
JAKARTA – Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2000 Batalyon Sanika Satyawada menegaskan sikap satu barisan dan satu komando dalam mendukung institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia. Pernyataan ini menjadi bentuk komitmen moral, institusional, dan kebangsaan untuk menjaga stabilitas nasional serta keberlanjutan reformasi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.
Sebagai bagian dari generasi perwira Polri yang telah melalui dinamika pengabdian panjang sejak era transisi reformasi hingga saat ini, Akpol 2000 memandang bahwa Polri memiliki peran strategis sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia. Pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun mengabdi telah memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya peran Polri dalam menyongsong tantangan zaman yang terus berkembang.
Batalyon Sanika Satyawada menilai, di tengah tantangan global, dinamika politik nasional, serta kompleksitas ancaman keamanan yang terus berkembang, soliditas internal Polri dan sinergi dengan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman yang tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar melalui berbagai bentuk aktivitas transnasional, membuat kerja sama yang erat antara institusi dan pemerintah menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, dukungan penuh terhadap kebijakan negara di bidang keamanan dan penegakan hukum merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional yang tidak dapat ditawar.
Komitmen satu barisan ini juga dimaknai sebagai peneguhan nilai netralitas, loyalitas, dan profesionalisme Polri, sekaligus penolakan terhadap segala bentuk upaya yang dapat melemahkan institusi Polri, baik melalui disinformasi, politisasi berlebihan, maupun narasi yang berpotensi memecah soliditas internal aparat penegak hukum. Alumni Akpol 2000 menyatakan bahwa setiap upaya untuk memanfaatkan Polri untuk kepentingan tertentu atau merusak citra institusi harus ditolak tegas, karena hal itu akan berdampak buruk pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Akpol 2000 Batalyon Sanika Satyawada menegaskan bahwa Polri harus tetap berdiri tegak sebagai institusi negara yang bekerja di bawah garis komando Presiden, berlandaskan hukum, serta berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan kelompok atau individu tertentu. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas dan wewenang, sehingga setiap tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian selalu memiliki dasar hukum yang kuat dan sesuai dengan kepentingan umum.
Dengan semangat Satya Haprabu—setia kepada negara dan pimpinan yang sah—Akpol 2000 berkomitmen untuk terus mengawal transformasi Polri yang presisi, adaptif, dan responsif terhadap harapan masyarakat. Transformasi tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan teknologi informasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dukungan ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Polri untuk tetap fokus menjalankan tugas pengabdian secara profesional, berintegritas, dan humanis.
Pernyataan sikap ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa solidaritas korps, loyalitas konstitusional, dan kepentingan nasional harus selalu ditempatkan di atas segala perbedaan, demi terwujudnya keamanan nasional yang kokoh dan kepercayaan publik yang berkelanjutan terhadap Polri. Alumni Akpol 2000 juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mendukung upaya Polri dalam menjaga keamanan negara dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
(*)
