SENYUM TUKANG BECAK SIDOARJO MEREDAH, TERIMA 200 UNIT BECAK LISTRIK DARI PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO – ALAT KERJA BARU JADI HARAPAN PRODUKTIF DI TENGAH KETERBATASAN FISIK

Nasional

Kabupaten Sidoarjo, 21 Januari 2026 – Senyum ceria terpampang jelas di wajah para tukang becak di Kabupaten Sidoarjo setelah menerima bantuan sebanyak 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penyerahan simbolis bantuan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (21/1/2026), sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal dan mendukung mobilitas ramah lingkungan.

Bagi sebagian penerima manfaat seperti Turianto (65 tahun) dan Mujianto (64 tahun), hadirnya becak listrik bukan sekadar alat kerja baru, melainkan harapan baru untuk tetap produktif di tengah keterbatasan fisik yang mereka alami seiring bertambahnya usia. Sebelumnya, mereka harus mengandalkan tenaga fisik penuh untuk mengayuh becak konvensional, yang seringkali membuat mereka cepat lelah dan terbatas dalam jumlah perjalanan yang dapat dilakukan setiap hari.

“Dulu mengayuh becak sampai badan terasa pegal-pegal, terutama kalau harus membawa penumpang atau barang yang cukup berat. Sekarang dengan becak listrik ini, jauh lebih ringan dan tidak menguras tenaga. Semoga dengan ini penghasilan kita bisa lebih baik, meskipun kita sudah tidak muda lagi,” ujar Turianto dengan suara penuh emosi saat mencoba mengendarai becak listrik baru miliknya.

Mujianto yang juga merupakan tukang becak selama lebih dari 30 tahun mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Menurutnya, becak listrik diharapkan dapat membantu mereka bersaing dengan berbagai moda transportasi modern yang semakin banyak beredar di Kabupaten Sidoarjo.

“Kita tahu perkembangan zaman semakin cepat, banyak orang sekarang lebih memilih transportasi online atau kendaraan pribadi. Tapi dengan becak listrik yang lebih nyaman dan ramah lingkungan, semoga masih ada yang mau menggunakan jasa kita. Selain itu, suara mesinnya juga tidak bising dan tidak mengeluarkan asap, jadi lebih baik buat lingkungan,” tambah Mujianto.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan menyebutkan bahwa program bantuan becak listrik ini merupakan bagian dari upaya kepedulian pemerintah terhadap kelompok pekerja rakyat kecil yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem transportasi daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi langkah konkret menuju mobilitas ramah lingkungan yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara di Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan seleksi yang ketat untuk menentukan penerima bantuan, dengan memprioritaskan tukang becak lansia dan mereka yang benar-benar memiliki keterbatasan ekonomi. Sebelum menerima becak listrik, para penerima juga telah mendapatkan pelatihan pengoperasian dan perawatan dasar agar dapat menggunakannya secara maksimal dan aman.

“Kita tidak hanya memberikan alat kerja, tetapi juga memastikan bahwa para penerima mampu mengoperasikannya dengan benar. Pelatihan yang diberikan meliputi cara mengisi daya, merawat baterai, hingga teknik mengendarai becak listrik dengan aman di jalan raya. Selain itu, kita juga telah menyediakan titik pengisian daya gratis di beberapa lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo,” jelas Budi Basuki.

Menurut Wakil Bupati Mimik Idayana, ke depan, becak listrik ini tidak hanya akan digunakan untuk melayani transportasi umum sehari-hari, tetapi juga akan diarahkan untuk mendukung kawasan wisata di Kabupaten Sidoarjo. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para tukang becak sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah.

“Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak potensi wisata yang bisa kita kembangkan, seperti kawasan wisata alam, budaya, hingga kuliner. Dengan adanya becak listrik yang ramah lingkungan, kita bisa mengintegrasikannya sebagai moda transportasi wisata yang unik dan menarik bagi pengunjung. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan para tukang becak, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan,” ujar Mimik Idayana.

Ia menambahkan bahwa pihak pemkab juga sedang menyusun program pendampingan berkelanjutan untuk para penerima becak listrik, termasuk pelatihan keterampilan bisnis dasar agar mereka dapat mengelola pendapatan dengan lebih baik dan membangun jejaring antar tukang becak untuk memperkuat posisi mereka di pasar.

Sebagai informasi tambahan, becak listrik yang diberikan merupakan produk kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan dalam negeri yang telah dirancang khusus untuk kondisi jalan raya di daerah dan kebutuhan para tukang becak. Setiap unit becak dilengkapi dengan sistem keamanan seperti rem yang handal, lampu depan dan belakang, serta tempat duduk yang nyaman bagi penumpang. Baterai yang digunakan memiliki daya tahan hingga 6 jam pemakaian aktif dan dapat diisi ulang dalam waktu sekitar 4-5 jam.

Acara penyerahan bantuan becak listrik ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah. Banyak pihak yang menyampaikan apresiasi atas program ini dan berharap bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya program seperti ini, kita melihat bahwa pemerintah benar-benar peduli dengan nasib rakyat kecil. Semoga para tukang becak dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan menjadi contoh bagi pekerja lain untuk tetap produktif dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” pungkas salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!