DOORSTOP KAKORLANTAS TINJAU ARUS MUDIK DI JASA MARGA TOLLROAD COMMAND CENTER, JUMAT, 20 MARET 2026

Nasional

Bekasi, 20 Maret 2026 – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., melakukan kunjungan kerja dan tinjauan langsung kondisi arus mudik di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, pada Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus Korlantas Polri dalam memantau dan mengelola kelancaran serta keselamatan perjalanan masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, yang akan dirayakan pada hari Sabtu (21/3/2026).

Dalam jumpa pers doorstop setelah melakukan tinjauan, Kakorlantas menyampaikan bahwa kondisi arus mudik di jalan tol pada H-1 Idul Fitri menunjukkan tren yang lebih menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya, meskipun beberapa segmen masih membutuhkan perhatian khusus. “Setelah puncak arus mudik yang terjadi pada Rabu malam (18/3) dengan volume kendaraan mencapai sekitar 250 ribu unit keluar Jakarta, hari ini kita melihat bahwa arus mulai mereda, namun kita tetap tidak bisa lengah karena masih ada sebagian pemudik yang memilih mudik pada H-1,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Menurut data yang diperoleh dari JMTC, hingga pukul 10.00 WIB pada hari ini, volume kendaraan yang melintas di ruas tol utama seperti Tol Cikampek, Tol Cipali, dan Tol Jakarta-Cikampek II masih dalam batas wajar. Namun, segmen KM 36 hingga KM 70 Tol Cikampek masih menjadi titik fokus karena cenderung mengalami kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan ruas lain. “Untuk mengatasi hal ini, kita telah memperpanjang penerapan contraflow lajur 3 dari KM 58 hingga KM 70 dan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk menyesuaikan skema rekayasa lalu lintas sesuai kondisi aktual di lapangan,” jelasnya.

Kakorlantas juga mengungkapkan bahwa jangkauan penerapan one way nasional tahun ini telah diperluas dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu hanya diterapkan dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 188 Tol Cipali, tahun ini jangkauannya diperpanjang hingga KM 263, bahkan dapat diperpanjang lagi hingga KM 414 arah Kalikangkung jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang tidak terduga. Selain itu, Polda Jawa Tengah juga mendukung dengan menerapkan one way lokal dari KM 414 hingga arah Ungaran untuk mengurai kepadatan di wilayah tersebut.

“Rekayasa lalu lintas yang kita lakukan ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama dengan Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan, yang telah tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tanggal 17 dan 18 Maret 2026,” tegas Irjen Pol Agus Suryonugroho. Ia menambahkan bahwa langkah awal rekayasa dimulai dengan penerapan contraflow lajur 1 dan 2, kemudian dilanjutkan dengan one way sepenggal tahap pertama sesuai dengan kondisi kepadatan kendaraan.

Selain membahas tentang kelancaran lalu lintas, Kakorlantas juga menekankan pentingnya keselamatan perjalanan bagi seluruh pemudik. Ia mengimbau agar para pengendara selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, mematuhi aturan lalu lintas, istirahat cukup, dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah. “Kita juga mengingatkan agar pemudik selalu mengikuti informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, cuaca, dan perubahan skema rekayasa melalui berbagai saluran resmi seperti aplikasi Travoy, siaran radio Travoy FM, maupun akun media sosial resmi Korlantas Polri dan Jasa Marga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas juga menyampaikan bahwa Korlantas Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 posko Operasi Ketupat 2026 yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Posko-posko ini tidak hanya berperan dalam menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan berbagai layanan kepada masyarakat seperti pertolongan pertama, informasi, dan bantuan lainnya.

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti BMKG untuk memantau kondisi cuaca dan potensi bencana alam, serta dengan dinas kesehatan untuk menyediakan fasilitas kesehatan di posko-posko yang ada,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa seluruh personel Korlantas Polri telah siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi dalam dua fase, yaitu pada tanggal 25-26 Maret dan 28-29 Maret 2026, Kakorlantas menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun berbagai skenario rekayasa lalu lintas yang siap diterapkan sesuai dengan kondisi volume kendaraan. “Kita akan tetap melakukan pemantauan intensif dan menyesuaikan strategi kita agar arus balik juga berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkas Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Sebelum mengakhiri jumpa pers, Kakorlantas juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia, sekaligus memohon maaf lahir dan batin. Ia berharap agar momen perayaan hari raya dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, dan mempererat tali persaudaraan antar sesama masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!