Menjaga Kekhusyukan Tarawih, Menggapai Berkah Ramadan 🌙✨

Nasional

KAWANGKOAN, MINAHASA – Kemilau bulan sabit muda yang menandai awal Ramadan 1447 Hijriah menyelimuti langit Kawangkoan pada Sabtu malam, 18 Januari 2026. Dengan datangnya malam pertama Ramadan, Masjid Besar Nurulhuda Kawangkoan mulai dipenuhi oleh lautan jamaah yang khusyuk menunaikan salat Tarawih, ibadah sunah yang menjadi ciri khas bulan suci ini. Di tengah gemuruh takbir dan zikir, tampak kehadiran personel Kepolisian Republik Indonesia yang berjaga, memastikan setiap langkah ibadah berjalan aman dan tenteram.

Kapolsek Kawangkoan, bersama dengan sejumlah anggota piket, pada malam yang mulia itu melaksanakan pengamanan (PAM) ibadah Tarawih, sebuah inisiatif rutin yang telah menjadi tradisi Polri setiap tahunnya. Kehadiran aparat keamanan ini lebih dari sekadar tugas protokoler; ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Tujuannya jelas: memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan perasaan aman, nyaman, dan yang terpenting, mencapai tingkat kekhusyukan tertinggi.

Bulan Ramadan adalah periode emas bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, merenungi diri, dan meningkatkan spiritualitas. Kekhusyukan menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan di bulan suci ini. Oleh karena itu, lingkungan yang kondusif, bebas dari rasa khawatir dan gangguan, sangat diperlukan. “Kehadiran kami adalah untuk menciptakan atmosfer yang memungkinkan jamaah fokus sepenuhnya pada ibadah mereka. Kami ingin memastikan tidak ada gangguan sekecil apa pun yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah Tarawih,” ungkap salah satu petugas kepolisian yang berjaga.

Lingkup pengamanan yang dilakukan oleh personel Polsek Kawangkoan mencakup berbagai aspek. Mulai dari patroli aktif di sekitar area masjid untuk mencegah potensi tindak kriminalitas, pengaturan lalu lintas di ruas jalan sekitar masjid yang kerap ramai akibat parkir kendaraan jamaah, hingga pengawasan terhadap potensi gangguan ketertiban umum lainnya. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat meniadakan segala bentuk ancaman, sehingga seluruh rangkaian ibadah Tarawih dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Kawangkoan juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh elemen masyarakat. “Mari bersama kita jaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama bulan suci Ramadan ini. Dengan keamanan yang terpelihara, setiap ibadah yang kita tunaikan akan menjadi lebih bermakna dan membawa keberkahan yang berlimpah bagi kita semua. Ini juga akan mempererat tali silaturahmi dan persatuan di antara kita,” ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat.

Pengamanan ibadah Tarawih di Masjid Besar Nurulhuda pada malam pertama Ramadan ini adalah cerminan dari komitmen negara untuk melindungi hak-hak beribadah warganya. Ini adalah langkah konkret yang menegaskan peran Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai penjaga harmoni sosial. Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan, umat Muslim di Kawangkoan diharapkan dapat merasakan esensi sejati dari bulan Ramadan, yakni keberkahan, kedamaian, dan kekhusyukan dalam setiap lantunan doa dan sujud mereka.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!