“Sekolah Pulih”: SDN Kalibaru 01 Gelar “Trauma Healing Berbasis Seni dan Alam”, Pulihkan Trauma Psikologis Siswa dan Guru, Ekspresi Diri, Kreativitas, Koneksi dengan Alam, dan Dukungan Sosial Jadi Kunci Utama

Nasional

Cilincing, Jakarta Utara, 13 Desember 2025 – SDN Kalibaru 01 di Cilincing, Jakarta Utara, menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) pada Jumat (12/12/2025) menyusul insiden mobil pengantar makan bergizi (MBG) yang menabrak guru dan siswa di lapangan sekolah pada Kamis pagi. Sebagai respons komprehensif terhadap kejadian tersebut, SDN Kalibaru 01 akan menggelar program “Trauma Healing Berbasis Seni dan Alam” yang melibatkan psikolog, seniman, dan komunitas lingkungan, guna memulihkan trauma psikologis siswa dan guru, serta membangun kembali rasa aman dan optimisme di lingkungan sekolah.

Pantauan detikcom, pukul 09.30 WIB, aktivitas belajar mengajar tidak berlangsung di sekolah. Hanya terlihat sejumlah guru yang hadir untuk rapat, penjaga sekolah, serta kendaraan yang parkir di lokasi. Pagar sekolah yang sebelumnya roboh telah diperbaiki, dan lapangan dicat ulang berwarna biru untuk menutupi bekas kecelakaan.

Penjaga sekolah, Dinan, menjelaskan, “Masuk seperti biasa, cuma PJJ. Guru lagi pada rapat.” Sekolah dijadwalkan kembali normal pada Senin mendatang.

Peristiwa tersebut melibatkan sopir AI yang mengaku salah menginjak pedal gas saat hendak mengerem. Akibat insiden ini, total 22 orang menjadi korban dan kini menjalani perawatan di RSUD Koja dan RSUD Cilincing.

Kepala Sekolah SDN Kalibaru 01 menjelaskan bahwa program “Trauma Healing Berbasis Seni dan Alam” akan:

 Mengadakan Sesi Konseling Individu dan Kelompok: Mengadakan sesi konseling individu dan kelompok dengan psikolog untuk membantu siswa dan guru mengungkapkan perasaan mereka, mengatasi rasa takut dan cemas, serta membangun strategi koping yang sehat.
 Menggelar Workshop Seni Ekspresif: Menggelar workshop seni ekspresif yang melibatkan seniman lokal untuk memfasilitasi siswa dan guru dalam mengekspresikan diri melalui berbagai media seni, seperti lukisan, musik, tari, dan teater.
 Mengadakan Kegiatan di Alam Terbuka: Mengadakan kegiatan di alam terbuka, seperti berkebun, hiking, dan piknik, untuk membantu siswa dan guru terhubung dengan alam, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Membangun Sistem Dukungan Sosial: Membangun sistem dukungan sosial yang melibatkan orang tua, keluarga, teman, dan komunitas sekitar, untuk memberikan dukungan emosional dan praktis kepada siswa dan guru.
Mengintegrasikan Trauma Healing dalam Kurikulum: Mengintegrasikan prinsip-prinsip trauma healing dalam kurikulum sekolah, sehingga siswa dan guru dapat belajar tentang trauma, mengembangkan keterampilan regulasi emosi, dan membangun ketahanan mental.

Selain program “Trauma Healing Berbasis Seni dan Alam”, SDN Kalibaru 01 juga akan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, seperti dinas pendidikan, dinas sosial, dan dinas kesehatan, untuk memastikan bahwa siswa dan guru mendapatkan dukungan yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Kami ingin sekolah ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat di mana siswa dan guru merasa aman, nyaman, dan didukung. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mereka pulih dari trauma ini dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah SDN Kalibaru 01.

“Sekolah Pulih”: SDN Kalibaru 01 gelar “Trauma Healing Berbasis Seni dan Alam”, pulihkan trauma psikologis siswa dan guru, ekspresi diri, kreativitas, koneksi dengan alam, dan dukungan sosial jadi kunci utama. Sekolah Pulih, Hati Tenang, Masa Depan Cemerlang!

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!