
Sidoarjo, 19 Desember 2025 – Sebanyak enam orang pelaku pencurian mengalami luka berat setelah dihajar warga saat melancarkan aksinya untuk mencuri pintu air tambak (dikenal dengan sebutan laban dalam bahasa Jawa) di kawasan Tambak Segoro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (19/12/2025). Peristiwa ini terjadi setelah warga melakukan pengintaian terlebih dahulu dan akhirnya menyergap pelaku yang sudah dianggap sering melakukan tindakan pencurian di wilayah tersebut.
Anik Machmudah, Lurah Tambak Segoro, menjelaskan bahwa proses penangkapan dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ketika ada warga yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di area tambak. Saat itu, pelaku diketahui menaiki perahu untuk mendekati pintu air tambak yang menjadi target pencurian.
“Jadi tadi ada warga yang lapor karena tahu ada aktivitas pencurian pintu air tambak atau bahasa Jawanya laban, kemudian kami bersama warga menuju lokasi untuk menangkap,” ucapnya saat dihubungi pada Jumat malam.
Setelah puluhan warga berkumpul dan memantau gerakan pelaku dari kejauhan, mereka akhirnya memutuskan untuk menyergap enam orang tersebut menjelang waktu maghrib. Menurut Anik, jumlah warga yang banyak turut andil bertujuan untuk memastikan keamanan bersama, mengingat kekhawatiran akan kemungkinan pelaku membawa alat yang membahayakan seperti bondet (bom rakitan).
“Dipukuli warga banyak, kalau sedikit tidak berani. Jadi, menjelang magrib berhasil ketangkap, karena sore tadi diintai dulu, takutnya nanti membawa bondet dan sebagainya, akhirnya tadi rame-rame,” jelasnya.
Selama proses penangkapan, enam pelaku sempat berusaha melarikan diri namun gagal karena sudah dikelilingi warga. Anik menambahkan bahwa masyarakat sekitar sudah lama mengeluhkan hilangnya pintu air tambak dan bahkan sudah mengetahui identitas pelaku yang dianggap profesional.
“Sebelumnya sudah diketahui orang itu mencuri, dua hari lalu sudah melakukan pengintaian, tapi lolos. Jadi pencuri ini sudah profesional, sudah berkali-kali,” ujarnya.
Kerugian yang ditimbulkan akibat hilangnya pintu air tambak cukup signifikan, di mana satu unitnya memiliki nilai antara Rp10 juta hingga Rp25 juta. Hal ini menjadi alasan utama mengapa warga sangat kompak untuk menghentikan aktivitas pencurian tersebut.
Setelah berhasil ditangkap oleh warga, enam pelaku yang merupakan warga Kabupaten Pasuruan kemudian diamankan oleh Polsek Sedati. Namun, karena kondisi fisik mereka yang mengalami luka berat akibat tindakan warga, mereka pertama-tama dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong untuk mendapatkan perawatan medis.
Iptu Masyita Kapolsek Sedati mengkonfirmasi bahwa para pelaku saat ini masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Porong. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus pencurian pintu air tambak tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
(red)
