
Buru, Maluku – Tanggal 13 Desember 2025 diperingati sebagai Hari Nusantara seluruh Indonesia, untuk mengenang lahirnya Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 yang secara tegas menetapkan bahwa seluruh wilayah darat dan laut Indonesia merupakan satu kesatuan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam momentum bersejarah ini, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buru, Syarifah Lulu Assagaf, S.Psi, mengucapkan ucapan selamat yang penuh makna kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Buru.
Dalam pesan peringatannya, Syarifah Lulu Assagaf menjelaskan bahwa Hari Nusantara bukan hanya sekadar hari peringatan, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang makna kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia yang luas. “Deklarasi Djuanda telah menjadi landasan hukum yang kuat dalam menegaskan kedaulatan kita atas seluruh wilayah Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke. Hari ini mengingatkan kita bahwa setiap bagian dari tanah air, baik darat, laut, maupun udara, memiliki nilai yang tak ternilai bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Mengacu pada tema Hari Nusantara 2025 yaitu “Nusantara Berdaulat, Indonesia Maju”, Kepala BNN Kabupaten Buru menekankan bahwa konsep kedaulatan yang kokoh menjadi dasar bagi kemajuan negara. Beliau menjelaskan bahwa kedaulatan yang terjaga dengan baik akan memberikan keamanan dan stabilitas yang diperlukan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor, termasuk dalam upaya memberantas ancaman narkotika yang dapat merusak potensi bangsa.
“Phrase ‘Nusantara Berdaulat, Indonesia Maju’ memiliki makna yang sangat mendalam. Kedaulatan yang kuat akan membuka jalan bagi kemajuan yang berkelanjutan. Di bidang pemberantasan narkotika, kita juga melihat bahwa menjaga kedaulatan wilayah berarti memastikan bahwa tidak ada ruang bagi peredaran gelap narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda kita di seluruh pelosok Nusantara,” jelas Syarifah Lulu Assagaf.
Beliau menambahkan bahwa BNN Kabupaten Buru berkomitmen untuk mendukung visi tersebut dengan terus melakukan berbagai upaya pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi terkait narkotika di wilayah Kabupaten Buru. Program kerja yang telah dan akan dilaksanakan antara lain sosialisasi anti-narkotika ke sekolah-sekolah dan masyarakat, pengawasan terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi jalur peredaran narkotika, serta kerja sama dengan berbagai pihak termasuk aparat keamanan lainnya dan pemerintah daerah.
“Kabupaten Buru sebagai bagian dari wilayah Nusantara juga memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. Melalui upaya bersama, kita akan memastikan bahwa Kabupaten Buru tetap bebas dari ancaman narkotika, sehingga dapat berkontribusi secara optimal bagi kemajuan Indonesia,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Syarifah Lulu Assagaf juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buru untuk bersama-sama merayakan Hari Nusantara dengan memperkuat rasa cinta tanah air dan komitmen untuk menjaga kesatuan bangsa. Beliau mengingatkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam mewujudkan Nusantara yang berdaulat dan Indonesia yang maju.
“Mari kita jadikan Hari Nusantara tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kerja sama. Kita harus selalu ingat bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah air, dan memiliki tujuan bersama yaitu membangun Indonesia yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Selain itu, BNN Kabupaten Buru juga menggelar sejumlah kegiatan kecil yang bertema Hari Nusantara, seperti penyebaran pamflet tentang makna Hari Nusantara dan bahaya narkotika di beberapa tempat umum, serta pertemuan dengan tokoh masyarakat untuk membahas bagaimana cara bersama-sama mendukung pembangunan daerah yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan peringatan Hari Nusantara 2025 ini, diharapkan seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Buru, semakin memahami makna pentingnya kesatuan kedaulatan wilayah dan semakin bersemangat untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (Red)
