Pimpin Apel Perdana 2026, Kajati Jatim Tegaskan Kesiapan Hadapi KUHP–KUHAP Baru serta Penguatan Integritas

Nasional

SURABAYA – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Agus Sahat ST, S.H., M.H., secara resmi memimpin pelaksanaan apel pagi perdana Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh jajaran kepegawaian Kejati Jatim pada Senin (5/1/2026). Acara yang berlangsung di halaman Kantor Kejati Jatim Surabaya dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, para Asisten, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator Bidang, serta ratusan pegawai dari berbagai unit kerja di lingkungan Kejati Jatim.

Mengawali rangkaian kegiatan apel perdana tahun ini, Kajati Jatim Agus Sahat ST memberikan penghargaan khusus kepada dua purnabhakti Adhyaksa yang telah menuntaskan masa pengabdiannya pada akhir tahun 2025. Penerima penghargaan adalah Mamik Orbayati, S.H., yang menjabat sebagai Arsiparis Ahli Pertama pada Kejati Jatim, serta Sukardi, S.H., M.Hum., Jaksa Fungsional di lingkungan Kejati Jatim. Penghargaan berupa piagam dan cenderamata diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah dan institusi kejaksaan atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama puluhan tahun menjalankan tugas dan mengabdi kepada negara.

Dalam pidato sambutannya, Kajati Jatim menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pegawai Kejati Jatim atas hasil kinerja yang telah dicapai sepanjang tahun 2025. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih – mulai dari peningkatan angka penyelesaian kasus, optimalisasi pelayanan masyarakat, hingga penguatan kerja sama dengan institusi terkait – menjadi bukti nyata dari komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kejaksaan. “Kinerja tahun 2025 yang memuaskan ini harus menjadi landasan dan tolak ukur bagi kita untuk meningkatkan kualitas kerja pada tahun 2026 dengan standar yang lebih tinggi, lebih efektif, dan lebih profesional,” ujarnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Kajati Jatim menyoroti dua tantangan utama yang akan menjadi fokus perhatian Kejati Jatim dalam tahun 2026. Tantangan pertama yang paling menonjol adalah penerapan penuh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru, yang membawa sejumlah pembaruan substansial dalam sistem hukum pidana nasional. Pembaruan tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti pengaturan tentang kejahatan baru yang relevan dengan perkembangan zaman, perbaikan mekanisme proses peradilan pidana, hingga penyesuaian hak dan kewajiban bagi setiap pihak yang terlibat dalam proses hukum.

“Pembaruan pada KUHP dan KUHAP bukanlah hal yang bisa kita anggap remeh. Ini adalah langkah penting dalam menyempurnakan sistem peradilan pidana kita agar lebih sesuai dengan nilai-nilai hukum yang adil dan kebutuhan masyarakat masa kini. Setiap jaksa, baik yang bertugas di tingkat penyidikan, penuntutan, maupun pengawasan, harus cermat, adaptif, serta mampu menerjemahkan setiap pembaruan tersebut dengan tepat dalam setiap tindakan hukum yang dilakukan,” tegas Kajati Jatim, menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap aturan baru tersebut.

Untuk menghadapi tantangan ini, Kajati Jatim mengungkapkan bahwa Kejati Jatim telah menyusun program pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi seluruh jaksa dan pegawai. Pelatihan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemahaman dasar tentang perubahan aturan hingga aplikasi praktis dalam penanganan kasus. Selain itu, juga akan dibentuk tim khusus yang bertugas untuk menyusun panduan operasional dan memberikan klarifikasi terkait penerapan KUHP dan KUHAP baru di tingkat daerah.

Tantangan kedua yang disampaikan adalah menjaga konsistensi dan kualitas penegakan hukum di tengah dinamika ketersediaan anggaran dan sumber daya. Menurut Kajati Jatim, meskipun kemungkinan terdapat tantangan dalam hal pendanaan, penegakan hukum harus tetap berjalan efektif dan tidak boleh mengalami hambatan yang signifikan. “Kita harus mampu bekerja secara cerdas, efisien, dan mengedepankan kedisiplinan serta etos kerja yang tinggi. Setiap rupiah anggaran yang digunakan harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung tujuan utama kejaksaan dalam menegakkan hukum dan keadilan,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan ini, Kajati Jatim menginstruksikan kepada seluruh unit kerja untuk melakukan evaluasi terhadap proses kerja yang ada dan mengidentifikasi area di mana efisiensi dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan kualitas. Selain itu, juga akan ditingkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga hukum terkait, dan organisasi masyarakat, untuk mendukung pelaksanaan tugas kejaksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Jatim juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme seluruh jajaran kejaksaan. Menurutnya, integritas adalah pondasi utama yang tidak boleh tercoreng dalam menjalankan tugas penegakan hukum. “Kita sebagai aparatur hukum harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam mematuhi hukum dan menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Setiap tindakan kita harus didasarkan pada prinsip keadilan, objektivitas, dan transparansi,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan integritas, Kejati Jatim akan meningkatkan sistem pengawasan internal dan melakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan tugas di setiap unit kerja. Selain itu, juga akan dilakukan penyuluhan secara berkala tentang etika profesi dan tata cara pelaksanaan tugas yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perwakilan dari jajaran Kejaksaan Tinggi Jatim yang hadir menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung seluruh program dan arahan yang disampaikan oleh Kajati Jatim. Wakajati Jatim yang juga hadir dalam apel tersebut menyatakan bahwa seluruh pihak telah siap untuk menghadapi tantangan tahun 2026 dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi. “Kita akan bekerja sama secara sinergis untuk memastikan bahwa Kejati Jatim dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan hukum dan keamanan di Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Acara apel perdana tahun 2026 diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh petugas ibadah Kantor Kejati Jatim, serta foto bersama untuk mengabadikan momen penting tersebut. Seluruh peserta apel tampak penuh semangat dan siap untuk menjalankan tugasnya dalam tahun baru dengan komitmen yang lebih kuat untuk menegakkan hukum dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

(Husairi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!