PERKUAT SINERGI PROGRAM “WAR ON DRUGS FOR HUMANITY” – KEPALA BNN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH BERTEMU KEPALA BNN RI, MEMBAHAS STRATEGI PENINGKATAN PENDEKATAN KEMANUSIAAN, PENCEGAHAN, DAN PEMULIHAN

TNI-Polri nasional

Jakarta – Dalam rangka mendukung penuh kebijakan nasional pemberantasan narkotika, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Mada Roostanto, S.E., M.H., melaksanakan audiensi resmi dengan Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. Pertemuan yang berfokus pada penguatan strategi serta sinergi kebijakan program “War on Drugs for Humanity” ini bertujuan untuk memastikan bahwa upaya pemberantasan narkotika berjalan dengan terpadu antara pusat dan daerah, dengan penekanan pada pendekatan kemanusiaan, pencegahan, dan pemulihan korban penyalahgunaan zat narkotika.

Program “War on Drugs for Humanity” yang menjadi fokus pembahasan merupakan kebijakan unggulan BNN RI yang berbeda dari pendekatan konvensional dalam memberantas narkotika. Konsep ini tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku perdagangan narkotika, tetapi juga memberikan perhatian utama pada aspek kemanusiaan – seperti pemulihan dan reintegrasi sosial bagi para penyalahguna yang ingin kembali ke jalur yang benar, serta pencegahan sejak dini untuk melindungi generasi muda dari ancaman zat berbahaya tersebut.

Dalam audiensi tersebut, Brigjen Pol. Mada Roostanto menyampaikan berbagai capaian serta tantangan yang dihadapi oleh BNN Provinsi Kalimantan Tengah dalam menjalankan program tersebut di wilayahnya. Ia juga mengusulkan beberapa strategi khusus yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakteristik masyarakat Kalimantan Tengah, seperti peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat dalam rangka memperluas jangkauan pencegahan dan pemulihan.

Sementara itu, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya terbangunnya keselarasan kebijakan antara pusat dan daerah untuk memastikan bahwa langkah-langkah pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. “Kita tidak hanya bertujuan untuk memberantas perdagangan narkotika, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman narkoba. Hal ini hanya bisa tercapai jika seluruh elemen, mulai dari pusat hingga daerah, bekerja sama dengan sinergi yang kuat,” ujar Kepala BNN RI.

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya BNN RI dalam mengevaluasi dan menyempurnakan program “War on Drugs for Humanity” secara berkala, agar tetap relevan dengan dinamika permasalahan narkotika di tanah air. Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana pengembangan pusat pemulihan korban penyalahgunaan narkotika di Kalimantan Tengah, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain di wilayah Kalimantan.

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa hasil audiensi ini akan segera diwujudkan dalam bentuk rencana kerja terpadu antara BNN RI dan BNN Provinsi Kalimantan Tengah, dengan target meningkatkan cakupan pencegahan hingga 30% di wilayahnya pada tahun ini, serta meningkatkan jumlah korban penyalahguna narkotika yang berhasil menjalani proses pemulihan dan reintegrasi sosial.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!