Puspomal Dukung Transformasi Seleksi Seskoal: Dari Kesamaptaan Statis ke Penilaian Dinamis, Lahirkan Pemimpin TNI AL yang Adaptif, Kolaboratif, dan Siap Hadapi Perang Masa Depan

TNI-Polri

Jakarta – Wakil Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Wadan Puspomal), Laksamana Pertama TNI Julkiply, S.H., M.H., M.Tr.Hanla., tidak hanya hadir dalam seleksi kesamaptaan jasmani (Samapta) Dikreg Seskoal Angkatan LXV TA. 2026 sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bagian dari tim yang merumuskan transformasi sistem seleksi secara menyeluruh. Puspomal aktif mendorong perubahan paradigma dari penilaian kesamaptaan yang statis dan terpaku pada parameter fisik semata, menuju sistem penilaian yang lebih dinamis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan TNI AL di masa depan.

Laksamana Pertama TNI Julkiply menjelaskan bahwa tantangan peperangan modern semakin kompleks dan multidimensional. Seorang pemimpin TNI AL tidak hanya dituntut memiliki fisik yang prima, tetapi juga kemampuan adaptasi yang tinggi, kemampuan berpikir strategis, kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta penguasaan teknologi.

“Kita tidak bisa lagi terpaku pada parameter fisik semata. Kita harus mengembangkan sistem seleksi yang mampu mengidentifikasi potensi-potensi unggul dalam diri calon pemimpin, seperti kemampuan adaptasi, kemampuan berpikir strategis, kemampuan berkolaborasi, serta penguasaan teknologi,” ujar Laksamana Pertama TNI Julkiply.

Transformasi sistem seleksi Seskoal yang didukung Puspomal meliputi beberapa aspek, di antaranya:

TNI-Polri

 Pengembangan Instrumen Penilaian yang Komprehensif: Selain uji kesamaptaan jasmani, seleksi akan diperkaya dengan tes psikologi yang mendalam, simulasi kepemimpinan dalam situasi kompleks, studi kasus terkait isu-isu strategis maritim, serta penilaian terhadap kemampuan komunikasi dan negosiasi.
Penerapan Teknologi dalam Proses Seleksi: Pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk menganalisis data peserta secara objektif dan efisien, serta penggunaan virtual reality (VR) untuk mensimulasikan skenario-skenario peperangan modern yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat dan tepat.
 Keterlibatan Stakeholder Eksternal: Mengundang pakar dari berbagai bidang, seperti akademisi, praktisi industri maritim, dan perwakilan dari negara sahabat, untuk memberikan masukan dan penilaian terhadap calon peserta.
Penguatan Aspek Integritas dan Etika: Puspomal akan berperan aktif dalam mengawasi seluruh proses seleksi untuk mencegah terjadinya praktik-praktik yang tidak terpuji, serta memastikan bahwa setiap calon peserta memiliki integritas dan etika yang tinggi.

Laksamana Pertama TNI Julkiply menegaskan bahwa transformasi sistem seleksi Seskoal ini bertujuan untuk menghasilkan pemimpin TNI AL yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan memiliki integritas yang tinggi. Mereka adalah pemimpin yang siap menghadapi tantangan peperangan modern dan menjaga kedaulatan NKRI di laut.

“Kita ingin menghasilkan pemimpin yang adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi perang masa depan. Pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi, membangun jaringan yang kuat, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang serba tidak pasti,” tegas Laksamana Pertama TNI Julkiply.

Dengan dukungan Puspomal, transformasi sistem seleksi Seskoal diharapkan dapat menjadi benchmark bagi sistem seleksi di lingkungan TNI secara umum. Ini adalah langkah strategis untuk membangun TNI yang profesional, modern, dan adaptif, serta mampu menghadapi berbagai ancaman yang mungkin timbul di masa depan. Puspomal: Mengawal Transformasi, Membangun Pemimpin TNI AL yang Siap Hadapi Perang Masa Depan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!