
BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kepada masyarakat, Direktorat Bina Masyarakat (Dit Binmas) Polda Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas). Kegiatan yang juga berfungsi sebagai forum interaksi langsung untuk public complain dan community problem solving berlangsung pada Jumat (2/1/2026) di Jalan Padat Karya RT 23, Kelurahan Lamaru, Kota Balikpapan.
FGD yang diadakan secara terbuka bagi masyarakat setempat dipimpin langsung oleh AKBP Agus Drajat Santoso, S.T., dan dihadiri oleh perwakilan Kelompok Tani Jaya Makmur Abadi serta berbagai elemen masyarakat Lamaru. Forum ini menjadi wadah dialog yang sinergis antara kepolisian dan warga, khususnya para petani, dengan tujuan utama untuk menyerap aspirasi serta mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan terkait dengan ketahanan pangan dan keamanan masyarakat.
FGD SEBAGAI WADAH SINERGI ANTARA POLISI DAN MASYARAKAT UNTUK KETAhanan PANGAN
Dalam sambutan pembukaannya, AKBP Agus Drajat Santoso menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung program nasional dalam bidang ketahanan pangan, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk kepolisian. “Kami menyadari bahwa para petani adalah ujung tombak ketahanan pangan negara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendengar langsung apa saja permasalahan yang mereka hadapi, mulai dari masalah keamanan lahan pertanian hingga hambatan dalam pemasaran hasil panen,” ujarnya.
FGD yang berlangsung hangat dan interaktif ini membahas berbagai topik penting, antara lain: keamanan kawasan pertanian dari tindakan pencurian hasil panen atau kerusakan lahan, sinergi antara petani dan aparat penegak hukum dalam menangani masalah yang muncul, serta dukungan yang bisa diberikan oleh Polri untuk memfasilitasi kegiatan kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas dan akses pasar.
Perwakilan Kelompok Tani Jaya Makmur Abadi menyampaikan bahwa selama ini mereka sering menghadapi tantangan terkait dengan keamanan lahan pertanian di wilayah Lamaru, terutama pada musim panen di mana risiko pencurian hasil panen cenderung meningkat. Selain itu, mereka juga menghadapi kesulitan dalam mengakses informasi tentang teknologi pertanian baru dan bantuan pemerintah yang tersedia.
SERAP ASPIRASI DAN CARI SOLUSI PERMASALAHAN DI LAPANGAN
Selama diskusi, para peserta secara terbuka menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Beberapa poin utama yang muncul dalam diskusi antara lain:
- Permasalahan Keamanan: Beberapa petani mengaku pernah mengalami pencurian hasil panen seperti padi, jagung, dan sayuran segar yang menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Mereka berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli di kawasan pertanian, terutama pada malam hari dan menjelang musim panen.
- Akses Informasi dan Bantuan: Para petani menginginkan adanya penyuluhan secara berkala tentang teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan di Kalimantan Timur, serta informasi yang jelas terkait dengan bantuan subsidi pupuk, benih, dan alat pertanian dari pemerintah.
- Pemasaran Hasil Panen: Banyak petani yang kesulitan menjual hasil panen mereka dengan harga yang layak karena kurangnya akses ke pasar atau adanya perantara yang menyekat keuntungan. Mereka berharap pihak kepolisian dapat membantu memfasilitasi kerja sama antara kelompok tani dengan pedagang besar atau pasar modern.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, AKBP Agus Drajat Santoso menyampaikan bahwa pihak Dit Binmas Polda Kaltim akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani setiap permasalahan yang disampaikan. “Kita akan meningkatkan intensitas patroli di kawasan pertanian Lamaru, khususnya pada area yang dianggap rawan. Selain itu, kita juga akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Balikpapan untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan bagi para petani, serta membantu memfasilitasi pertemuan antara kelompok tani dengan pihak terkait di bidang pemasaran,” jelasnya.
FORUM INTERAKSI UNTUK PUBLIC COMPLAIN DAN COMMUNITY PROBLEM SOLVING
Selain menjadi wadah untuk mendukung ketahanan pangan, FGD ini juga berfungsi sebagai forum interaksi langsung untuk public complain dan community problem solving, di mana masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Lamaru. Beberapa keluhan lain yang muncul antara lain terkait dengan gangguan keamanan di jalanan pada malam hari, serta kurangnya penerangan jalan di beberapa kawasan pemukiman dan jalur akses lahan pertanian.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa setiap keluhan yang disampaikan akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan segera. “Kita akan melakukan evaluasi terhadap kondisi keamanan dan infrastruktur di wilayah ini, serta bekerja sama dengan pemerintah kota untuk mencari solusi yang tepat. Tujuan kita adalah menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian banyak orang,” ujar salah satu petugas Dit Binmas yang hadir.
Perwakilan masyarakat setempat yang juga mengikuti FGD menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Polda Kaltim yang telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan langsung. “Kita merasa sangat dihargai karena pihak kepolisian mau datang langsung ke tempat kita dan mendengar apa yang kita rasakan. Semoga langkah-langkah yang akan diambil dapat benar-benar menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi,” ujar salah satu warga Lamaru.
KOMITMEN POLRI DUKUNG KETAhanan PANGAN DAN KEAMANAN MASYARAKAT
Pada akhir kegiatan, AKBP Agus Drajat Santoso menegaskan bahwa komitmen Polri untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat akan terus diperkuat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan makmur.
“Ketahanan pangan dan keamanan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa keamanan yang terjamin, upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian akan sulit tercapai. Sebaliknya, dengan adanya ketahanan pangan yang baik, masyarakat akan lebih mudah mencapai kesejahteraan dan kedamaian. Oleh karena itu, mari kita bekerja sama secara sinergis untuk mewujudkan tujuan bersama ini,” pungkasnya.
FGD yang berlangsung selama sekitar dua jam ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak Dit Binmas Polda Kaltim dan Kelompok Tani Jaya Makmur Abadi tentang langkah-langkah tindak lanjut yang akan dilakukan, serta foto bersama sebagai simbol kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat. Pihak Polda Kaltim juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai wilayah di Kalimantan Timur untuk menjaring aspirasi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri.
(red)
