
Sidoarjo – Unggahan video di platform TikTok yang menyindir operasi gabungan penertiban balap liar telah membuat Muhammad Faisal Ali Saputra (22 tahun), pemuda asal Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi, harus berkomunikasi dengan pihak berwajib. Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo menjemputnya pada hari Sabtu (08/03/2026) untuk melakukan proses klarifikasi terkait konten yang diunggahnya dan menyebutkan tentang operasi penertiban yang sedang berjalan.
Konten video yang diunggah melalui akun TikTok milik Faisal pada hari Kamis (06/03/2026) sekitar pukul 19.00 WIB langsung menjadi sorotan setelah cepat menyebar di kalangan pengguna media sosial. Dalam video tersebut, Faisal menyampaikan beberapa pernyataan yang dianggap menyindir upaya penertiban yang dilakukan oleh pihak kepolisian serta terkait pihak lainnya.
Operasi penertiban yang menjadi sorotan dalam video tersebut merupakan kegiatan yang digelar secara berkala oleh Satlantas Polresta Sidoarjo bersama dinas terkait untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mengatasi gangguan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Sidoarjo, khususnya di Jalan Arteri Porong. Jalur tersebut kerap menjadi lokasi bagi pelaku balap liar yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya serta menjadi sumber keluhan bagi masyarakat sekitar karena membuat keributan dan polusi suara pada malam hari.
Dalam waktu singkat, unggahan video tersebut mendapatkan ribuan tayangan dan komentar dari pengguna media sosial. Beberapa warganet menilai bahwa kata-kata yang disampaikan Faisal tidak pantas dan dianggap menyudutkan upaya aparat yang tengah bekerja untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat. Sebagian lainnya juga mengingatkan pentingnya menghargai kerja aparatur yang bertugas melindungi kepentingan umum.
Setelah pihak Satlantas Polresta Sidoarjo mengetahui tentang video tersebut, tim yang menangani hubungan masyarakat segera melakukan koordinasi untuk menghubungi Faisal dengan tujuan untuk mendapatkan klarifikasi langsung terkait isi konten yang diunggahnya. Dalam pertemuan yang berlangsung di Mapolresta Sidoarjo, Faisal yang ditemani oleh keluarganya mengaku merasa menyesal atas konten yang telah diunggahnya.
“Saya sangat menyesal telah mengunggah video tersebut. Saya tidak memiliki niat apapun untuk menyindir atau menyakiti institusi kepolisian maupun pihak mana pun yang terlibat dalam operasi penertiban. Saat itu saya hanya terpengaruh oleh emosi dan tidak berpikir matang sebelum memutuskan untuk mengunggah konten tersebut,” ujar Faisal dalam kesempatan klarifikasi.
Ia juga menjelaskan bahwa konten yang dibuat tidak didasarkan pada informasi yang akurat dan hanya merupakan ekspresi pribadi yang muncul karena kurangnya pemahaman tentang tujuan dan manfaat dari operasi penertiban yang dilakukan. Faisal telah meminta maaf secara terbuka kepada pihak Satlantas Polresta Sidoarjo dan seluruh aparat yang terlibat dalam kegiatan penertiban, serta menyatakan bahwa telah menghapus konten video tersebut dari akun TikTok-nya.
Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Dwi Cahyono mengkonfirmasi bahwa proses klarifikasi dengan Faisal telah berjalan dengan lancar dan kondusif. Menurutnya, pihak kepolisian memahami bahwa terkadang masyarakat dapat memiliki pandangan yang berbeda terkait suatu kebijakan atau kegiatan, namun penting untuk menyampaikannya dengan cara yang tepat dan berdasarkan fakta yang akurat.
“Kami menghargai kesediaan saudara Muhammad Faisal Ali Saputra untuk datang dan melakukan klarifikasi. Proses ini dilakukan bukan untuk melakukan tindakan tekanan, tetapi lebih kepada memberikan pemahaman tentang pentingnya operasi penertiban balap liar serta bagaimana cara menyampaikan pendapat atau aspirasi dengan cara yang konstruktif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelas AKP Dwi Cahyono.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Satlantas Polresta Sidoarjo selalu terbuka untuk menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat terkait pengelolaan lalu lintas dan penertiban pelanggaran. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta manfaat dari upaya penertiban yang dilakukan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan lalu lintas dan menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bagi yang memiliki pendapat atau masukan, silakan menghubungi saluran resmi yang telah kami sediakan agar dapat disampaikan dengan cara yang benar dan dapat menjadi masukan bagi kami dalam meningkatkan pelayanan,” pungkasnya.
Setelah melalui proses klarifikasi dan pemahaman bersama, Faisal telah menyatakan akan lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial ke depannya dan akan selalu berusaha untuk menyampaikan informasi yang akurat serta konstruktif. Pihak kepolisian juga memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada Faisal sebagai bentuk pembelajaran dan mengingatkan pentingnya tanggung jawab setiap individu dalam menggunakan platform digital.
