KAPOLDA BENGKULU HADIRI GROUNDBREAKING 442 SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) POLRI SECARA VIRTUAL, WUJUD KOMITMEN POLRI DUKUNG PROGRAM STRATEGIS NASIONAL PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT

TNI-POLRI Nasional

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Dr. H. Surya Wijaya, S.H., M.H., secara resmi mengikuti kegiatan Groundbreaking 442 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dilaksanakan secara virtual pada hari Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan yang menjadi bagian dari gerakan nasional Polri dalam mendukung penguatan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat secara terintegrasi dan berkelanjutan ini dipusatkan di Dapur SPPG Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia melalui platform daring.

Acara virtual yang diadakan mulai pukul 09.00 WIB itu dibuka dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dari Kabupaten Rejang Lebong, diikuti oleh sambutan sambutan dari para pejabat yang hadir. Tempat pemusatan acara di Dapur SPPG Rejang Lebong diisi oleh sejumlah pejabat penting dan unsur Pejabat Pemerintah Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rejang Lebong, antara lain Bupati Rejang Lebong H. Ahmad Zaini, S.E., M.M., Auditor Madya TK III Polda Bengkulu AKBP H. Rudianto, S.H., M.H., Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP H. Fajar Setiawan, S.H., M.I.Kom., Kapolres Rejang Lebong AKP H. Andi Prasetyo, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong H. Syarifuddin, S.E., Dandim Rejang Lebong Mayor Inf H. Joko Susilo, S.Sos., M.M., Kajari Rejang Lebong H. Agus Supriyanto, S.H., M.H., serta para Pejabat Utama Polres Rejang Lebong. Juga hadir Bhayangkari Polres Rejang Lebong, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Kepala SPPG Rejang Lebong Dra. H. Siti Nurhaliza, S.Gz., M.Sc.

Groundbreaking 442 SPPG Polri ini menjadi tonggak awal penting dalam pembangunan dan penguatan infrastruktur pelayanan gizi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mendapatkan alokasi 12 unit SPPG yang akan dibangun di berbagai kabupaten/kota. Program ini dirancang sebagai kolaborasi antara Polri dengan Pemerintah Daerah dan lembaga terkait untuk memberikan layanan gizi yang terpadu, terjangkau, dan berkualitas kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Setiap unit SPPG akan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk ruang konseling gizi, ruang pelatihan, dapur gizi untuk memproduksi makanan bergizi, dan ruang penyimpanan bahan baku.

Menurut penjelasan dari Pejabat Utama Divisi Kesejahteraan Personel Polri yang mengisi materi dalam acara virtual, program 442 SPPG Polri merupakan bagian dari rencana strategis Polri periode 2025-2030 yang bertujuan untuk mendukung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Program Nasional Peningkatan Gizi (PNPG). Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pemenuhan gizi bagi kelompok rentan yang seringkali mengalami masalah kekurangan gizi dan gizi buruk. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 18% anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi, dan program SPPG Polri diharapkan dapat membantu menurunkan angka ini secara signifikan dalam 3 tahun ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bengkulu yang menyampaikan pidato melalui sambutan virtual menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam program ini bukanlah hal yang baru, melainkan wujud komitmen jangka panjang Polri untuk tidak hanya sebatas pada tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga berperan aktif dalam mendukung program-program strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan – tanpa kesejahteraan, keamanan akan sulit terjaga, dan tanpa keamanan, kesejahteraan akan sulit dicapai.

“Kami sebagai Polri selalu siap untuk berkontribusi dalam setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tugas kita tidak hanya menangkap penjahat dan menjaga ketertiban, tetapi juga membantu masyarakat untuk hidup sehat, sejahtera, dan bahagia,” ujar Kapolda Bengkulu dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa Polri memiliki jaringan yang luas di seluruh pelosok negeri, sehingga sangat berpotensi untuk menjadi perantara dalam penyebaran layanan gizi kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Selain itu, Kapolda Bengkulu juga mengajak seluruh personel Polri di Provinsi Bengkulu untuk aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan program SPPG. Ia menyatakan bahwa setiap satuan polisi di Bengkulu akan ditugaskan untuk membantu mengelola dan menjalankan unit SPPG di wilayahnya masing-masing, mulai dari melakukan sosialisasi, memberikan konseling gizi, hingga membantu memproduksi makanan bergizi bagi masyarakat. “Kita sebagai personel Polri harus menjadi contoh bagi masyarakat – peduli terhadap sesama dan selalu siap memberikan bantuan yang dibutuhkan. Program SPPG adalah wadah yang sempurna untuk kita menunjukkan rasa peduli itu,” tegasnya.

