
Surabaya – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Surabaya mengungkapkan kasus penipuan yang dilakukan oleh tiga pria dengan menggunakan skenario yang cukup mengelabui. Pelaku mengaku berada dalam kesulitan karena anggota keluarga yang hilang, lalu meminta bantuan kepada pengendara motor yang lewat untuk diantar mencari orang tersebut. Namun, setelah korban bersedia membantu, mereka justru membawa kabur sepeda motor korban.
Kasusk ini terungkap setelah beberapa laporan masuk ke Polrestabes Surabaya terkait hilangnya sepeda motor yang digunakan korban saat mereka berniat membantu orang yang mengaku membutuhkan pertolongan. Wakil Kepala Polrestabes Surabaya AKBP Dwi Cahyono menjelaskan bahwa kasus penipuan dengan modus ini telah terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan terakhir di wilayah Kecamatan Wonocolo, Genteng, dan Kenjeran.
“Kami menerima laporan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan skenario serupa. Pelaku biasanya muncul berdua atau bertiga, mengaku sedang mencari anggota keluarga yang hilang, lalu meminta korban untuk mengantar mereka ke lokasi tertentu. Setelah korban bersedia membantu dan mengendarai motornya membawa salah satu pelaku, pelaku lainnya akan mengikuti dan pada saat yang tepat akan mengambil kesempatan untuk membawa kabur motor tersebut,” jelas AKBP Dwi Cahyono dalam keterangan resmi pada hari Sabtu (14/2/2026).
Dalam salah satu kasus yang berhasil diungkap, korban bernama Siti Nurhaliza (28) seorang pengusaha kecil di Kecamatan Wonocolo, mengatakan bahwa ia melihat tiga pria yang tampak khawatir berdiri di pinggir jalan pada hari Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. “Salah satu pria itu mendekat dan berkata ‘Bu, tolong dong bantu kami cari adik saya yang hilang, dia kemarin pergi dari rumah dan belum kembali’. Saya merasa iba lalu bersedia mengantar mereka ke lokasi yang disebutkan,” ujar Siti.
Namun, setelah mengantar salah satu pelaku ke sebuah gang di Kecamatan Wonocolo, pelaku tersebut mengaku perlu turun untuk mengecek lokasi tertentu. Saat Siti menunggu di luar gang, dua pelaku lainnya yang mengikuti dengan berjalan kaki tiba-tiba naik ke motor dan langsung mengendarainya pergi dengan cepat sebelum Siti bisa bereaksi. “Saya terkejut dan langsung berteriak minta tolong, namun mereka sudah kabur dengan cepat. Saya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonocolo,” tambah Siti dengan nada sedih.
Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, ketiga pelaku tersebut bekerja dalam sindikat yang telah merencanakan modus penipuan ini dengan cermat. Mereka menyasar pengendara motor yang tampak memiliki hati lembut dan mudah merasa iba terhadap kesusahan orang lain. “Modus ini sangat efektif karena memanfaatkan rasa empati korban. Pelaku menguasai cara untuk membuat korban merasa bersalah jika tidak membantu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Budi Santoso.
Kompol Budi Santoso menambahkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa karakteristik pelaku berdasarkan keterangan korban dan rekaman CCTV di beberapa lokasi kejadian. “Pelaku biasanya berusia antara 20-30 tahun, berpakaian kasual, dan menggunakan alasan yang sama tentang anggota keluarga yang hilang. Mereka sering beroperasi di jalan raya yang cukup ramai namun memiliki akses gang atau jalan kecil untuk melarikan diri,” jelasnya.
Polrestabes Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika menemukan orang yang meminta bantuan dengan skenario serupa. “Jika Anda ingin membantu, sebaiknya hubungi pihak berwenang seperti polisi atau dinas sosial untuk membantu mereka, daripada langsung mengantar sendiri. Jangan ragu untuk memverifikasi cerita mereka atau meminta bantuan dari warga sekitar sebelum mengambil tindakan,” ajak AKBP Dwi Cahyono.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih dalam proses mencari jejak pelaku berdasarkan informasi dari korban dan rekaman CCTV yang tersedia. Polrestabes Surabaya berkomitmen untuk segera menangkap pelaku dan menghentikan aksi penipuan yang merugikan masyarakat. “Kami akan terus melakukan patroli dan penyelidikan untuk mengungkap seluruh anggota sindikat ini dan mengembalikan harta yang dicuri kepada korban,” pungkas Kompol Budi Santoso.
(red)
