
Pasuruan – Sejalan dengan pepatah yang mengajarkan untuk membersihkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum membersihkan yang lain, Polres Pasuruan menunjukkan komitmen yang kuat dalam menegakkan kedisiplinan di lingkungan internal institusinya. Di tengah pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang masif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Anggota (Sipropam) Polres Pasuruan justru melakukan langkah yang tidak biasa dengan balik badan “menyikat” pemeriksaan terhadap kendaraan serta kelengkapan perlengkapan milik anggota Polri di wilayahnya.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 sendiri merupakan program tahunan yang digagas oleh Polda Jawa Timur untuk meningkatkan keamanan lalu lintas, mencegah kejahatan, serta memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, terutama menjelang musim mudik dan bulan Ramadhan yang akan tiba. Namun, Kapolres Pasuruan AKBP Dedi Susanto, S.H., M.H., menyatakan bahwa keseriusan dalam menjalankan program untuk masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kedisiplinan yang tinggi di antara anggota sendiri.
“Pepatah menyapu dengan sapu yang bersih adalah prinsip yang kita pegang teguh. Kita tidak dapat mengharapkan masyarakat mematuhi peraturan jika kita sendiri tidak mampu menjalankan kedisiplinan dengan baik. Oleh karena itu, di tengah kesibukan melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026, kita tetap menyisakan waktu untuk melakukan pemeriksaan internal terhadap kendaraan dan kelengkapan perlengkapan anggota,” ujar AKBP Dedi Susanto saat membuka kegiatan pemeriksaan internal di Lapangan Apel Mapolres Pasuruan pada Sabtu (7/2/2026).
Tim Sipropam Polres Pasuruan yang dipimpin oleh Kompol Joko Santoso melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kendaraan dinas maupun pribadi yang digunakan oleh anggota Polri saat menjalankan tugas, termasuk mobil patroli, sepeda motor dinas, serta kendaraan pribadi yang sering digunakan untuk aktivitas dinas. Pemeriksaan mencakup kondisi teknis kendaraan, kelengkapan surat-surat hukum, kepatuhan terhadap standar warna dan simbol kepolisian, serta kebersihan kendaraan yang menjadi representasi citra institusi.
Selain kendaraan, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan perlengkapan dinas anggota, mulai dari seragam, perlengkapan komunikasi, alat keamanan pribadi, hingga dokumen-dokumen penting yang harus dibawa saat bertugas. Setiap anggota yang diperiksa diminta untuk menunjukkan kelengkapan perlengkapannya dan menjelaskan cara penggunaannya dengan benar.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar anggota telah menjalankan kedisiplinan dengan baik. Namun, kita juga menemukan beberapa poin yang perlu diperbaiki, seperti beberapa kendaraan yang kurang terawat, perlengkapan yang tidak lengkap, dan beberapa anggota yang belum sepenuhnya memahami standar penggunaan perlengkapan dinas,” jelas Kompol Joko Santoso.
Bagi anggota yang ditemukan memiliki kekurangan dalam pemeriksaan ini, pihak Sipropam memberikan peringatan tertulis dan menetapkan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan. Bagi kasus yang dianggap cukup serius, akan dilakukan proses pembinaan lebih lanjut sesuai dengan peraturan internal Polri. Tidak ada tindakan tekanan yang dilakukan, melainkan pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya kedisiplinan.
“Salah satu contoh kasus yang ditemukan adalah seorang anggota yang menggunakan kendaraan pribadi tanpa izin resmi untuk kegiatan dinas, serta beberapa mobil patroli yang memiliki lampu kedip yang tidak berfungsi dengan baik. Semua kasus ini segera kita tindaklanjuti dengan pembinaan dan perbaikan agar tidak terjadi lagi di masa mendatang,” tambah Kompol Joko.
Anggota Polri yang menerima pembinaan menyampaikan rasa terima kasih atas tindakan yang dilakukan oleh pihak Polres Pasuruan. Menurut mereka, pemeriksaan internal seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme dan kesadaran diri sebagai anggota institusi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.
“Saya merasa terbantu dengan pemeriksaan ini. Sebelumnya saya tidak menyadari bahwa kendaraan saya memiliki kondisi teknis yang kurang baik. Sekarang saya akan segera melakukan perawatan agar kendaraan dapat digunakan dengan aman dan sesuai standar,” ujar Aipda Rizky Pratama, salah satu anggota yang mendapatkan pembinaan.
Selain pemeriksaan fisik, pihak Polres Pasuruan juga melakukan penyuluhan mengenai pentingnya kedisiplinan internal bagi anggota, termasuk mengenai tata cara penggunaan kendaraan dinas, perawatan perlengkapan, serta etika dalam menjalankan tugas. Penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi anggota untuk selalu menjaga standar kedisiplinan yang telah ditetapkan.
AKBP Dedi Susanto menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan internal seperti ini akan dilakukan secara berkala, tidak hanya di tengah operasi besar seperti Operasi Keselamatan Semeru 2026, tetapi juga sebagai bagian dari program pembinaan rutin bagi anggota Polri di Pasuruan. “Kedisiplinan adalah pondasi dari profesionalisme kepolisian. Kita akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas diri sendiri agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Pasuruan,” tandasnya.
Masyarakat Pasuruan yang mengetahui kegiatan ini menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Polres Pasuruan. Mereka menyatakan bahwa tindakan ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menjaga integritas dan profesionalisme, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Dengan melakukan langkah “menyapu dari dalam” terlebih dahulu, Polres Pasuruan menunjukkan bahwa upaya untuk memberikan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui operasi terhadap elemen eksternal, tetapi juga dengan menjaga kedisiplinan dan kualitas internal anggota. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
(red)
