
Surabaya – Aksi penipuan dengan modus kenalan lewat media sosial kembali terjadi dan memakan korban di Kota Pahlawan. Seorang wanita muda harus menelan pil pahit dan kehilangan kendaraan roda duanya setelah menuruti ajakan makan bersama pria yang baru dikenalnya melalui Facebook.
Peristiwa naas ini menimpa Kholifatul Umaroh (20). Berdasarkan keterangan korban, ia baru mengenal pelaku selama dua hari melalui jejaring sosial. Meski hubungan pertemanan masih terbilang sangat baru, korban tidak merasa curiga dan akhirnya bersedia diajak untuk bertemu secara langsung.
Kronologi Kejadian
Pada hari kejadian, korban bahkan rela menjemput pelaku di kawasan STK Pandegiling. Setelah bertemu, keduanya sepakat untuk pergi makan bersama menuju area Dukuh Pakis, tepatnya di sekitar lokasi kos-kosan yang diklaim sebagai tempat tinggal pelaku.
Suasana saat itu terlihat normal dan akrab. Namun, situasi berubah drastis saat tiba waktunya membayar tagihan makanan. Pelaku mulai menjalankan aksinya dengan berpura-pura bahwa dompet atau uangnya tertinggal di kamar kos.
Dengan nada memelas dan meyakinkan, pelaku meminta izin untuk meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan akan mengambil uang di atas. Tanpa rasa curiga sedikitpun dan karena merasa sudah berteman, korban pun menyerahkan kunci kontak dan kendaraannya.
Motor yang dibawa kabur adalah jenis Honda Vario dengan nomor polisi L 3830 LB. Namun, dugaan penipuan terbukti benar. Setelah pelaku pergi, ia tidak pernah kembali lagi. Korban menunggu cukup lama, namun pelaku benar-benar menghilang beserta motor miliknya. Upaya menghubungi pelaku lewat telepon maupun media sosial pun tidak mendapatkan respons.
Diduga Modus Operandi Berulang
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa korban diduga bukanlah satu-satunya korban dari ulah pelaku tersebut. Ada indikasi kuat bahwa pelaku telah menjalankan modus operandi yang sama terhadap beberapa orang lainnya.
Modus yang digunakan sangat khas, yaitu mendekati korban melalui media sosial, membangun kedekatan emosional dalam waktu singkat, kemudian mengajak bertemu dengan alasan makan atau jalan-jalan, dan akhirnya meminjam kendaraan dengan berbagai alasan yang seolah masuk akal sebelum akhirnya melarikan diri.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa korban lainnya juga mengalami nasib serupa dan sebagian di antaranya telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
Proses Hukum
Saat ini, kasus yang menimpa Kholifatul Umaroh telah resmi dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis. Korban telah memberikan keterangan dan bukti-bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Identitas dan keberadaan pelaku terus didalami melalui rekaman CCTV di lokasi kejadian serta data jejaring sosial yang digunakan untuk menghubungi korban.
Imbauan Keamanan
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya pengguna media sosial. Berkenalan dengan orang asing memang hal yang biasa, namun tetap harus disertai dengan kewaspadaan tinggi.
Hindari untuk terlalu mudah percaya dan meminjamkan barang berharga atau kendaraan pribadi kepada orang yang belum dikenal lama atau baru bertemu sekali pun. Selalu utamakan keselamatan dan keamanan diri serta aset pribadi agar tidak menjadi korban kejahatan di kemudian hari.
(Red)
