“KODIKLAT TNI AD ke-31: AI Jadi ‘Asisten Dosen’, Kurikulum Adaptif Lahirkan ‘Prajurit Pembelajar’, Pangdam V/Brawijaya: ‘Selamat Ulang Tahun, Kawah Candradimuka TNI AD!'”

TNI-Polri

Surabaya, 10 Desember 2025 – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menyampaikan ucapan selamat Dirgahayu ke-31 kepada Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (KODIKLAT) TNI Angkatan Darat (AD). Dalam momentum ini, Pangdam V/Brawijaya menyerukan agar KODIKLAT TNI AD menjadi trendsetter dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi pembelajaran, mengembangkan kurikulum adaptif yang responsif terhadap dinamika ancaman, dan mentransformasi peran instruktur militer menjadi mentor yang inspiratif.

Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk:

Asisten Dosen Virtual: AI menganalisis gaya belajar setiap prajurit, memberikan rekomendasi materi belajar yang relevan, dan memberikan umpan balik personal.

Simulasi Pertempuran Cerdas: AI menciptakan skenario pertempuran yang realistis dan dinamis, menguji kemampuan prajurit dalam pengambilan keputusan dan adaptasi.

Analisis Data Kinerja: AI menganalisis data kinerja prajurit selama pelatihan, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan memberikan rekomendasi program pelatihan yang lebih efektif.

    KODIKLAT TNI AD juga dituntut untuk mengembangkan kurikulum adaptif yang responsif terhadap perubahan medan pertempuran. “Kurikulum kita harus agile, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan taktik musuh. Kita harus melahirkan ‘prajurit pembelajar’ yang selalu haus akan pengetahuan dan siap menghadapi tantangan apapun,” tegas Mayjen TNI Rudy Saladin.

    Kurikulum adaptif ini meliputi:

    Modul Pembelajaran Berbasis Kasus: Mempelajari kasus-kasus pertempuran nyata untuk mengasah kemampuan analisis dan pengambilan keputusan.

    Simulasi Perang Elektronik: Melatih prajurit dalam menghadapi ancaman siber dan perang informasi.

    Pelatihan Keterampilan Abad ke-21: Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

      Selain itu, KODIKLAT TNI AD juga harus mentransformasi peran instruktur militer dari sekadar pengajar menjadi mentor yang inspiratif. “Instruktur kita harus menjadi role model bagi prajurit, membimbing mereka tidak hanya dalam bidang teknis, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin.

      Program transformasi instruktur meliputi:

      Pelatihan Mentoring: Memberikan pelatihan kepada instruktur tentang teknik mentoring yang efektif.

      Pengembangan Kepemimpinan: Mengembangkan kemampuan kepemimpinan instruktur agar mampu menginspirasi dan memotivasi prajurit.

      Evaluasi Kinerja Berbasis Umpan Balik: Melakukan evaluasi kinerja instruktur berdasarkan umpan balik dari prajurit.

        “Selamat ulang tahun, KODIKLAT TNI AD! Teruslah menjadi kawah candradimuka yang menghasilkan prajurit-prajurit tangguh dan berintegritas, siap menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” pungkas Pangdam V/Brawijaya.

        (Hery/benwi)

        Tinggalkan Balasan

        Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

        error: Content is protected !!