NATARU 2025–2026 Simokerto: Aman Terkendali, 77 Personel Gabungan Capai “Wilayah Zero Gangguan” – Masyarakat Merasakan Keamanan Pasca Hujan

TNI-Polri nasional

Surabaya, Simokerto – Kegiatan Asuhan Rembulan dan Pengamanan Natal dan Tahun Baru (NATARU) 2025–2026 di wilayah Kecamatan Simokerto berjalan dengan luar biasa: aman, kondusif, dan bahkan mencapai target “Wilayah Zero Gangguan” pada Minggu (28/12/2025). Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi erat antara unsur 3 Pilar Kecamatan Simokerto yang bekerja sama untuk melindungi masyarakat di tengah cuaca pascahujan yang mendukung.

Pengamanan NATARU kali ini melibatkan berbagai aparat dan lembaga masyarakat, antara lain Polsek Simokerto, Koramil Simokerto, Satpol PP Kecamatan Simokerto, Deteksi Dini Kecamatan Simokerto, serta Karang Taruna Kecamatan Simokerto. Seluruh upaya ini dilaksanakan berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2014 mengenai penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Apel Persiapan di Pos ITC Mall: Sinergi Awal yang Kuat

Semua personel gabungan memulai hari dengan Apel Persiapan Pelaksanaan (APP) yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Simokerto, dipusatkan di Pos Pengamanan ITC Mall Surabaya. Acara ini menjadi momentum untuk menyatukan tujuan, menyusun strategi patroli, dan memastikan setiap petugas memahami tugasnya dengan jelas.

“Kami tidak bekerja sendiri – ini adalah kerja sama seluruh komponen masyarakat. Tujuan kita hanya satu: memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Simokerto selama merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru,” ujar Kapolsek Simokerto dalam pidatonya saat apel.

Setelah apel, petugas segera bergerak melakukan patroli Asuhan Rembulan dan pengamanan NATARU ke sejumlah titik rawan dan strategis yang dianggap krusial, antara lain:

  • RSUD Soewandhie (tempat pelayanan kesehatan yang perlu keamanan ekstra)
  • Botoputih dan Jalan Pegirian (kawasan keramaian dan perdagangan)
  • Jalan Ngaglik dan Jalan Kapasan (ruas jalan protokol dan akses utama)
  • Jalan Simolawang Baru
  • Jalan Sidoyoso dan Jalan Kenjeran (kawasan pemukiman padat dan dekat pantai)

Hasil Pemantauan: Nihil Gangguan, Masyarakat Merasakan Tenang

Dari hasil patroli dan pengawasan yang dilakukan sepanjang hari, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terpantau sangat baik. Tidak ditemukan satupun gangguan kamtibmas, baik itu kerumunan muda-mudi yang tidak terkendali, aksi balap liar, indikasi tawuran, maupun aktivitas gengster. Kejadian menonjol juga terpantau nihil.

Cuaca yang mendukung pascahujan juga menjadi faktor positif, sehingga masyarakat lebih bebas keluar rumah untuk beraktivitas atau berkumpul dengan keluarga. Sejumlah warga yang ditemui di sekitar Jalan Pegirian mengakui rasa lega dengan kehadiran aparat yang sigap.

“Kami merasa sangat tenang hari ini. Bisa lihat petugas polisi dan aparat lain berjalan-jalan mengawasi, jadi tidak khawatir ada masalah apa pun. Bisa tenang merayakan Natal dengan keluarga,” ujar Siti Aminah, seorang warga yang sedang berbelanja di pasar terdekat.

Seluruh pengamanan dilakukan oleh sebanyak 77 personel gabungan yang bekerja secara bergiliran untuk memastikan kehadiran yang terus-menerus di lapangan. Aparat juga tidak hanya mengawasi, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, memberikan imbauan untuk tetap waspada, dan mendengarkan keluhan yang mungkin ada.

Komitmen Berkelanjutan: Aman Hingga Akhir Perayaan

Para pimpinan aparat gabungan menegaskan bahwa pengamanan NATARU akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya hari ini tetapi juga hingga akhir periode perayaan Tahun Baru 2026. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Simokerto.

“Kami tidak akan mengurangi kehadiran personel di lapangan. Pengamanan akan terus berjalan sampai perayaan selesai dan situasi kembali normal. Ini adalah komitmen kita terhadap masyarakat,” tegas Kepala Koramil Simokerto.

Keberhasilan “Wilayah Zero Gangguan” di NATARU 2025–2026 Simokerto menjadi bukti bahwa sinergi aparat dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Semoga keberhasilan ini dapat berlanjut dan menjadi contoh bagi kecamatan lain di Surabaya.

(Husairi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!