
ACEH – Influencer asal Aceh, Sherly Annavita, telah memperlihatkan rekaman CCTV yang menangkap aksi teror yang belum lama ini diterimanya melalui unggahan terbarunya pada Kamis (1/1/2026). Dalam konten yang dibagikannya, ia menjelaskan secara detail kronologi kejadian berdasarkan rekaman kamera pengawas tersebut, sekaligus menyampaikan bahwa ancaman yang diterima kini telah melibatkan keluarganya, yang menjadi alasan ia memutuskan untuk mengunggah peristiwa tersebut ke media sosial.
Sherly menjelaskan bahwa rumah yang menjadi sasaran aksi teror bukanlah rumah pribadinya, namun mobil miliknya yang menjadi target memang disimpan di depan rumah tersebut karena tidak dapat dimasukkan ke dalam garasi. Hal ini menjadi alasan pelaku memilih lokasi tersebut untuk melakukan tindakan yang mengganggu tersebut.
KRONOLOGI AKSI TEROR BERDASARKAN REKAMAN CCTV
Dari rekaman CCTV yang ditayangkan Sherly, terlihat jelas bahwa pelaku menggunakan dua unit motor dalam pelaksanaan aksi teror tersebut. Menurut keterangan Sherly dalam unggahannya, “Pelaku memakai 2 motor. 1 motor awal sepertinya yang memastikan target dan motor kedua yang dinaiki 2 orang yang melakukan tugasnya.”
Kronologi tindakan pelaku yang tercatat dalam rekaman adalah sebagai berikut:
- Mulanya, seorang pelaku turun dari motor dan mencoret bagian depan mobil milik Sherly menggunakan alat yang tidak terlihat jelas dalam rekaman
- Setelah itu, pelaku melempar beberapa buah telur busuk ke arah rumah yang menjadi lokasi parkir mobil tersebut
- Pada tahap terakhir, pelaku kembali mencoret mobil namun kali ini pada bagian belakang sebelum akhirnya melarikan diri bersama rekannya menggunakan motor yang telah disiapkan
Waktu kejadian tercatat pada malam hari, dan rekaman CCTV yang ada merupakan fasilitas milik pemilik rumah, bukan CCTV pribadi milik Sherly. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang dalam proses memasang CCTV pribadi untuk mengamankan area sekitar tempat tinggalnya, namun terkendala oleh suasana liburan tahun baru. “CCTV pribadi sedang diusahakan untuk segera dipasang, sudah sepakat dengan vendor, hanya saja sedikit terkendala karena masih suasana liburan,” ujarnya.
TEROR MELIBATKAN KELUARGA, POLANYA MIRIP INSIDEN 2019
Alasan utama Sherly mengunggah kejadian ini ke media sosial adalah karena ancaman teror yang diterimanya kini tidak hanya menyasar dirinya sendiri, tetapi juga melibatkan keluarganya. Ia juga menegaskan bahwa pola teror yang diterimanya saat ini hampir sama dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 2019 lalu, di mana ia juga menjadi target setelah ikut hadir memberikan pendapat terkait Pemindahan Ibu Kota Negara dalam sebuah acara di ILC TV ONE.
“Peristiwa teror yang diterimaku itu polanya hampir dengan teror yang terjadi pada 2019 lalu. Saat itu aku menerima teror setelah ikut hadir memberikan pendapat terkait Pemindahan Ibu Kota di ILC TV ONE,” jelas Sherly dalam unggahannya.
Meskipun merasakan bahwa ada keterkaitan antara peristiwa saat ini dengan kejadian tahun lalu, Sherly menegaskan bahwa ia tidak ingin secara spesifik menuduh atau menyalahkan pemerintah atas rangkaian teror yang menimpanya. Ia menduga bahwa pelakunya kemungkinan adalah pihak yang ingin mengadu domba dan mencari keuntungan dari kejadian tersebut. “Saya tidak spesifik menuduh atau menyalahkan pemerintah. Saya menduga pelakunya mungkin adalah pihak yang ingin mengadu domba dan mencari untung dari kejadian tersebut,” ujarnya.
SHERLY: UNGKAPAN PETINGGI NEGERI TERKESAN MEMOJOKAN INFLUENCER
Lebih lanjut, Sherly mengatakan bahwa ia tidak bisa memungkiri bahwa ungkapan dari beberapa petinggi negeri, mulai dari Presiden, Sekretaris Kabinet, dan pejabat lainnya, terkadang tanpa disadari terkesan sering memojokan peran influencer dalam menyampaikan pendapat atau informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hal ini bisa menjadi faktor yang membuat sebagian pihak melihat influencer sebagai ancaman atau target untuk dilakukan intimidasi.
Ia juga menambahkan bahwa teror yang diterimanya bukanlah hal yang unik, karena menurut pengamatannya, tindakan serupa juga rutin dialami oleh siapapun yang dianggap memiliki pandangan bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang sedang berjalan. “Jadi adalah hal yang wajar apabila ada anggapan pelakunya berasal dari institusi atau pihak yang akan diuntungkan dari diamnya korban,” terang Sherly.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukanlah tuduhan yang pasti, melainkan hanya sebagai pandangan berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang telah ia lakukan selama ini.
BERHARAP TIDAK ADA PERISTIWA SERUPA KE DEPAN
Di akhir unggahannya, Sherly menyampaikan harapannya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi baik kepada dirinya sendiri maupun kepada siapapun yang memiliki pandangan berbeda atau ingin menyampaikan pendapat secara bebas. Ia juga berharap bahwa pihak berwenang dapat melakukan tindakan yang tepat untuk menangani kasus ini dan mencegah terjadinya intimidasi terhadap siapapun yang ingin menyampaikan suara mereka.
“Semoga tidak ada lagi peristiwa serupa kedepannya. Aamiin,” tutup Sherly dalam unggahannya yang telah mendapatkan perhatian banyak pengguna media sosial dan beberapa pihak terkait.
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian terkait langkah penanganan yang akan dilakukan terhadap kasus teror yang diterima oleh Sherly Annavita. Namun, banyak netizen yang memberikan dukungan dan mendesak agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku dan memberikan konsekuensi hukum yang sesuai.
(red)
