
Kabupaten Sidoarjo, 22 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Pabrik Gula (PG) Candi Baru menggelar Festival Sepekan Malam Tilik Mburi PG Candi Baru yang berlangsung selama satu minggu, mulai dari Kamis (22/1/2026) hingga Kamis (29/1/2026). Mengusung tema “Sepekan Bernostalgia Semalam Bercerita Tentang Manisnya Sejarah Gula di Sidoarjo”, festival ini diharapkan dapat mengajak masyarakat luas menyusuri jejak panjang sejarah industri gula—salah satu ikon industri tertua dan paling berpengaruh di Kabupaten Sidoarjo—dalam balutan suasana malam yang edukatif, menarik, dan penuh kesan nostalgia.
Berlokasi di kawasan PG Candi Baru yang telah berdiri sejak tahun 1912, kegiatan ini menjadi bagian dari 45 rangkaian acara spektakuler yang diselenggarakan dalam rangka Harjasda ke-167. Selain sebagai bagian dari perayaan hari jadi daerah, festival ini juga ditujukan untuk menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda kepada masyarakat dan wisatawan, dengan menggabungkan unsur edukasi, budaya lokal, dan hiburan rakyat yang khas.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana yang membuka acara secara resmi pada malam pembukaan menjelaskan bahwa industri gula memiliki peran sangat penting dalam perkembangan sejarah dan ekonomi Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, PG Candi Baru bukan hanya sebuah pabrik, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang perjuangan masyarakat lokal dalam mengembangkan sektor pertanian dan industri yang berdampak luas bagi kesejahteraan daerah.
“Kami memilih tema ini karena ingin mengingatkan kepada generasi muda tentang bagaimana industri gula telah menjadi tulang punggung ekonomi Sidoarjo selama puluhan tahun. Lewat festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa sejarah kita tidak hanya ada di buku pelajaran, tetapi juga bisa dirasakan dan dilihat secara langsung di tempat-tempat yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Mimik dalam sambutannya.
Festival Sepekan Malam Tilik Mburi PG Candi Baru menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas yang menarik. Di antaranya adalah tur edukatif malam ke dalam kawasan pabrik yang biasanya tidak terbuka untuk umum, di mana pengunjung dapat melihat proses produksi gula secara langsung dan mengetahui perkembangan teknologi produksi gula dari masa ke masa. Selain itu, juga diselenggarakan pameran sejarah industri gula di Sidoarjo yang menampilkan berbagai artefak kuno seperti alat produksi tradisional, dokumen sejarah, foto-foto jadul, serta berbagai jenis produk gula yang telah dihasilkan oleh PG Candi Baru selama bertahun-tahun.
Tidak hanya itu, festival ini juga menghadirkan berbagai bentuk hiburan rakyat yang memperkaya suasana acara. Antara lain pertunjukan wayang kulit dengan cerita yang mengangkat tema sejarah perjuangan rakyat Sidoarjo dalam mengembangkan industri gula, pentas musik tradisional lokal seperti campursari dan gandrung, serta berbagai atraksi seni budaya lainnya. Bagi pengunjung muda, disediakan juga berbagai aktivitas edukatif seperti lokakarya pembuatan gula kristal tradisional, permainan tradisional Sidoarjo, serta kompetisi cerita sejarah tentang industri gula.
Selain sisi sejarah dan budaya, festival ini juga tidak lupa memperkenalkan berbagai produk olahan gula yang inovatif dari UMKM lokal Sidoarjo. Di kawasan festival, dibuka berbagai stand penjualan produk-produk seperti dodol, jenang, tape, serta berbagai minuman kesehatan berbahan dasar gula yang diproduksi oleh pengusaha muda di daerah. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal sekaligus memperkenalkan potensi produk unggulan Sidoarjo kepada khalayak luas.
Manajer PG Candi Baru, Bambang Susanto, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan festival ini karena dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi seluruh pekerja PG Candi Baru yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun. Menurutnya, festival ini juga menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan kembali citra industri gula Sidoarjo yang tidak hanya berperan dalam ekonomi, tetapi juga dalam membentuk identitas budaya daerah.
“PG Candi Baru telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sidoarjo selama lebih dari seratus tahun. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya fokus pada produksi gula, tetapi juga peduli terhadap pelestarian sejarah dan budaya daerah. Kami berharap acara ini dapat menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara pabrik dengan masyarakat sekitar,” jelas Bambang.
Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung, panitia penyelenggara telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas, tempat istirahat, toilet umum, serta berbagai stand makanan dan minuman khas Sidoarjo. Selain itu, juga diterapkan protokol keamanan yang ketat dan ditempatkan banyak petugas yang siap membantu pengunjung selama acara berlangsung.
Festival Sepekan Malam Tilik Mburi PG Candi Baru dijadwalkan berlangsung setiap malam mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Tiket masuk dapat diperoleh secara gratis melalui pendaftaran online di situs resmi Harjasda ke-167 atau dibeli langsung di lokasi dengan harga terjangkau yang akan digunakan untuk mendukung program pengembangan wisata sejarah di Sidoarjo.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa festival ini diharapkan dapat menjadi salah satu acara tahunan yang menjadi magnet wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Menurutnya, konsep wisata sejarah yang dikemas dengan menarik dapat menjadi daya tarik baru bagi Sidoarjo yang dikenal sebagai “Kota Gula” dan memiliki banyak potensi destinasi wisata lainnya.
“Kami berharap dengan adanya festival ini, semakin banyak orang yang mengetahui tentang sejarah dan potensi Sidoarjo. Ke depan, kami akan terus mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan Sidoarjo sebagai destinasi wisata yang menarik,” pungkas Sri Wahyuni.
Acara pembukaan festival ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha lokal, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait. Semua pihak yang hadir menyampaikan harapan bahwa festival ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang maksimal bagi perkembangan Kabupaten Sidoarjo di masa depan.
(Red)
