
Surabaya, 11 Februari 2026 — Aksi begal menggunakan senjata tajam jenis celurit kembali mengganggu keamanan di kawasan Surabaya Timur. Seorang pengendara sepeda motor bernama Krisna, yang juga merupakan pendengar Radio Suara Surabaya, menjadi korban perampasan setelah lehernya dikalungi alat tajam saat melintas di jalanan yang relatif sepi pada malam hari.
Peristiwa mencekam itu terjadi pada hari Senin (09/02/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban mengaku sedang melintasi Jalan Ir. Soekarno (MERR) ketika merasa dibuntuti oleh sekelompok orang yang mengendarai tiga unit sepeda motor. “Saya merasa ada kendaraan yang mengikuti dari belakang sejak beberapa ratus meter sebelum mencapai kawasan McD Kenjeran. Awalnya saya mengira hanya pengguna jalan biasa, tapi kemudian mereka mulai mendekat dan tampak tidak biasa,” ujar Krisna saat memberikan keterangan di Polsek Mulyorejo.
Setibanya di sekitar kawasan dekat McD Kenjeran hingga RSIA, korban dipepet dan dihentikan secara paksa oleh kelompok tersebut. Salah satu pelaku langsung mengeluarkan celurit dan mengalungkannya ke leher Krisna, sementara dua pelaku lain segera membuka tas dan menguras isi dompet korban. Tak hanya uang tunai yang dirampas, dokumen penting seperti STNK serta sepeda motor milik korban juga diambil dan dibawa kabur ke arah Kenpark dan Kenjeran.
“Kejadian berlangsung sangat cepat, kurang lebih hanya dua menit saja. Saya tidak bisa berteriak atau melawan karena sangat takut dan syok saat senjata sudah menyentuh leher saya,” jelas Krisna dengan nada masih gemetar.
Berdasarkan keterangan korban, total ada enam orang pelaku yang terlibat dalam aksi begal tersebut. Tiga di antaranya bertugas sebagai pengemudi kendaraan yang digunakan untuk mengikuti dan mengepung korban, sementara tiga orang lainnya melakukan aksi perampasan secara langsung. Korban mengingat dengan jelas bahwa para pelaku menggunakan tiga jenis motor berbeda, yaitu Scoopy warna putih, PCX warna hitam, dan Mio J warna merah. Hanya satu pelaku yang mengenakan helm, sedangkan kelima lainnya menggunakan hoodie untuk menutupi wajah dan kepala mereka agar tidak dikenali.
Kasus ini telah segera dilaporkan oleh korban ke Polsek Mulyorejo dan pihak kepolisian langsung melakukan tindakan lanjut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menyita bukti-bukti yang mungkin ada di lokasi serta melakukan wawancara dengan beberapa saksi yang berada di sekitar kawasan kejadian saat itu.
Kapolsek Mulyorejo yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa aksi begal di lokasi tersebut bukan merupakan kasus pertama. “Kami mencatat bahwa pada bulan Januari 2026 juga terjadi kasus serupa di area yang sama, dengan pola pelaksanaan yang hampir mirip. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok yang sama kemungkinan besar terlibat dalam kedua peristiwa,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa di sekitar lokasi kejadian terdapat kamera pemantauan CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Tim penyidik sedang bekerja sama dengan pihak Dishub untuk mengakses rekaman video dari kamera tersebut, yang diharapkan dapat memberikan informasi penting terkait ciri khas pelaku, kendaraan yang digunakan, serta arah keberangkatan mereka setelah melakukan aksi begal.
“Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap identitas pelaku dan mengamankan mereka sesegera mungkin. Selain itu, kami juga akan meningkatkan patroli malam hari di kawasan yang dianggap rawan kejadian kejahatan jalanan seperti Jalan Ir. Soekarno dan sekitarnya,” tambah Kapolsek Mulyorejo.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat berkendara pada malam hari, terutama di jalanan yang kurang ramai. Beberapa langkah yang disarankan antara lain menghindari membawa uang tunai atau barang berharga dalam jumlah banyak, memilih rute jalan yang lebih ramai jika memungkinkan, dan segera menghubungi pihak kepolisian jika merasakan ada hal yang mencurigakan selama berkendara.
(red)
