
Sidoarjo, Jawa Timur – Kejadian menggemparkan terjadi di sekitar Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pagi ini. Seorang sopir taksi online, Anjik (54 tahun), ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya. Penemuan ini sontak membuat warga sekitar dan para pengguna jalan terkejut.
Mobil Toyota Innova Reborn berwarna silver dengan nomor polisi W 1386 WN, tempat Anjik ditemukan, terparkir di bahu Jalan Raya Bandara Juanda, Sedati. Kondisi mobil yang mencurigakan dengan kaca samping terbuka sebagian menarik perhatian seorang pengendara motor, Andik Wibowo (33 tahun), yang melintas.
“Awalnya saya cuma lihat mobil parkir agak aneh. Pas saya coba lihat lebih dekat, ternyata ada orang di dalam sudah tidak bergerak. Badannya sudah menghitam dan baunya tidak enak sekali,” ujar Andik, saksi mata pertama yang menemukan korban.
Andik segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Sedati, tim identifikasi Polresta Sidoarjo, dan ambulans dari RS Bhayangkara Porong tiba di lokasi kejadian.
Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto, membenarkan penemuan mayat tersebut. “Setelah melakukan olah TKP, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kami evakuasi ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan autopsi,” jelas Iptu Masyita di lokasi kejadian.
Di dalam mobil korban, petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain dompet, ponsel, pakaian, serta beberapa jenis obat-obatan seperti Entrostop dan Inunal. Penemuan obat-obatan ini menimbulkan spekulasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit tertentu.
Keterangan dari pihak keluarga memperkuat dugaan tersebut. Linda, putri korban, mengungkapkan bahwa ayahnya menderita gagal ginjal dan rutin menjalani cuci darah dua kali seminggu. “Bapak memang sering mengeluh kelelahan setelah narik. Mungkin saat kejadian, beliau sedang istirahat,” kata Linda dengan mata berkaca-kaca.
Saat pemeriksaan awal, petugas juga menemukan cairan kental keluar dari mulut korban serta celana bagian bawah yang basah. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa Anjik meninggal dunia akibat masalah kesehatan.
Kasus ini kini tengah ditangani intensif oleh Polsek Sedati. Pihak kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Kami akan melakukan autopsi dan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang menyebabkan kematian korban,” tegas Iptu Masyita.
Penemuan mayat sopir taksi online ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga sekitar Bandara Juanda. Banyak yang merasa prihatin dengan nasib yang dialami Anjik. Mereka berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
(red/Hery)
