
JAKARTA – Suasana penuh khidmat dan semangat kebaharian kembali tercipta di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada Senin (31/03/2026), kapal latih kebanggaan bangsa, KRI Bima Suci, resmi dilepas untuk mengemban misi besar Pelayaran Muhibah Kartika Jala Krida (KJK) Tahun 2026.
Hadir dalam acara bersejarah tersebut, Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. Kehadiran Pangkormar menjadi simbol dukungan penuh Korps Marinir terhadap program strategis TNI Angkatan Laut dalam mencetak kader pemimpin masa depan.
Dipimpin Langsung oleh KSAL
Upacara pelepasan KRI Bima Suci ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. Prosesi berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan militer, disaksikan oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Mabesal, para Komandan Satuan, serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, KSAL memberikan arahan dan pembekalan kepada seluruh awak kapal maupun taruna yang akan berlayar, menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi dan bangsa di mata internasional.
Misi Strategis Pembinaan Taruna
Kegiatan Kartika Jala Krida 2026 bukan sekadar pelayaran biasa, melainkan merupakan bagian dari tradisi dan kurikulum pembinaan utama bagi para Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).
Melalui misi berlayar jauh ini, para taruna akan dilatih secara langsung untuk mengasah kemampuan navigasi, kepemimpinan, kedisiplinan, serta memperluas wawasan kebaharian. Mereka akan diajak menyambangi berbagai negara sahabat, yang sekaligus menjadi ajang diplomasi maritim yang efektif.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi pembinaan bagi Taruna AAL dalam mengasah kemampuan navigasi, kepemimpinan, serta memperluas wawasan kebaharian melalui pelayaran muhibah,” demikian tertulis dalam keterangan resmi.
Peran Vital KRI Bima Suci
Sebagai kapal latih yang memiliki kemampuan dan fasilitas lengkap, KRI Bima Suci memegang peranan sangat vital. Kapal ini menjadi “kelas berjalan” yang membentuk karakter dan profesionalisme para calon perwira.
Dengan mengarungi samudra luas, diharapkan mental dan fisik para taruna semakin terasah menjadi baja. Mereka dituntut untuk siap menghadapi berbagai tantangan alam, sehingga kelak menjadi generasi perwira TNI AL yang tangguh, berwawasan global, dan siap menjaga kedaulatan negara.
“Melalui pelayaran ini, para taruna diharapkan mampu menjadi generasi perwira TNI AL yang tangguh, berwawasan global, serta mampu membawa nama baik bangsa di kancah internasional,” tegas keterangan tersebut.
Dukungan Penuh dari Korps Marinir
Kehadiran Letjen TNI (Mar) Endi Supardi dalam acara pelepasan ini menegaskan soliditas dan kekompakan antar satuan di lingkungan TNI AL. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata Korps Marinir terhadap upaya pembentukan sumber daya manusia pertahanan yang berkualitas.
Sinergi ini memperkuat komitmen bersama untuk terus memajukan TNI Angkatan Laut, memperkuat diplomasi maritim, serta menjaga martabat bangsa di kancah dunia.
Acara diakhiri dengan prosesi penghormatan dan doa bersama, memohon keselamatan serta kelancaran bagi seluruh awak KRI Bima Suci dalam mengarungi lautan demi mengharumkan nama bangsa Indonesia.
(*)
