POLRES MINAHASA PASTIKAN  ACARA ADAT BUDAYA MINAHASA DI TOMPASO BERJALAN AMAN DAN KONDUSIF – RITUAL WATU PINABETENGAN DAN PACUAN KUDA TRADISIONAL BERLANGSUNG TERTIB DENGAN PENDEKATAN HUMANIS, DAPATKAN APRESIASI MASYARAKAT

TNI-Polri nasional

MINAHASA, SULAWESI UTARA – Polres Minahasa secara maksimal melaksanakan tugas pengamanan terhadap kegiatan adat budaya Minahasa yang digelar di Kecamatan Tompaso pada hari Jumat (3 Januari 2026). Kegiatan yang meliputi ritual adat bersejarah Watu Pinabetengan dan acara pacuan kuda tradisional Tompaso berlangsung di kawasan bersejarah Watu Pinabetengan serta arena pacuan kuda khusus, dengan pengamanan yang berjalan sejak pukul 08.00 WITA hingga seluruh rangkaian acara selesai. Langkah ini bertujuan untuk menjamin agar seluruh aktivitas berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman kepada ribuan masyarakat yang datang menyaksikan dan berpartisipasi dalam acara budaya yang menjadi warisan leluhur Minahasa.

Pengamanan yang dirancang secara komprehensif ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Minahasa AKP Aspri Djohar, dengan melibatkan gabungan personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Minahasa. Personel ditempatkan secara strategis di seluruh titik penting, mulai dari lokasi pelaksanaan ritual adat Watu Pinabetengan, arena pacuan kuda, hingga jalur akses keluar-masuk masyarakat untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

STRATEGI PENGAWASAN: PENDEKATAN HUMANIS, PREVENTIF, DAN PERSUASIF

Dalam pelaksanaan tugas pengamanan, personel kepolisian mengedepankan tiga prinsip utama yaitu pendekatan humanis, preventif, dan persuasif. Hal ini dilakukan mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Minahasa dan sekitarnya untuk menyaksikan acara adat yang hanya digelar secara berkala ini. Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi acara, personel juga melaksanakan patroli dialogis yang bertujuan untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat, memberikan informasi penting, serta mendeteksi dini potensi masalah yang mungkin muncul.

“Kami tidak hanya fokus pada pengawasan secara fisik, tetapi juga membangun hubungan baik dengan masyarakat yang datang. Pendekatan dialogis membantu kami untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ketertiban agar acara dapat berjalan lancar,” jelas salah satu petugas yang bertugas di lokasi ritual Watu Pinabetengan.

Selain itu, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan panitia penyelenggara acara, tokoh adat Minahasa, serta organisasi masyarakat lokal untuk melakukan koordinasi yang erat selama pelaksanaan kegiatan. Kerjasama ini menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan bahwa setiap tahapan acara berjalan sesuai dengan tradisi dan tanpa kendala apapun.

KABAG OPS: PENGAWASAN MERUPAKAN BENTUK DUKUNGAN TERHADAP PELESTARIAN ADAT BUDAYA

Dalam keterangan resmi yang disampaikan setelah acara selesai, Kabag Ops Polres Minahasa AKP Aspri Djohar menegaskan bahwa pengamanan terhadap kegiatan adat budaya ini merupakan bentuk nyata dari dukungan Polri terhadap upaya pelestarian warisan budaya Minahasa. Beliau menekankan bahwa acara adat bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya dan solidaritas antar masyarakat.

“Kegiatan adat budaya merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama, dan Polri hadir untuk memastikan pelaksanaannya berlangsung dengan aman. Kami menyadari bahwa acara seperti ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa, sehingga kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pengamanan yang optimal,” ujar AKP Aspri Djohar.

Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan acara ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara semua pihak terkait. “Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, tokoh adat, dan seluruh masyarakat yang telah bekerja sama dengan kami. Tanpa dukungan dari semua pihak, acara ini tidak akan dapat berjalan dengan sukses seperti ini,” tambahnya.

ACARA BERJALAN AMAN, MASYARAKAT BERTERIMA KASIH DAN APRESIASI KEBERADAAN POLISI

Secara keseluruhan, pelaksanaan ritual adat Watu Pinabetengan dan pacuan kuda tradisional Tompaso berjalan dengan sangat lancar, aman, dan tertib. Tidak ada laporan gangguan kamtibmas atau insiden yang mengganggu kelancaran acara selama proses berlangsung. Ribuan masyarakat yang hadir dapat menikmati setiap rangkaian acara dengan nyaman, mulai dari upacara adat yang dilaksanakan dengan penuh khidmat hingga pertandingan pacuan kuda yang penuh semangat.

Kehadiran personel Polres Minahasa di tengah masyarakat mendapat apresiasi yang tinggi sebagai wujud sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta melestarikan nilai-nilai budaya Minahasa. Banyak masyarakat yang menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian atas pelayanan dan pengamanan yang diberikan.

Bapak Lukas Telaumbanua, seorang tokoh adat dari Desa Tompaso: “Kami sangat berterima kasih kepada Polres Minahasa yang telah memberikan pengamanan yang sangat baik. Acara ini berjalan dengan sangat lancar dan aman, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati tradisi kita dengan tenang. Kerjasama seperti ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan budaya kita,” ujarnya dengan senyum bangga.

Ibu Maria Sihombing, masyarakat yang datang dari Kecamatan Tondano Barat: “Saya merasa sangat aman saat berada di lokasi acara. Petugas polisi sangat ramah dan membantu menjaga ketertiban. Mereka juga sangat membantu dalam mengatur lalu lintas sehingga kami tidak mengalami kesulitan saat datang dan pulang dari lokasi,” tambahnya.

POLRES MINAHASA BERKOMITMEN TERUS DUKUNG KEGIATAN BUDAYA SEKITARAN

AKP Aspri Djohar juga menyampaikan bahwa Polres Minahasa akan terus siap memberikan dukungan dan pengamanan terhadap kegiatan adat budaya maupun acara masyarakat lainnya yang digelar di wilayah hukum Minahasa. Beliau berharap bahwa kerja sama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat dapat terus terjaga dan diperkuat di masa depan.

“Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung pelestarian budaya dan kegiatan positif lainnya. Semoga acara adat budaya Minahasa dapat terus dilestarikan dan menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama lokal dan sesi foto bersama antara panitia penyelenggara, tokoh adat, dan personel Polres Minahasa. Keberhasilan pelaksanaan acara ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama yang erat dan komitmen yang tinggi, kegiatan budaya dapat dilaksanakan dengan sukses sambil tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!