
Surabaya, Jawa Timur – 27 Februari 2026 – Dalam momen kemuliaan Hari Isra Miraj 1447 Hijriah, Jaksa Agung Republik Indonesia mengirimkan pesan mendalam kepada seluruh umat Islam di seluruh negeri, dengan penekanan khusus kepada seluruh komponen dalam lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia (Insan Adhyaksa). Melalui acara peringatan yang digelar di Aula Utama Kejaksaan Agung Cabang Jawa Timur, Surabaya, Jaksa Agung mengajak untuk mendalami hikmah dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi pijakan penting dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Peristiwa Isra Miraj, yang mencatat perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem, kemudian melanjutkan perjalanan ke langit-langit hingga Sidratul Muntaha, tidak hanya memiliki makna spiritual yang dalam, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal tentang kebenaran, keadilan, dan integritas. Menurut Jaksa Agung, nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas penegakan hukum di negara hukum seperti Indonesia.
“Perjalanan Isra Miraj adalah simbol perjuangan untuk membawa cahaya kebenaran dalam tengah kegelapan ketidakadilan. Seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang diberikan wahyu untuk membimbing umat menuju kebaikan, kita sebagai pelaku penegakan hukum memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berpijak pada keadilan dan integritas yang tidak tergoyahkan,” ucap Jaksa Agung dalam pidatonya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang akan diimplementasikan oleh Kejaksaan Agung untuk mewujudkan penegakan hukum yang lebih adil dan berintegritas. Di antaranya adalah:
1. Penguatan Pelatihan Etika Profesional – Program pelatihan berkelanjutan bagi seluruh jaksa dan aparatur kejaksaan tentang etika profesional, integritas, serta pemahaman nilai-nilai agama yang dapat diintegrasikan dalam pekerjaan sehari-hari.
2. Peningkatan Sistem Pengawasan Internal – Pembentukan tim pengawasan khusus yang akan melakukan pemantauan berkala terhadap proses penuntutan dan penyelesaian perkara, guna memastikan tidak ada unsur penyimpangan atau praktik yang tidak sesuai dengan standar hukum.
3. Kerjasama dengan Masyarakat dan Lembaga Terkait – Penguatan sinergi dengan organisasi masyarakat, lembaga agama, dan institusi lainnya untuk menciptakan ekosistem penegakan hukum yang transparan dan akuntabel, serta menerima masukan konstruktif dari berbagai pihak.
4. Program Pendidikan Hukum untuk Masyarakat – Pelaksanaan kegiatan penyuluhan hukum dan pemahaman nilai-nilai keadilan di berbagai tingkat masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran hukum dan menciptakan budaya yang menghargai aturan hukum.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang menjadi tuan rumah acara menambahkan bahwa peringatan Hari Isra Miraj tahun ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan kinerja kejaksaan selama ini dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. “Kita menyadari bahwa tantangan dalam penegakan hukum terus berkembang, oleh karena itu kita harus senantiasa meningkatkan kapasitas dan integritas diri agar dapat memenuhi harapan masyarakat,” katanya.
Acara peringatan yang diikuti oleh ratusan insan adhyaksa dari berbagai tingkat kejaksaan di Jawa Timur juga diisi dengan kajian bersama yang menghadirkan narasumber dari ulama terkemuka di Surabaya. Dalam kajian tersebut, dijelaskan bahwa hikmah Isra Miraj juga mencakup pentingnya kerja keras, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau golongan.
Selain itu, sebagai bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai keadilan dan kasih sayang yang diajarkan dalam ajaran Islam, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako, buku pelajaran, dan perlengkapan sekolah kepada kurang lebih 500 keluarga miskin dan anak-anak yatim piatu di beberapa kecamatan di Surabaya dan sekitarnya.
Jaksa Agung menutup pidatonya dengan harapan bahwa semangat Isra Miraj yang membawa cahaya kebenaran dapat terus menerangi langkah-langkah seluruh insan adhyaksa dan umat Islam secara luas dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih adil, makmur, dan bermartabat. “Mari kita jadikan hikmah Isra Miraj sebagai daya dorong untuk bekerja keras, penuh integritas, dan selalu berjuang untuk kebenaran, sehingga penegakan hukum di Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain,” pungkasnya.
Apakah Anda ingin saya menyesuaikan isi berita ini dengan fokus pada wilayah tertentu atau menambahkan elemen khusus lainnya?
(Red)
