NASIONALISME JADI FONDASI STABILITAS POLITIK DAN KETAHANAN BANGSA – KEMENKO POLKAM TEGEGASKAN PERAN PENTING NILAI KEBANGSAAN DI TENGAH DINAMIKA GLOBAL SIARAN PERS NO. 09/SP/HM.01.02/POLKAM/1/2025

Tni polri nasional

Jakarta, 19 Januari 2026 – Nilai nasionalisme ditegaskan secara tegas sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, perkembangan demokrasi yang terus berkembang, dan kemajuan ruang digital yang tak terhindarkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, pada Upacara Bendera yang digelar di Lapangan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Senin pagi (19/1/2026).

“Mencermati perkembangan situasi geopolitik dunia yang tengah memanas dan penuh ketidakpastian, menjadi pelajaran penting bahwa lemahnya nasionalisme dapat berdampak langsung pada tergerusnya kedaulatan negara,” tegas Purwito dalam amanatnya.

Upacara bendera yang diikuti oleh seluruh jajaran Kemenko Polkam ini dijadikan sebagai momentum refleksi mendalam sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk terus mengukuhkan nilai-nilai kebangsaan, semangat nasionalisme, serta jiwa persatuan dan kesatuan yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa nasionalisme bukanlah sekadar simbol atau slogan kosong yang hanya diucapkan pada momen tertentu. Lebih dari itu, nasionalisme merupakan kesadaran kolektif yang harus hidup dalam setiap diri warga negara untuk selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

“Nasionalisme merupakan benteng pertahanan jiwa bangsa yang paling kokoh, karena ia hidup di dalam hati setiap warga negara yang mencintai tanah airnya,” ungkap Purwito, menegaskan pentingnya penyebaran pemahaman tentang makna sejati nasionalisme kepada seluruh lapisan masyarakat.

Selain sebagai dasar stabilitas politik dan keutuhan negara, nasionalisme juga dijadikan sebagai landasan penting dalam menumbuhkan solidaritas antarwarga negara, termasuk dalam merespons berbagai peristiwa yang menyentuh kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai bentuk konkrit dari semangat nasionalisme dan tanggung jawab negara terhadap rakyatnya, Purwito menyampaikan bahwa Kemenko Polkam berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam penanganan darurat serta proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera.

“Sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat, Kemenko Polkam akan membangun hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera,” jelasnya.

Langkah pembangunan hunian tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek fisik semata, melainkan sebagai upaya untuk mengembalikan harapan hidup, martabat masyarakat, serta memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Langkah ini mencerminkan semangat nasionalisme dan gotong royong yang mendalam, bahwa penderitaan satu daerah adalah duka kita bersama, dan pemulihannya merupakan tanggung jawab bersama pula,” tambah Purwito.

Ia juga menekankan bahwa menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional bukanlah tugas yang mudah atau dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Nasionalisme, demokrasi, kebebasan sipil, pengelolaan ruang digital, serta partisipasi publik merupakan bagian dari satu ekosistem politik yang saling berkaitan erat dan harus dikelola dengan cara yang bijaksana serta bertanggung jawab.

“Peran aparatur Kemenko Polkam menjadi sangat strategis dalam konteks ini, tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan pemerintah, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan agen penguat kepercayaan publik terhadap negara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dijelaskan bahwa demokrasi yang sehat dan berkualitas diharapkan mampu menjadi wadah yang tepat untuk menyalurkan dan mengarahkan ekspresi semangat nasionalisme. Dalam kerangka demokrasi tersebut, partisipasi aktif masyarakat diarahkan untuk menjaga kepentingan bersama, memperkuat tali persatuan antar suku, agama, ras, dan antar golongan, serta mendukung proses pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan.

“Demokrasi harus menghadirkan stabilitas politik yang kondusif, menjaga harmoni sosial yang kuat, dan sekaligus mendorong partisipasi rakyat dalam setiap tahapan proses pembangunan,” tegas Purwito.

Menutup amanatnya, Purwito mengajak seluruh jajaran Kemenko Polkam, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk terus mengambil peran aktif dalam gerakan memperkuat pemahaman dan implementasi nilai nasionalisme di lingkungan kerja maupun masyarakat luas. Selain itu, juga untuk tetap menjaga stabilitas politik nasional serta mendorong tumbuhnya kebebasan yang bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Mari kita jadikan semangat nasionalisme sebagai daya dorong untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, stabil, dan makmur bagi seluruh rakyatnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!