Pengurus PT Migas Indonesia Jaya Berbelit-belit Saat Konfirmasi Wartawan, Supir dan Kernet Diduga Mau Kencingkan BBM Solar Non Subsidi dengan Dalih “Berak”

Nasional

Malang – Aktivitas pengiriman solar non subsidi yang dilakukan PT Migas Indonesia Jaya kepada PT Greenfield Indonesia Dairy Farm Ngajum Malang menjadi sorotan publik setelah ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh sopir dan kernet kendaraan tangki truk plat nomor W 9551 UO. Peristiwa ini terjadi pada Senin (1/3/2025) di jalan raya Wagir, Malang, dimana kedua oknum tersebut diduga berupaya mengurangi volume solar dengan cara “kencing” atau mengeluarkan bahan bakar dari tangki kendaraan.

Ketika ditemui di area pelataran PT Greenfield Indonesia Dairy Farm Ngajum Malang, sang sopir melakukan berbagai pembelaan dengan alasan yang tidak masuk akal. Saat ditanya mengapa keluarkan tong yang berisi sisa solar di pinggir jalan yang gelap dan tidak memiliki fasilitas sanitasi, sopir mengklaim tong tersebut digunakan untuk “ambil air untuk berak, Buat apa kamu keluarkan tong di pinggir jalan?” tanya tim media. Buat ambil air untuk berak, pak, jawab sopir.

Ketika ditanya kembali apakah menggunakan air solar untuk membersihkan diri setelah buang air besar, sopir beralih alasan dengan mengatakan, “Buat sirami ban supaya tidak panas.” Namun, argumen ini kembali ditentang tim media karena peristiwa terjadi pada malam hari dimana suhu udara tidak panas, dan lokasi tersebut juga tidak ditemukan got atau aliran air yang bisa digunakan untuk keperluan sanitasi. Pengurus PT Migas Indonesia Jaya Memutar Balik Fakta dan Menuduh Media

Saat kasus ini dikonfirmasi kepada pengurus PT Migas Indonesia Jaya yang bernama Eko, pihaknya memberikan respon yang tidak baik dan terkesan memutar balik fakta. Melalui sambungan telepon WhatsApp, Eko menuduh tim media dan lembaga yang mengawasi melakukan penghadangan terhadap kendaraan tangki pengangkutan solar, Bapak kok berani menghentikan kendaraan PT Migas Indonesia Jaya?” ucap Eko kepada tim media.

Ketika tim media meminta konfirmasi langsung kepada sopir melalui loud speaker, sang sopir menjawab, “Tidak ada penghadangan, pak.” Hal ini menunjukkan bahwa klaim dari pengurus Eko tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami oleh pihak yang langsung terlibat dalam pengiriman.

Selain itu, Eko juga menyatakan keberatan jika kasus ini disampaikan kepada Sony, yang menurut informasi tim media bertindak sebagai marketing PT Migas Indonesia Jaya, sebelum akhirnya langsung mematikan ponselnya dan mengakhiri komunikasi. Dugaan Kerugian Bagi Pelanggan dan Kecurigaan Korporasi

Aksi yang keburu diketahui oleh tim media dan lembaga pengawas membuat publik mengkhawatirkan adanya dugaan korporasi serta jalinan kerja sama yang tidak benar antara sopir, kernet, dan pihak manajemen terkait aktivitas penyalahgunaan BBM solar non subsidi. Jika aksi tersebut tidak terdeteksi, maka akan sangat merugikan PT Greenfield Indonesia Dairy Farm sebagai pelanggan yang telah membayar untuk mendapatkan volume solar sesuai dengan perjanjian.

Seyogyanya, pihak manajemen atau pengurus PT Migas Indonesia Jaya mengambil sikap terbuka dan menerima aduan dari publik serta masyarakat, bukan dengan cara memutar balik fakta dan menuduh pihak yang mencoba mengungkapkan kebenaran. Pihak terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengklarifikasi kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang bersalah, serta melakukan perbaikan sistem pengawasan pengiriman agar tidak terjadi penyimpangan serupa di masa depan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!