
SABTU, 17 JANUARI 2026 – KOTA BRISTOL, INGGRIS Sebuah kejadian unik sempat menghebohkan warga pemukiman di sekitar kawasan pantai kota Bristol, Inggris, setelah mereka melihat seekor burung dengan warna kuning keemasan yang sangat terang terbang berkeliling di area pemukiman. Penampakan burung yang tidak mirip dengan spesies burung apa pun yang pernah mereka lihat sebelumnya membuat sebagian besar masyarakat terkejut dan merasa heran.
Merasa ada yang tidak beres dengan kondisi burung tersebut, beberapa warga yang khawatir segera menghubungi pihak kepolisian lokal dan organisasi penyelamat hewan setempat. Mereka menduga burung tersebut mungkin merupakan spesies langka yang sedang dalam kondisi sakit, atau bahkan terkena tumpahan zat kimia berbahaya yang menyebabkan perubahan warna pada bulunya. Dugaan tersebut semakin diperkuat karena burung tersebut terlihat kesulitan bergerak dan terbang, dengan bulunya yang tampak sangat lengket seolah-olah terbebani oleh sesuatu yang berminyak.
Setelah beberapa saat, tim penyelamat hewan berhasil menangkap burung tersebut dengan hati-hati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, misteri yang mengelilingi burung berwarna kuning mencolok ini akhirnya terpecahkan dengan cara yang cukup menggelikan. Saat petugas mulai melakukan pemeriksaan awal, aroma yang keluar dari tubuh burung bukanlah bau zat kimia atau sesuatu yang tidak sedap, melainkan aroma rempah yang sangat kuat dan khas.
Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa burung yang sempat dianggap sebagai “burung emas” atau spesies langka tersebut pada dasarnya adalah seekor burung camar biasa yang tidak sengaja tercebur ke dalam sebuah baskom besar berisi kuah kari yang sedang dipersiapkan oleh salah satu warga untuk acara keluarga. Warna kuning keemasan yang mencolok ternyata hanya merupakan sisa bumbu kunyit dan berbagai rempah kari lainnya yang menempel tebal pada seluruh bagian bulu burung.
Akibat sifat bumbu kari yang cukup berminyak dan lengket, bulu burung menjadi berat sehingga membuatnya kesulitan untuk terbang dan bergerak dengan normal. Tim penyelamat kemudian melakukan proses pembersihan secara bertahap terhadap burung tersebut, menggunakan sabun khusus yang aman untuk hewan hingga seluruh noda bumbu hilang dan bulunya kembali berwarna putih bersih seperti biasanya.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan dan proses pembersihan yang memakan waktu beberapa jam, burung camar tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak untuk dilepaskan kembali ke alam bebas. Petugas penyelamat kemudian melepaskannya di kawasan pantai yang menjadi habitat alaminya. Peristiwa yang awalnya membuat warga khawatir dan penasaran ini akhirnya berakhir menjadi cerita lucu yang banyak dibagikan dan menjadi bahan pembicaraan hangat bagi warga lokal serta para petugas penyelamat hewan.
(*)
