
SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar audiensi khusus bersama manajemen klub sepak bola Persebaya Surabaya dan Arema Malang pada hari Rabu (1/4/2026) di Ruang Selasar Mapolda Jatim, Surabaya. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., memiliki tujuan utama untuk memperkuat sinergi antar pihak terkait serta mencegah dan meredam potensi konflik yang mungkin muncul jelang pertandingan BRI Super League musim 2025/2026 yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan eksekutif dari kedua klub besar Jawa Timur tersebut, Kapolda Jatim menyampaikan pentingnya kerja sama yang erat antara kepolisian dengan manajemen klub untuk memastikan bahwa pertandingan yang selalu menjadi sorotan masyarakat berjalan dengan aman dan kondusif. Menurutnya, rivalitas antara Persebaya dan Arema telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sepak bola lokal yang kaya akan sejarah, namun harus tetap dijaga dalam koridor sportivitas dan rasa saling menghormati.
“Kita mengakui bahwa semangat persaingan antara kedua klub ini memiliki nilai yang mendalam bagi jutaan suporter di seluruh Jawa Timur dan bahkan luar daerah. Namun, dalam setiap pertemuan, keamanan dan keselamatan semua pihak – mulai dari pemain, pelatih, petugas, hingga seluruh pengguna stadion – harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan,” ujar Irjen Pol. Nanang Avianto dalam sambutan pembukaan audiensi.
Perwakilan manajemen Persebaya Surabaya menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah proaktif yang dilakukan oleh Polda Jatim. Mereka menyatakan bahwa klub telah melakukan berbagai upaya preventif untuk mengedukasi para suporter agar tetap menjaga sikap sportif dan tidak terpengaruh oleh provokasi dari pihak manapun. Langkah-langkah tersebut antara lain melalui pertemuan rutin dengan komunitas suporter resmi, penyebaran materi edukatif melalui kanal komunikasi resmi klub, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan selama perjalanan suporter ke lokasi pertandingan.
“Salah satu prioritas utama kami adalah memastikan bahwa setiap pertandingan yang diikuti Persebaya berjalan dengan aman dan penuh sportivitas. Kami sangat menghargai upaya Polda Jatim dalam menyelenggarakan audiensi ini, dan siap untuk bekerja sama secara penuh dalam setiap langkah yang diperlukan untuk menjaga ketertiban serta mencegah terjadinya konflik,” ujar perwakilan manajemen Persebaya Surabaya.
Sementara itu, perwakilan manajemen Arema Malang juga menyampaikan komitmen yang sama untuk bekerja sama erat dengan pihak kepolisian dan semua pihak terkait. Sebagai tuan rumah pertandingan yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, mereka menyatakan telah melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola keamanan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya dan siap untuk menerapkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
“Kami sebagai tuan rumah merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa Stadion Kanjuruhan menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Kami telah melakukan koordinasi awal dengan pihak pengelola stadion dan siap untuk mendukung segala upaya yang dilakukan oleh Polda Jatim dalam menjaga keamanan jelang dan selama pertandingan berlangsung,” jelas perwakilan manajemen Arema Malang.
Melalui audiensi ini, Polda Jatim juga mengajak seluruh pihak terkait – termasuk komunitas suporter dari kedua klub, pihak penyelenggara liga, serta masyarakat umum – untuk turut serta dalam menjaga suasana tetap damai dan kondusif. Beberapa poin penting yang disepakati dalam pertemuan antara lain:
- Penetapan zona khusus untuk suporter masing-masing klub dengan pembatasan fisik yang jelas dan pengawasan yang memadai untuk mencegah kontak yang tidak diinginkan
- Peningkatan jumlah petugas kepolisian dan keamanan profesional di titik-titik strategis, baik di dalam stadion maupun di sekitar area lokasi pertandingan, termasuk jalur akses utama yang akan dilalui oleh suporter
- Pelaksanaan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan masuk stadion sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencegah masuknya benda berbahaya yang dapat digunakan untuk mengganggu ketertiban
- Penyelenggaraan kampanye edukasi bersama kepada suporter mengenai pentingnya menjaga sportivitas, menghormati aturan, serta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi dari siapapun
- Pembentukan tim koordinasi gabungan yang akan melakukan pemantauan terus-menerus terhadap situasi dan perkembangan terkait dengan persiapan pertandingan, serta siap mengambil langkah antisipatif jika ditemukan indikasi yang dapat memicu konflik
“Kita tidak hanya berfokus pada pengamanan saat pertandingan berlangsung, namun juga pada upaya pencegahan sebelum dan sesudah pertandingan. Semua pihak harus memiliki kesadaran bahwa pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan tidak menjadi sumber konflik,” tambah Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto.
Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa setiap bentuk tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, termasuk provokasi verbal atau fisik, kerusuhan, serta penghancuran fasilitas publik akan dikenai sanksi hukum yang tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian, mereka tetap berharap bahwa semua pihak dapat menunjukkan sikap yang positif dan menjadikan pertandingan antara Persebaya dan Arema sebagai contoh bagi pertandingan sepak bola lainnya di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Polda Jatim akan segera melakukan kunjungan kerja ke Stadion Kanjuruhan untuk melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana keamanan yang ada. Selain itu, juga akan diadakan pertemuan khusus dengan perwakilan komunitas suporter dari kedua klub untuk menyampaikan langsung pesan penting mengenai pentingnya menjaga keamanan dan sportivitas, serta mendengarkan aspirasi dan masukan dari para suporter terkait dengan persiapan pertandingan.
“Kami berharap bahwa melalui kerja sama yang solid dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, pertandingan ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan menjadi ajang yang mengharumkan nama sepak bola Indonesia serta memperkuat persatuan antar masyarakat Jawa Timur,” pungkas Kapolda Jatim.
(red)
