
Bandung, 13 Desember 2025 – Kepala BNN Provinsi Jawa Barat beserta staff dan BNN Kabupaten/Kota jajaran mengucapkan selamat dan sukses kepada KBP. Mada Roostanto, S.E., M.H. atas amanah baru sebagai Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah. KBP. Mada Roostanto berkomitmen untuk memimpin BNN Provinsi Kalimantan Tengah dengan menerapkan program “Kalimantan Tengah Bersinar Berkelanjutan” yang berlandaskan “Kearifan Lokal Dayak” dalam rehabilitasi sosial, ekonomi, dan budaya, serta memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk menciptakan lapangan kerja alternatif bagi mantan pecandu, dengan sentuhan inovasi “Eco-Rehab” yang harmonis.
KBP. Mada Roostanto menjelaskan bahwa program “Kalimantan Tengah Bersinar Berkelanjutan” akan mencakup berbagai aspek, antara lain:
Rehabilitasi Sosial Berbasis “Kearifan Lokal Dayak”: Mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Dayak, seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan pelestarian budaya, dalam program rehabilitasi sosial bagi mantan pecandu. Program ini akan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Dayak dalam proses penyembuhan dan reintegrasi sosial mantan pecandu.
Rehabilitasi Ekonomi dengan Pemanfaatan Potensi SDA: Memberikan pelatihan keterampilan dan modal usaha kepada mantan pecandu untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi sumber daya alam Kalimantan Tengah, seperti kerajinan tangan dari rotan, anyaman purun, pengolahan hasil hutan non-kayu, dan budidaya tanaman obat.
Rehabilitasi Budaya dengan Pelestarian Seni dan Tradisi Dayak: Mengadakan kegiatan pelatihan seni dan tradisi Dayak, seperti tari, musik, ukir, dan tenun, bagi mantan pecandu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, melestarikan budaya Dayak, dan memberikan alternatif kegiatan positif bagi mantan pecandu.
Pengembangan “Eco-Rehab” yang Harmonis dengan Alam: Mengembangkan konsep “Eco-Rehab” yang menggabungkan program rehabilitasi dengan kegiatan pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah terpadu, dan pengembangan energi terbarukan. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan rehabilitasi yang sehat, asri, dan harmonis dengan alam.
Peningkatan Kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat: Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat Kalimantan Tengah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, serta rehabilitasi mantan pecandu.
“Saya yakin, dengan menerapkan ‘Kearifan Lokal Dayak’ dan memanfaatkan potensi sumber daya alam Kalimantan Tengah, kita dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi para mantan pecandu. Kita dapat membantu mereka untuk pulih dari ketergantungan narkoba, memiliki keterampilan dan penghasilan yang layak, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar KBP. Mada Roostanto.
KBP. Mada Roostanto juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersama-sama memerangi narkoba dan memberikan dukungan kepada para mantan pecandu.
“Mari kita jadikan Kalimantan Tengah sebagai provinsi yang bersih dari narkoba, provinsi yang aman, sejahtera, dan berbudaya,” ajak KBP. Mada Roostanto.
Semoga KBP. Mada Roostanto senantiasa diberikan kelancaran dalam setiap tugas pengabdian.
Dengan program “Kalimantan Tengah Bersinar Berkelanjutan”, KBP. Mada Roostanto bertekad untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba, sejahtera, dan berbudaya, serta memberikan harapan baru bagi para mantan pecandu untuk hidup lebih baik.
“Kalimantan Tengah Bersinar Berkelanjutan”: KBP. Mada Roostanto terapkan “Kearifan Lokal Dayak” dalam rehabilitasi, manfaatkan potensi SDA untuk ekonomi kreatif, ciptakan lapangan kerja alternatif, dan wujudkan “Eco-Rehab” yang harmonis. Kalimantan Tengah Bersinar, Narkoba Musnah, Masyarakat Sejahtera!
(red)
