdam Achiruddin menyambut antusias, bukan hanya dengan janji dukungan, tapi dengan tawaran konkret pemanfaatan sumber daya TNI yang selama ini belum tersentuh.
Fokus utama sinergi ini adalah:
Revolusi Pertanian Organik Berbasis Pesantren: TNI AD dan Pemkab Semarang menggandeng pesantren-pesantren untuk mengembangkan pertanian organik. Lahan-lahan tidur milik TNI dimanfaatkan sebagai showcase pertanian modern, sekaligus pusat pelatihan bagi santri dan petani lokal. Hasilnya, bukan hanya peningkatan produksi pangan, tapi juga lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan dan berjiwa wirausaha.
Revitalisasi Benteng Willem I Ambarawa Jadi Destinasi Wisata Edukasi: Benteng bersejarah peninggalan Belanda ini disulap menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik. TNI AD membuka akses ke area-area yang selama ini tertutup untuk umum, sementara Pemkab Semarang membangun infrastruktur pendukung dan menggelar event budaya secara rutin. Kolaborasi ini mendongkrak kunjungan wisatawan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal: TNI AD memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran kepada pelaku UMKM di Kabupaten Semarang. Selain itu, TNI AD juga memfasilitasi akses UMKM ke pasar yang lebih luas, baik offline maupun online. Hasilnya, UMKM semakin berkembang, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program “Satu Prajurit, Satu Desa Binaan”: Setiap prajurit TNI AD ditugaskan untuk membina satu desa di Kabupaten Semarang. Para prajurit ini bertugas untuk membantu masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kebersihan lingkungan. Program ini mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Lebih dari sekadar program, sinergi ini adalah tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan. Pangdam Achiruddin dan Bupati Ngesti Nugraha sepakat untuk terus menjalin komunikasi yang intensif dan terbuka, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI dan pemerintah daerah bisa bekerja sama secara harmonis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kami tidak ingin ada sekat atau batasan antara TNI dan masyarakat,” tegas Pangdam Achiruddin.
Bupati Ngesti Nugraha menambahkan, “Sinergi ini bukan hanya tentang proyek, tapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Semarang. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang solid, kita bisa mencapai tujuan yang lebih besar.”
Sinergi Diponegoro-Ngesti adalah inspirasi bagi daerah lain. Bukan sekadar kolaborasi, ini adalah bukti nyata bahwa TNI dan Pemda bisa bersatu padu membangun bangsa!
(red/Hery)
