
Merauke, 11 Desember 2025 – “Mit Anim” bukan sekadar semboyan bagi Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 11. Lebih dari itu, “Membangun dengan Hati” adalah ruh yang menggerakkan setiap langkah prajurit zeni dalam mengukir perubahan di pedalaman Indonesia. Di balik kokohnya jembatan dan mulusnya jalan yang mereka bangun, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang pengorbanan, dedikasi, dan cinta kepada negeri.
Di tengah perayaan Dirgahayu Denzipur 11/MA, Kapusziad dan Ketua Persit KCK Koorcab Pusziad PG Mabesad menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu proyek pembangunan jalan di sebuah desa terpencil di Merauke. Di sana, mereka bertemu dengan Sertu Roni, seorang prajurit zeni yang telah bertugas selama lima tahun di Denzipur 11/MA.
“Awalnya, saya merasa berat meninggalkan keluarga untuk bertugas di daerah terpencil. Tapi, setelah melihat langsung bagaimana pembangunan yang kami lakukan berdampak positif bagi masyarakat, saya merasa bangga dan termotivasi,” ujar Sertu Roni dengan mata berbinar.
Sertu Roni bercerita tentang bagaimana ia dan rekan-rekannya harus berjuang menembus hutan belantara, mendaki gunung terjal, dan menyeberangi sungai deras untuk membawa material konstruksi ke lokasi proyek. Tak jarang, mereka harus tidur di tenda darurat dan makan makanan seadanya.
“Kami seringkali kekurangan air bersih dan bahan makanan. Tapi, kami tidak pernah menyerah. Kami selalu ingat pesan komandan, bahwa tugas kami adalah untuk membantu masyarakat dan membangun negeri,” kata Sertu Roni.
Kisah Sertu Roni hanyalah satu dari sekian banyak kisah inspiratif yang mewarnai perjalanan Denzipur 11/MA. Para prajurit zeni ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan masyarakat setempat.
“Kami seringkali membantu masyarakat dalam kegiatan sehari-hari, seperti mengajar anak-anak, membantu petani, dan memberikan pelayanan kesehatan. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI adalah bagian dari masyarakat,” ujar Sertu Roni.
Kapusziad dan Ketua Persit KCK Koorcab Pusziad PG Mabesad sangat terharu mendengar kisah-kisah inspiratif dari para prajurit Denzipur 11/MA. Mereka memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian para prajurit zeni yang telah berjuang di garis depan pembangunan.
“Kalian adalah pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa. Kalian telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Teruslah bersemangat dan jadilah teladan bagi generasi muda,” pesan Kapusziad.
Dengan semangat “Mit Anim”, Denzipur 11/MA terus berkomitmen untuk membangun negeri dari ujung timur Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan cinta kepada negeri, mereka dapat mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Karena di balik setiap jembatan yang kokoh dan jalan yang mulus, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang prajurit zeni yang membangun dengan hati.
(red)
