Hari Kakak Adik Sedunia: Lebih dari Sekadar Kenangan, Investasi Masa Depan Keluarga

Nasional

Surabaya, 5 Desember 2025 – Hari Kakak Adik Sedunia tahun ini di Surabaya tidak hanya dirayakan dengan nostalgia dan kehangatan, tetapi juga dengan kesadaran baru tentang pentingnya investasi jangka panjang dalam hubungan persaudaraan. Di era yang serba cepat dan individualistis, ikatan kakak adik menjadi semakin krusial sebagai fondasi keluarga yang kokoh dan sumber dukungan emosional yang tak ternilai harganya.

Berbeda dengan perayaan sebelumnya yang cenderung fokus pada kegiatan seremonial, tahun ini banyak keluarga di Surabaya yang mengambil inisiatif untuk merencanakan aktivitas yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi hubungan kakak adik mereka.

Salah satu tren yang muncul adalah “proyek kolaborasi kakak adik”. Keluarga-keluarga mendorong anak-anak mereka untuk bekerja sama dalam proyek-proyek kreatif, seperti membuat film pendek, menulis buku cerita, atau bahkan memulai bisnis kecil-kecilan. Proyek-proyek ini tidak hanya melatih keterampilan kolaborasi dan problem-solving, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara kakak dan adik.

“Kami ingin anak-anak kami belajar untuk saling mendukung dan bekerja sama sejak dini,” ujar Ibu Dewi, seorang ibu dari dua anak di Surabaya. “Dengan mengerjakan proyek bersama, mereka belajar untuk menghargai perbedaan pendapat, menemukan solusi bersama, dan merayakan keberhasilan bersama.”

Selain itu, banyak juga keluarga yang mengadopsi pendekatan “mentoring kakak adik”. Kakak diberi tanggung jawab untuk membimbing dan mendukung adik dalam bidang-bidang tertentu, seperti pelajaran sekolah, hobi, atau keterampilan sosial. Mentoring ini tidak hanya membantu adik untuk berkembang, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kakak untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan.

Namun, investasi dalam hubungan kakak adik tidak hanya terbatas pada kegiatan bersama. Banyak keluarga di Surabaya yang juga menyadari pentingnya memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan identitas dan minat masing-masing. Mereka mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berbeda, bergaul dengan teman-teman yang berbeda, dan mengejar impian masing-masing.

“Kami ingin anak-anak kami tumbuh menjadi individu yang mandiri dan percaya diri,” kata Bapak Anton, seorang ayah dari tiga anak di Surabaya. “Kami tidak ingin mereka merasa terkekang oleh ekspektasi atau stereotip tertentu. Kami ingin mereka menjadi diri mereka sendiri dan menemukan kebahagiaan mereka sendiri.”

Hari Kakak Adik Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa hubungan persaudaraan adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan perhatian, kesabaran, dan komitmen. Dengan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, dukungan, dan kerjasama sejak dini, kita dapat membantu anak-anak kita untuk membangun hubungan yang kuat dan langgeng dengan saudara mereka. Hubungan ini akan menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan bagi mereka sepanjang hidup mereka.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!