Bupati Rejang Lebong yang menyampaikan sambutan di tempat pemusatan acara menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polri atas inisiatif program 442 SPPG. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung program ini dan akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk lahan, tenaga kerja, dan fasilitas pendukung lainnya. “Kami sangat senang bahwa Rejang Lebong dipilih sebagai tempat pemusatan acara groundbreaking nasional ini. Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua dan menunjukkan bahwa Rejang Lebong siap menjadi bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan gizi masyarakat,” ujar Bupati Zaini.

Ia juga menambahkan bahwa masalah gizi adalah salah satu prioritas utama pemerintah daerah Rejang Lebong, terutama karena angka kekurangan gizi di daerahnya masih relatif tinggi. Dengan adanya unit SPPG yang akan dibangun, diharapkan masalah ini dapat teratasi dan kualitas kesehatan masyarakat Rejang Lebong akan semakin meningkat. “Kami yakin bahwa dengan kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dan Polri, program SPPG akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Rejang Lebong dan seluruh Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Kepala SPPG Rejang Lebong Dra. Siti Nurhaliza juga menyampaikan harapan yang besar terhadap program ini. Ia menjelaskan bahwa SPPG Rejang Lebong yang sudah beroperasi sejak tahun 2024 telah memberikan layanan gizi kepada lebih dari 500 keluarga di Kabupaten Rejang Lebong, dan dengan penguatan infrastruktur melalui program 442 SPPG, kapasitas layanan akan semakin meningkat. “Kami akan menyediakan layanan gizi yang terpersonal, sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Mulai dari pemberian makan sehat, konseling gizi, hingga pelatihan memasak makanan bergizi dengan bahan baku lokal,” ujarnya.

Selain itu, dalam acara virtual tersebut juga diadakan lokakarya bersama untuk membahas rencana pelaksanaan program SPPG di masing-masing provinsi. Para peserta yang hadir dari berbagai daerah berbagi ide dan strategi untuk memastikan program ini berjalan lancar dan memberikan dampak maksimal. Beberapa poin yang dibahas antara lain pengembangan kurikulum pelatihan gizi, penentuan target sasaran, peningkatan kerja sama dengan lembaga kesehatan, dan pemanfaatan teknologi untuk memantau kemajuan program.

Sebagai tindak lanjut dari acara groundbreaking, Polri akan segera memulai proses pembangunan unit SPPG di seluruh Indonesia, termasuk di Bengkulu. Proses pembangunan diharapkan selesai dalam waktu 6 bulan, sehingga unit SPPG dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Setiap unit SPPG akan dikelola oleh tim yang terdiri dari personel Polri, petugas kesehatan, dan sukarelawan masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan khusus tentang gizi.

Program 442 SPPG Polri juga akan didukung oleh berbagai mitra, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPS, serta lembaga swadaya masyarakat yang bekerja di bidang gizi. Mitra-mitra ini akan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, pendanaan, dan pengawasan untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Kapolda Bengkulu dalam penutup pidatonya menyampaikan harapan bahwa program 442 SPPG Polri akan menjadi contoh kolaborasi yang sukses antara lembaga negara dan masyarakat dalam mendukung program strategis nasional. Ia menegaskan bahwa Polri akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih baik. “Mari kita bekerja sama untuk menjadikan program SPPG sebagai kebanggaan nasional dan memberikan harapan baru bagi generasi mendatang yang sehat dan sejahtera,” tutup Kapolda Bengkulu dengan semangat yang penuh harapan.

Acara virtual tersebut ditutup dengan seremonial groundbreaking secara simbolis di tempat pemusatan acara di Rejang Lebong, di mana para pejabat yang hadir menusuk tanah pertama sebagai tanda awal proses pembangunan unit SPPG. Seluruh peserta yang mengikuti secara virtual memberikan doa agar program ini berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia secara luas. Semua hadir juga sepakat untuk terus bekerja sama dan mendukung program SPPG Polri agar dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dan memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!