Dirops Puspenerbal Hadiri Kaji Ulang dan Penutupan Latopshantai 2025: Perkuat Kesiapan Tempur Pertahanan Pantai TNI AL

TNI-POLRI Nasional

SURABAYA – Direktur Operasi Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Dirops Puspenerbal) Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, mewakili Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana, menghadiri acara Kaji Ulang dan Penutupan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun 2025. Kegiatan penting ini berlangsung di Gedung Sudomo, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal), Surabaya, pada Senin (23/2).

Kaji ulang Latopshantai 2025 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodiklatal, Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah. Agenda ini merupakan fase krusial dan tak terpisahkan dari setiap kegiatan latihan militer. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rangkaian operasional yang telah dilaksanakan selama latihan. Dengan demikian, diharapkan dapat dipastikan bahwa kesiapan tempur prajurit TNI Angkatan Laut senantiasa berada pada level tertinggi, siap menghadapi berbagai skenario ancaman dan tantangan di masa depan.

Kehadiran Dirops Puspenerbal dalam kegiatan ini menegaskan komitmen kuat jajaran Puspenerbal, sebagai salah satu komponen vital dalam kekuatan tempur laut Indonesia, dalam mendukung penguatan sistem pertahanan maritim nasional. Dalam Latopshantai 2025, Puspenerbal memiliki peran strategis, khususnya dalam aspek pengintaian udara, dukungan serangan udara, serta transportasi logistik dan personel di wilayah pesisir.

Melalui skenario pertahanan wilayah pesisir yang intensif dan realistis, Latopshantai 2025 dirancang untuk menguji dan meningkatkan kemampuan koordinasi serta respons seluruh unsur terkait. Latihan ini diharapkan dapat menjadikan prajurit TNI Angkatan Laut menjadi lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap setiap ancaman kedaulatan di wilayah perairan Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Lingkup latihan mencakup berbagai aspek pertahanan pantai, mulai dari deteksi dini, respons cepat, hingga operasi gabungan dengan berbagai matra.

Dengan berakhirnya Latopshantai 2025, TNI Angkatan Laut sekali lagi berhasil membuktikan dedikasinya yang tak tergoyahkan dalam menjaga stabilitas keamanan laut dan kedaulatan negara. Hal ini dicapai melalui persiapan personel yang terlatih, profesional, serta sistem pertahanan yang terintegrasi secara profesional dan modern. Latihan semacam ini menjadi indikator penting keseriusan TNI AL dalam menjaga wilayah laut Indonesia dari berbagai bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Komitmen ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi keamanan maritim Indonesia di masa mendatang.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!