Seskoal Lahirkan “Diplomat Laut” Abad 21: Kurikulum Adaptif Hadapi Tantangan Maritim Modern, Gubernur AAL Hadir dalam Penutupan Dikreg ke-64

Jakarta, 9 Desember 2025 – BERITAKABARTERKINI

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) tidak hanya mencetak pemimpin militer, tetapi “diplomat laut” abad 21 yang mampu menguasai teknologi, memahami geopolitik, dan piawai berdiplomasi di kancah maritim internasional. Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Laksda TNI Sigit Santoso, didampingi Ketua CBS Jalasenastri AAL, Ny. Listi Sigit Santoso, hadir dalam upacara penutupan Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal ke-64, menyaksikan lahirnya 123 perwira yang siap mengemban peran strategis ini.

Bertempat di Bumi Cipulir, Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, upacara penutupan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. Dikreg Seskoal Angkatan ke-64 ini diikuti 123 Perwira Siswa (Pasis) yang terdiri dari 116 Pamen TNI AL, 3 Pamen TNI AD, dan 4 Pamen TNI AU. Dari 116 Pasis TNI AL, 27 orang dari Korps Pelaut, 23 orang Korps Teknik, 9 orang Korps Elektronika , 16 orang Korps Suplai, 22 orang Korps Marinir, 5 orang Korps Kesehatan, 8 orang Korps Khusus, 3 orang Korps Polisi Militer, dan 3 orang Korps Hukum.

Lebih dari sekadar pendidikan jenjang tertinggi di lingkungan TNI AL, Dikreg Seskoal ke-64 menghadirkan kurikulum revolusioner yang berfokus pada:

1. Penguasaan Teknologi Maritim: Pasis dibekali dengan pengetahuan mendalam tentang teknologi maritim terkini, seperti sistem pengawasan maritim berbasis satelit, drone bawah laut, dan kapal tanpa awak. Mereka juga dilatih untuk mengoperasikan dan memelihara teknologi tersebut.
2. Diplomasi Maritim: Pasis dilatih untuk bernegosiasi dan berdiplomasi dengan negara-negara lain dalam isu-isu maritim, seperti sengketa wilayah, keamanan maritim, dan pengelolaan sumber daya laut. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang hukum laut internasional dan etika diplomasi.
3. Analisis Geopolitik Maritim: Pasis dilatih untuk menganalisis dinamika geopolitik maritim di kawasan Indo-Pasifik dan dunia, serta merumuskan strategi untuk menjaga kepentingan nasional Indonesia di laut.
4. Kepemimpinan Adaptif: Pasis dilatih untuk menjadi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang kompleks dan dinamis.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!