
Manado, 8 Januari 2026 – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi secara langsung pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon pada hari Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya strategis Kejati Sulut dalam penguatan sistem pengawasan internal dan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan hukum yang optimal kepada masyarakat Provinsi Sulawesi Utara.
Acara yang berlangsung di Aula Utama Kejari Tomohon tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Dr. Reinhard Tololiu, S.H., M.H., beserta seluruh jajaran pejabat struktural, jaksa fungsional, dan pegawai Kejari Tomohon. Kedatangan Kepala Kejati Sulut dalam kegiatan monitoring ini menunjukkan perhatian serius terhadap kinerja unit kerja kejaksaan di tingkat kabupaten/kota, dengan tujuan memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan tugas sesuai dengan standar dan arahan yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari RI).
Proses monitoring dilaksanakan secara komprehensif dengan meninjau langsung pelaksanaan tugas pada setiap bidang kerja di Kejari Tomohon. Tim yang dipimpin oleh Kepala Kejati Sulut melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, antara lain administrasi perkara yang mencakup penyusunan berkas dan pelacakan perkembangan setiap perkara, penanganan perkara tindak pidana umum seperti kasus pencurian, perkelahian, dan korupsi skala kecil, serta penanganan perkara khusus seperti kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, narkoba, dan kejahatan ekonomi.
Selain itu, kegiatan monitoring juga mencakup evaluasi terhadap bidang intelijen kejaksaan yang bertugas mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait dengan penyelesaian perkara, bidang perdata dan tata usaha negara yang menangani perkara sengketa hukum antara pihak swasta maupun antara pihak swasta dengan negara, serta pengelolaan barang bukti dan barang rampasan yang menjadi bagian penting dalam proses peradilan pidana.
Dalam pemeriksaan langsung di masing-masing bidang, Kepala Kejati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy melakukan tinjauan terhadap dokumentasi kerja, sistem manajemen data perkara, serta komunikasi antar unit kerja dalam menyelesaikan perkara. Ia juga secara langsung berkomunikasi dengan petugas yang bertugas di setiap bidang untuk mendengar laporan perkembangan kerja, kendala yang dihadapi, serta usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas.
“Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang diterapkan oleh Kejaksaan RI dapat terealisasi dengan baik di tingkat daerah. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan hukum yang diberikan kepada masyarakat di Tomohon sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, yaitu profesional, transparan, dan dapat diakses oleh semua kalangan,” ujar Kepala Kejati Sulut dalam sambutannya.
Kepala Kejari Tomohon Dr. Reinhard Tololiu, S.H., M.H. dalam laporannya menyampaikan bahwa Kejari Tomohon telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja, termasuk dengan menerapkan sistem manajemen perkara berbasis digital dan melakukan pelatihan berkala bagi jaksa dan pegawai untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka. Namun demikian, ia juga mengakui bahwa masih terdapat beberapa kendala yang perlu mendapatkan dukungan dari Kejati Sulut, antara lain terkait dengan sarana dan prasarana kerja serta peningkatan jumlah sumber daya manusia.
Setelah melakukan tinjauan terhadap seluruh bidang kerja, kegiatan monitoring diakhiri dengan sesi dialog terbuka yang menghadirkan perwakilan dari masing-masing bidang untuk menyampaikan masukan, usulan, serta harapan mereka terkait dengan penguatan kinerja Kejari Tomohon ke depan. Beberapa masukan yang diajukan antara lain terkait dengan perluasan akses pelayanan hukum masyarakat di daerah pelosok Tomohon, peningkatan sistem koordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian dan pengadilan, serta perluasan program edukasi hukum untuk masyarakat.
Kepala Kejati Sulut dalam menyampaikan kesimpulan kegiatan monitoring menyampaikan apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran Kejari Tomohon. Ia juga memberikan arahan bahwa masukan yang diajukan akan menjadi bahan pertimbangan untuk penyusunan program kerja Kejati Sulut tahun depan, serta akan melakukan langkah-langkah untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada Kejari Tomohon.
“Kami sangat menghargai upaya yang telah dilakukan oleh Kejari Tomohon. Semua masukan dan usulan yang diajukan akan kami kaji secara mendalam dan akan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan serta penguatan kinerja. Kami berkomitmen untuk terus mendukung Kejari Tomohon agar dapat menjalankan tugas dengan lebih baik, sejalan dengan visi Kejaksaan Republik Indonesia yang profesional, berintegritas, dan humanis,” jelas Jacob Hendrik Pattipeilohy.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan hukum di wilayah Tomohon, serta memperkuat peran kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang bertanggung jawab dalam menjaga keadilan dan melindungi kepentingan masyarakat serta negara. Kejati Sulut juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di seluruh Kejari di wilayah Sulawesi Utara untuk memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
(red)
