Kecelakaan Maut di Jalan Raya Legundi Gresik – Tiga Truk dan Sepeda Motor Tabrakan Beruntun, Satu Orang Tewas di Tempat

Nasional

GRESIK, JAWA TIMUR – Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di Provinsi Jawa Timur, kali ini di Jalan Raya Legundi, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, pada hari Rabu (4/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa nahas yang terjadi tepat di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Krikilan 3 melibatkan tiga truk besar dan satu sepeda motor, dengan akibat satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua orang lainnya mengalami luka ringan.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram yang dikonfirmasi setelah kejadian membenarkan kronologi peristiwa yang menyedihkan tersebut. Menurut informasi yang diperoleh dari penyelidikan awal, kecelakaan bermula ketika sebuah truk tronton dengan nomor polisi L-8346-UU yang dikemudikan oleh Purnomo (34 tahun), warga Gunem, Kabupaten Rembang, sedang melaju dari arah timur ke barat. Saat memasuki ruas jalan di depan SDN Krikilan 3, kendaraan tersebut mengalami masalah teknis berupa rem blong yang membuat pengemudi tidak dapat mengendalikan kecepatan dan arah truk.

Akibat gangguan rem tersebut, truk tronton langsung menyergap dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi AG-3755-KCT yang dikendarai oleh Wahyu Riko Indrawan (25 tahun), warga Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Benturan yang sangat keras menjatuhkan sepeda motor beserta pengendaranya, yang kemudian terdorong meluncur ke arah depan hingga menabrak truk boks yang sedang melaju di jalur yang sama.

Truk boks yang menjadi korban benturan kedua memiliki nomor polisi L-8156-BAC dan dikemudikan oleh Galih Teguh Saputro (27 tahun), warga Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Di dalam kendaraan tersebut juga ada seorang kernet bernama Udin (26 tahun), warga Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Tidak berhenti sampai di situ, benturan beruntun terus berlanjut ketika truk boks tersebut terdorong oleh gaya tumbukan dari belakang hingga menabrak truk tronton lain dengan nomor polisi S-8246-ND yang dikemudikan Mujiono (51 tahun), warga Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Dampak paling fatal diterima oleh pengendara sepeda motor Wahyu Riko Indrawan, yang terhimpit di antara badan truk tronton pertama dan bagian depan truk boks. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian oleh petugas kesehatan yang datang pertama kali ke lokasi. “Jenazah korban kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Anwar Medika untuk dilakukan proses selanjutnya sesuai dengan keinginan keluarga,” jelas Kompol Musihram dalam keterangannya.

Selain korban meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Pengemudi truk boks Galih Teguh Saputro menderita luka memar pada bagian kepala dan tungkai bawah, sedangkan kernet Udin mengalami luka sayatan pada bagian lengan kiri. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis segera dan kondisi mereka saat ini dinyatakan stabil.

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, kerugian material yang ditimbulkan akibat kecelakaan beruntun ini ditaksir mencapai Rp 25 juta. Semua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan dan samping yang menjadi titik benturan utama. Truk tronton pertama mengalami kerusakan pada bumper depan dan sistem kemudi, sedangkan truk boks memiliki kerusakan pada badan kendaraan dan kaca depan yang pecah parah. Sepeda motor korban bahkan mengalami kerusakan total dan tidak dapat digunakan lagi.

Setelah kejadian, tim Satuan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Satlantas) Polres Gresik segera melakukan penutupan sementara sebagian ruas jalan untuk memudahkan proses evakuasi korban dan pembersihan lokasi kejadian. Aliran lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif selama kurang lebih satu jam hingga kondisi lokasi kembali aman untuk dilalui kendaraan.

“Kasus kecelakaan lalu lintas ini kini telah diteruskan ke Unit Pembinaan Keselamatan dan Keselamatan Lalu Lintas (Gakkum) Satlantas Polres Gresik untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan teknis pada kendaraan yang terlibat dan penyelidikan terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya kejadian ini,” pungkas Kompol Musihram, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolsek Cerme. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara dan menjaga kecepatan sesuai dengan batas yang ditetapkan untuk menghindari terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!