TEKAN ANGKA KESELAMATAN LALU LINTAS, POLRES GRESIK GELAR OPERASI KESELAMATAN SEMERU 2026 – 5.020 PERSONEL GABUNGAN TERLIBAT, FOKUS TIGA STRATEGI UTAMA MENJELANG RAMADHAN DAN IDUL FITRI 1447 H

TNI-Polri nasional

GRESIK, JAWA TIMUR – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang optimal menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Resor Gresik secara resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026. Pelaksanaan operasi yang menjadi bagian dari program nasional ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di halaman Markas Kepolisian Resor Gresik pada Senin (02/02/2026) pagi, dengan tujuan untuk memantapkan semangat dan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat.

Apel yang berlangsung khidmat dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Gresik Kompol Shabda Purusha, yang mewakili Kapolres Gresik dalam kesempatan tersebut. Kegiatan apel ini diikuti oleh personel gabungan lintas sektoral yang terdiri dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang meliputi Kodim 0817 Gresik, Denpom, serta Garnisun; anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari berbagai satuan kerja di Polres Gresik; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik; serta perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dalam menjaga keamanan lalu lintas.

Dalam amanat yang disampaikannya, Kompol Shabda Purusha menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah langkah strategis yang dirancang khusus untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang hingga saat ini masih tergolong tinggi di wilayah Jawa Timur. Beliau juga menyampaikan data terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada tahun 2025 sebagai dasar penting dalam melaksanakan operasi ini.

“Berdasarkan data resmi tahun 2025, tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Jawa Timur, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 10 orang. Angka ini menjadi perhatian serius bagi kita semua, mengingat setiap korban kecelakaan lalu lintas merupakan kehilangan yang tidak dapat diganti dan memberikan dampak yang mendalam bagi keluarga serta masyarakat,” ujarnya saat membacakan amanat dari Kapolda Jawa Timur.

Wakapolres Gresik juga menjelaskan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas memiliki korelasi yang erat dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menurutnya, perilaku pengendara yang tidak disiplin menjadi faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan dengan tingkat fatalitas yang tinggi.

“Perilaku seperti melanggar rambu lalu lintas, tidak menggunakan perlengkapan keselamatan standar, mengemudi dalam kondisi tidak segar, hingga penggunaan kendaraan yang tidak layak jalan menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, operasi ini dirancang untuk menangani masalah-masalah tersebut secara menyeluruh,” tambahnya.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari penuh, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan total sebanyak 5.020 personel gabungan yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur. Operasi tahun ini mengusung tema yang sangat jelas dan menginspirasi, yaitu “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”, yang menunjukkan bahwa operasi ini juga menjadi persiapan awal bagi Operasi Ketupat Semeru yang akan digelar menjelang momen mudik Idul Fitri.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan fokus pada tiga strategi utama yang saling terkait dan saling mendukung, yaitu:

  1. Strategi Preemtif

Strategi ini dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diberikan kepada masyarakat luas serta kepada pengusaha otobus (PO) yang beroperasi di wilayah Jawa Timur. Materi sosialisasi mencakup manajemen keselamatan berlalu lintas, pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, serta cara-cara menjaga keselamatan diri dan orang lain saat berada di jalan raya. Kegiatan sosialisasi akan dilakukan di berbagai tempat seperti sekolah, pasar, terminal kendaraan, serta melalui media massa dan platform digital untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

  1. Strategi Preventif

Strategi preventif difokuskan pada upaya mencegah terjadinya kecelakaan dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan yang akan beroperasi, khususnya kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh melalui kegiatan ramp check. Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan tes urine bagi seluruh pengemudi yang beroperasi di terminal untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi segar dan bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba, yang dapat membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

  1. Strategi Represif

Strategi ini dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas namun tetap proporsional, dengan memanfaatkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas seperti pelanggaran batas kecepatan, tidak mematuhi lampu lalu lintas, dan pelanggaran lainnya yang sulit dideteksi secara manual. Selain itu, akan dilakukan pula penindakan selektif terhadap pelanggaran kasat mata yang sering menjadi penyebab kecelakaan, seperti penggunaan knalpot tidak standar (brong) yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara lain, melawan arus lalu lintas, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pengoperasian kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berpotensi menyebabkan kecelakaan besar dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

Menutup arahannya, Kompol Shabda Purusha menekankan kepada seluruh personel yang akan terlibat dalam operasi ini untuk selalu mengedepankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, serta menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme dan etika yang tinggi. Beliau juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana alam akibat kondisi cuaca yang tidak menentu di musim penghujan ini, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kondisi cuaca yang sering berubah-ubah menjadi tantangan tambahan bagi kita dalam menjaga kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, saya mengingatkan seluruh personel untuk selalu waspada dan siap memberikan bantuan kepada masyarakat setiap saat. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur yang terlibat, baik dari TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Mari kita laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan setiap tindakan kita sebagai bentuk ibadah bagi negara dan masyarakat,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Setelah acara apel selesai, seluruh peserta apel melakukan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan simbol kesatuan serta solidaritas dalam menjalankan tugas bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang bertujuan untuk memantapkan kesiapan teknis dan taktis seluruh personel dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di lapangan. Latpraops mencakup simulasi penanganan berbagai kondisi darurat di jalan raya, koordinasi antar satuan kerja, serta pemeriksaan kelengkapan perlengkapan yang akan digunakan selama operasi berlangsung.

Dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan penuh komitmen, diharapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur dapat ditekan secara signifikan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta perjalanan mudik menjelang Idul Fitri dengan lebih aman, nyaman, dan selamat. Pihak Polres Gresik juga mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan mendukung segala upaya yang dilakukan oleh pihak berwenang dalam menjaga keselamatan jalan raya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!