
Kabupaten Bekasi – Tiga ruang kelas di kompleks Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Cikarang Selatan yang berlokasi di Perum Graha Ciantra, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dilaporkan mengalami keruntuhan total pada Minggu (18/01/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi saat hari libur sekolah ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, mengingat bangunan yang roboh sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kejadian pertama kali ditemukan oleh warga sekitar lokasi, Mulyani (35), seorang ibu rumah tangga yang tinggal tepat di depan kompleks sekolah. Menurut keterangan saksi, ia mendengar suara gemuruh keras yang terdengar seperti petir secara bertahap sekitar pukul 05.15 WIB. Setelah mencari sumber suara, ia melihat atap serta struktur tiga ruang kelas yang berada di sisi barat kompleks sekolah telah roboh menyusut ke dalam.
Setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 10.30 WIB, Kapolsek Cikarang Selatan AKP Erwin Setiawan, S.I.K., M.H. bersama personel piket fungsi Polsek Cikarang Selatan langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 WIB. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memastikan kondisi bangunan, mengantisipasi potensi bahaya lanjutan, serta mengumpulkan data terkait penyebab keruntuhan.
“Kami langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi bangunan serta mengantisipasi potensi bahaya lanjutan. Dari hasil pengecekan awal yang kami lakukan, bangunan yang roboh merupakan ruang kelas lama yang sudah tidak digunakan sejak Juli 2025 karena kondisi struktural bangunannya dinilai tidak layak untuk ditempati,” ujar AKP Erwin Setiawan dalam keterangan di lokasi kejadian.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak sekolah, gedung yang mengalami keruntuhan tersebut merupakan salah satu bangunan tertua di kompleks SMPN 3 Cikarang Selatan yang telah berdiri sejak tahun 1998. Sebelumnya, pihak sekolah telah melakukan evaluasi kondisi bangunan bersama dinas pendidikan dan mengajukan permohonan anggaran perbaikan serta renovasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Proses perencanaan renovasi direncanakan akan dimulai pada semester pertama tahun anggaran 2026.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka karena kejadian berlangsung saat hari libur sekolah dan bangunan sudah tidak digunakan. Namun kami tetap mengimbau agar pihak sekolah segera memasang tanda peringatan yang jelas di sekitar area bangunan roboh serta membatasi akses masyarakat maupun siswa ke lokasi tersebut demi menjaga keselamatan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Cikarang Selatan, Ibu Nurdiana, yang juga hadir di lokasi pengecekan, membenarkan bahwa ketiga ruang kelas yang roboh memang sudah tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar sejak pertengahan tahun 2025. Sejak saat itu, seluruh proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung di ruangan tersebut telah dipindahkan ke ruang kelas baru yang berada di sisi timur kompleks sekolah.
“Kami sangat bersyukur tidak ada korban dalam peristiwa ini. Sebelumnya kami juga telah melakukan langkah pencegahan dengan tidak menggunakan ruangan tersebut dan mengajukan permohonan perbaikan. Saat ini kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan pihak berwenang untuk menindaklanjuti kondisi bangunan serta mempercepat proses renovasi agar tidak terjadi hal serupa di masa depan,” ujar Ibu Nurdiana.
Tim teknis dari Polsek Cikarang Selatan juga melakukan pemeriksaan terhadap struktur bangunan sekitar yang masih berdiri untuk memastikan tidak ada potensi keruntuhan susulan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beberapa bagian struktur bangunan tetangga masih dalam kondisi aman, namun tetap memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh pihak ahli dari dinas pekerjaan umum.
Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama yang sudah berusia tua, untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Apabila bangunan tidak segera diamankan atau direnovasi, akan ada risiko keruntuhan susulan yang dapat membahayakan keselamatan siswa dan masyarakat sekitar, terutama jika aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal pada hari Senin (19/01/2026) besok.
Sebagai langkah lanjutan, Polsek Cikarang Selatan telah mendokumentasikan kondisi lokasi kejadian secara menyeluruh, memberikan imbauan keselamatan secara tertulis kepada pihak sekolah, serta membuat laporan resmi terkait peristiwa keruntuhan bangunan ini untuk kemudian disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan dinas terkait. Pihak dinas pendidikan juga telah menyatakan akan segera melakukan penilaian ulang terhadap seluruh bangunan di kompleks SMPN 3 Cikarang Selatan untuk memastikan keselamatan lingkungan belajar.
(*)
