
SABTU, 17 JANUARI 2026 – KABUPATEN BLITAR Seorang pengendara sepeda motor gede (moge) berinisial MSM (38), warga Purwodadi, Pasuruan, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar. Peristiwa kecelakaan tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Humas (Kasi Humas) Polres Blitar, Aiptu Muheni.
Menurut informasi yang diberikan Muheni saat dikonfirmasi detikJatim pada Sabtu (17/1/2026), kecelakaan terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga penyebab utama kejadian adalah kurangnya konsentrasi pengendara saat melaju dengan kecepatan tinggi. Korban mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja dengan nomor polisi N 4585 TEB dan sedang melintas di JLS Blitar bersama rombongan pengendara moge lainnya.
“Benar, anggota Polsek Bakung menerima laporan adanya kecelakaan di wilayah JLS Dusun Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung. Selanjutnya dilakukan evakuasi terhadap korban,” terang Muheni.
Ia menjelaskan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal, di mana sepeda motor yang dikendarai diduga menabrak pembatas jalan sehingga korban terpental beberapa meter dari lokasi kejadian. “Korban dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan dinyatakan meninggal. Korban mengalami laka tunggal,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan dari tiga orang saksi yang merupakan rekan korban dalam rombongan, korban bersama rombongan moge melaju dari arah barat (Tulungagung) menuju arah timur (Blitar-Malang). Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga kurang konsentrasi sehingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya. “Korban diduga kurang konsentrasi saat berkendara dengan kecepatan tinggi, selanjutnya mengalami selip ke kanan dan menabrak pembatas jalan,” jelas Muheni.
Lebih lanjut, pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban untuk memberikan informasi terkait kejadian dan membantu proses berikutnya. Sementara itu, total kerugian materi akibat kecelakaan tunggal tersebut ditaksir mencapai Rp 20 juta, yang mencakup kerusakan pada sepeda motor korban dan fasilitas jalan yang terkena dampak.
“Akhirnya, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara, khususnya di wilayah JLS yang cukup rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang berkelok. Lebih baik mengurangi kecepatan berkendara dan selalu menjaga konsentrasi agar dapat menghindari terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan,” tandas Muheni dalam akhir keterangannya.
(Red)
